Yuk, Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik!

Setiap hari, disadari atau tidak, kita pasti akan menghasilkan sampah. Katanya, satu orang bisa menghasilkan sampah sebanyak 2 kg sehari. Bayangkan, bila dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta orang! Betapa menggunungnya sampah ya…

Sampah diartikan sebagai sisa-sisa yang tak berguna atau tak bernilai dari kegiatan kita sehari-hari. Sebenarnya ada berbagai jenis sampah. Tapi, ada dua golongan sampah padat yang ada di dekat kita;

Sampah organik

Jenis sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup (hewan dan tumbuhan). Biasanya, sampah ini dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, dan sejenisnya. Di rumah kamu juga sebagian besar adalah sampah organik.

Sampah ini dapat diuraikan dengan mudah oleh bakteri pengurai atau biasa disebut dengan dekomposer. Contoh sampah organik di antaranya adalah sampah sisa dapur, dedaunan, kulit buah, sayuran, dan lain-lain.

Sampah anorganik

Sampah anorganik atau non-organik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan proses industri. Sebagian sampah anorganik tidak bisa diuraikan oleh alam, sebagian lainnya bisa diuraikan dalam jangka waktu yang lama. Contoh sampah ini; botol plastik, kantong plastik, kaleng, kaca, dan lain-lain.

Nah, setelah tahu sekelumit tentang sampah organik dan anorganik, sudah saatnya kita harus memisahkan kedua jenis sampah tersebut. Lho kenapa?! Karena perlakuan terhadap organik dan anorganik tentunya berbeda. Sampah organik bisa kita olah kembali menjadi kompos (pupuk). Sedangkan, sampah anorganik yang tak bisa diurai, dapat kita daur ulang menjadi barang-barang yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, lingkungan tidak akan tercemar oleh sampah-sampah yang berserakan. Apalagi, sampah itu yang sulit terurai. Jika kamu sayang kepada bumi dan lingkungan, mari kita pisahkan sampah organik dan anorganik!   (JFK/Nov)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *