Zuka si Cangak abu (sejenis burung berukuran besar), sudah pindah tempat tinggal berkali-kali, karena tempat tinggalnya selalu  hilang dijadikan bandar udara, tempat pesawat terbang datang dan pergi.  Banyak burung lain yang senasib dengan Zuka. “Kita hancurkan  semua pesawat terbang!” seru sekelompok burung dengan marah. “Kita hanya mau hidup tenang,” keluh kelompok burung lain. “Hidup tenang hanya bisa terwujud kalau kita melawan!” seru Doru, seekor Cangak abu lain. Zuka diam saja, karena dia punya teman,  pesawat terbang yang baik hati.

Teman pesawat terbang Zuka bernama Dreamy, pesawat penumpang  baru dan canggih. “Maaf, gara-gara berteman denganku, kau jadi susah,” kata Dreamy. “Tidak apa Dreamy, aku akan membujuk Doru untuk menyelesaikan ini semua dengan damai,” janji Zuka.  Tapi ketika Zuka pergi ke kediaman Doru, sudah terlambat. “Aku minta bantuan Kolu si awan untuk jadi badai dan membuat semua pesawat celaka,” katanya bengis.  “Jangan bodoh! Bangsa awan tak bisa dikendalikan jika mereka menjadi badai!” seru  Zuka.  Doru tak mendengar nasihat Zuka. “Aku dan burung-burung yang sependapat denganku akan mendampingi Kolu dan melihat pesawat-pesawat terbang celaka dengan hati senang,” seru Doru.

Zuka yang panik memperingatkan Dreamy. “Tenang, aku dan teman-temanku pesawat, tahu cara menghindari badai,” kata Dreamy.  Zuka melihat satu persatu pesawat teman Dreamy datang dan pergi dengan selamat, begitu juga dengan Dreamy.  Zuka sangat gembira.  “Waktu terbang tadi aku mendengar teriakan minta tolong dari dalam tubuh Kolu yang  sudah jadi awan badai,” kata Dreamy. “Itu pasti Doru dan burung-burung lain! Mereka terjebak di dalam tubuh Kolu!” seru Zuka. “Ayo tolong mereka, dengan begini kita bisa mengakhiri permusuhan antara burung dan pesawat terbang,” kata Dreamy.

Doru dan burung-burung lain meluncur jatuh ke bawah dengan cepat. Tubuh mereka beku karena hawa dingin Kolu. Dreamy dan teman-teman pesawatnya  menangkap Doru dan burung-burung lain menggunakan tubuh dan sayap mereka.  Pengelola bandar udara melihat Dreamy dan teman-teman pesawatnya mendarat membawa Doru dan burung-burung lain, dan hal ini membuatnya tersentuh, karena pesawat terbang dan burung seharusnya menjadi musuh abadi.

Zuka dan Dreamy menemui Pengelola bandar udara, berunding mengenai tempat tinggal burung.  Pengelola bandar udara mencarikan tempat  tinggal baru yang asri untuk Zuka, Doru, dan burung-burung lain, dan disitulah mereka menetap. “Terima kasih Dreamy, Zuka, kami minta maaf,” kata Doru dan burung-burung yang tadinya menyimpan rasa benci. Mulai sekarang mereka  akan menghormati kepentingan pesawat-pesawat terbang, dan hidup bersama tanpa mengganggu.

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Agung

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *