Salonpas Ajak Anak Muda Tebarkan Kebaikan Melalui Gerakan 'Rekatkan Kehangatan'

Tahukah kamu, negara kita Indonesia memiliki luas hutan mangrove (bakau) terbesar di dunia. Banyak banget manfaat hutan ini terhadap lingkungan, khususnya bagi penduduk pesisir. Sayangnya, banyak hutan mangrove gundul dan dirusak oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Peduli akan hal ini, PT Hisamitsu Pharma Indonesia melalui produknya, Koyo Salonpas, kembali mengajak anak muda Indonesia untuk melakukan aksi nyata yang berdampak positif terhadap lingkungan lewat gerakan ‘Rekatkan Kehangatan’.

Setelah tahun lalu mengajak kalangan muda bersih-bersih gunung dari sampah, tahun ini Salonpas mengajak kalangan muda untuk menjaga keutuhan ekosistem lingkungan melalui kegiatan menanam mangrove. Gerakan menanam tunas mangrove ini telah dilakukan di pesisir desa Mangunharjo, Semarang, pada 26 April 2019 lalu. Melibatkan melibatkan kalangan muda dari kalangan mahasiswa, penduduk setempat maupun komunitas pecinta lingkungan.

Keterlibatan kalangan muda ini memiliki arti penting. Menurut President Director PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Kato Hirafumi, hal ini terkait dengan tren jumlah pengguna Koyo Salonpas dari kalangan anak muda yang terus menunjukkan peningkatan. “Tren ini mendorong Salonpas untuk terus menyemangati para penggunanya untuk selalu pantang merasa letih dalam menebar inspirasi positif melalui karya dan aksi nyata,” ungkapnya pada acara media briefing Salonpas Rekatkan Kehangatan di kawasan Thamrin, Jakarta (17/05/19).

(kiri – kanan) Para pembicara dalam acara media briefing Salonpas Rekatkan Kehangatan, Kato Hirafumi, President Director PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Nadine Chandrawinata, Inspirational Brand Ambassador Salonpas, dan Prof Dietriech Bengen

Aksi yang digagas Salonpas ini sangat disambut baik oleh pakar ilmu kelautan dan mangrove dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dietriech Bengen. Menurutnya, negara kepulauan Indonesia yang memiliki garis pantai hampir 100 ribu kilometer terancam oleh meningginya air laut akibat perubahan iklim. Hal ini mengakibatkan terjadinya erosi dan abrasi di berbagai daerah pesisir, yang banyak dipicu pula oleh rusaknya kawasan-kawasan mangrove.

“Penanaman kembali mangrove tentu saja menjadi salah satu upaya efektif untuk mengantisipasi kemungkinan abrasi, penurunan permukaan tanah, dan rehabilitasi daerah-daerah dekat pantai di Indonesia. Namun, di luar itu, penyelamatan daerah pantai dan penanaman mangrove selain bisa berdampak positif pada ekologi, juga sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Untuk semakin menyebar inspirasi positif dan mengajak masyarakat luas untuk turut melakukan kebaikan terhadap lingkungannya, Salonpas menyosialisasikan gerakan ini di 24 kampus di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengajak mereka terlibat langsung, atau melakukan aktivitas positif sendiri untuk kemudian diunggah ke akun media sosial masing-masing dan menyerukan ke semua orang untuk berbuat dan berbagi kisah kebaikan serupa, sekecil apapun kebaikan itu,” terang Zulfadli, Product Manager PT Hisamitsu Pharma Indonesia.

Inspirational brand Ambassador Salonpas, Nadine Chandrawinata sangat bangga bisa terlibat dalam aksi nyata penanaman mangrove di daerah pesisirlewat gerakan ‘Rekatkan Kehangatan’. “Dengan berbagi semangat untuk pantang letih dalam beraksi nyata melalui penanaman kembali tunas mangrove, maupun menyebarluaskan kegiatan ini di akun media sosial mereka, saya berharap makin banyak anak muda-anak muda lainnya terinspirasi untuk berbuat kebaikan yang sama,” tutupnya.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *