Sore hari, Mita menonton TV dengan Mamanya. “Miauo… Miauo…” “Ma, ada anak kucing imut di pekarangan tuh, tadi siang Mita mau ambil eh galak banget!” cerita Mita pada Mamanya. Mita pun bergegas ke teras melihat anak kucing yang tadi siang ia lihat. “Wah, anak kucingnya lagi minum susu ibunya,” gumam Mita.

Keesokan harinya, di sekolah Mita menceritakan tentang anak kucing itu. “Luci, di pekarangan rumahku ada anak kucing. Tetapi aku bingung kenapa galak banget ya? Bagaimana caranya supaya jinak?” tanya Mita  meminta nasehat dari Luci yang sudah terbiasa memelihara kucing di rumahnya. “Kamu sapa saja kucingnya setiap kamu ketemu, beberapa kali kamu sapa, pasti kucingnya nggak galak lagi,” jelas Luci.

Sepulang sekolah, Mita bergegas menuju ke teras rumahnya, tidak sabar ingin menyapa anak kucing imutnya. “Hai imut, aku panggil kamu apa ya? Bagaimana kalau Yingying? Karena kecil, imut, terus kupingnya panjang hehehe…” ucap Mita perlahan teringat pada tikus yingying yang kecil sekepalan tangan anak bayi. Tidak berapa lama anak kucing tersebut pun sudah mulai ramah pada Mita.

Sore harinya Mita ikut dengan Mama belanja ke mall. “Ma, boleh beli makanan kucing?” ucap Mita membujuk Mamanya. “Wah, anggaran belanja Mama nambah dong, bagaimana kalau pakai uang jajan Mita?” ucap Mama sambil mengelus rambut Mita yang panjang. “Oke Ma, uang jajanku potong saja setengahnya,” tutur Mita riang dan berlari menuju rak pajang makanan kucing.

“Miauo… Miauo…” Mita bergegas ke pekarangan ketika mendengar suara anak kucing. “Mama, anak kucingnya ada tiga, dan imut-imut semuanya! Hehe kemarin cuma satu kenapa sekarang ada tiga?” ucap Mita bingung. “Wah, kamu punya tugas berat nih Mit untuk mengurus tiga anak kucing…” lanjut Mama.

“Ma, aku boleh minta uang jajan nggak?” tanya Mita usai sarapan pagi. “Kok tidak dipotong  Ma, kemarin buat beli makanan kucing?” tanya Mita kepada Mamanya. “Mama senang kamu bertanggung jawab dan mau uang jajan kamu dipotong. Mama tidak potong supaya kamu bisa menabung setengahnya untuk keperluan anak-anak kucing kamu,” jelas Mama pada Mita yang terkejut. “Terimakasih Mama, aku janji uang ini setengahnya aku tabung buat keperluan anak-anak kucing yingyingku,” ucap Mita riang.

 

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *