Hayooo.. siapa yang suka minum pakai sedotan? Ternyata, sampah sedotan plastik sekali pakai ini, menduduki peringkat kelima penyumbang sampah plastik di dunia lho, Kids!

Perlu diketahui Kids, setiap tahunnya, sekitar sepertiga biota laut termasuk terumbu karang, dan bahkan burung laut, mati karena sampah plastik termasuk sedotan plastik sekali pakai yang berakhir di lautan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat terumbu karang berperan besar melindungi pantai dari erosi, banjir pantai, dan peristiwa perusakan lain yang diakibatkan oleh fenomena air laut. Terumbu karang juga merupakan tempat mencari makanan, tempat asuhan, dan tumbuh besar bagi berbagai biota laut.
Rata-rata setiap orang menggunakan sedotan sekali pakai sebanyak 1-2 kali setiap hari, dan perkiraan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang yang berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw). Ukuran sedotan bermacam-macam, namun umumnya sedotan berbahan plastik tipe polypropylene dan didisain untuk tahan seumur hidup, butuh waktu yang sangat lama untuk dapat hancur dan terurai. Fakta ini tentu sangat mengkhawatirkan dan berbahaya karena semakin lama keberadaannya di laut akan menjadi microbeads dan mudah termakan oleh hewan laut.

Gerakan KFC #NoStrawMovement bersama Hendra Yuniarto (General Manager Marketing KFC Indonesia), Swietenia Puspa (Inisiator Divers Clean Action), dan musisi serta pemerhati lingkungan Kaka dan Ridho Slank.

KFC, restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng ini telah mencanangkan gerakan #Nostrawmovement pada tahun 2017 lalu. Gerakan tanpa sedotan plastik ini menjadi gerakan nasional dimana 630 gerai KFC di seluruh Indonesia tidak akan menyediakan langsung sedotan plastik dengan menghilangkan dispenser sedotan dan mengajak konsumen untuk tidak menggunakannya kecuali sangat membutuhkan. Pencanangan gerakan ini bersamaan dengan peringatan Hari Terumbu Karang 2018 yang dirayakan setiap tanggal 8 Mei.
Dimulai dengan enam gerai di Jakarta pada 2017, lalu meluas ke wilayah Jabodetabek sejak akhir 2017, gerakan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dimana KFC mengajak konsumen untuk turut peduli kepada keselamatan laut dan kehidupannya dengan menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran KFC atau dimanapun mereka menikmati minuman.
“Sejak dilaksanakannya gerakan ini, pemakaian sedotan plastik di gerai KFC secara bertahap mengalami penurunan hingga 45% di setiap gerainya. Jumlah total pengurangan sedotan di seluruh gerai KFC di Jabodetabek itu bila dijadikan garis lurus setara dengan 275 kali tinggi Monas. Dengan gerakan ini kami berharap dapat semakin mengurangi penggunaan sedotan plastik dan berkontribusi dalam penyelamatan laut Indonesia,” ungkap Bapak Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia. (Retno)

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *