Yayasan Wakaf Paramadina melantik Rektor Universitas Paramadina periode 2021 – 2025, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., bertempat di Aula Firmanzah, Gedung C, Universitas Paramadina. Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, Bapak Hendro Martowardojo, mengatakan, perkembangan pesat teknologi memberikan tantangan yang dinamis terhadap kehidupan masyarakat, termasuk penyesuaian dalam bidang pendidikan, sehingga Rektor baru Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., PhD. diharapkan dapat membuat berbagai lompatan strategis bagi Universitas Paramadina.

“Peningkatan daya saing para lulusan Universitas Paramadina yang siap menghadapi tantangan globalisasi masa depan secara mandiri dan inovatif, tim dosen yang mampu meramu pembelajaran dan mentransfer ilmu dalam ruang maya maupun tatap muka secara kreatif, masalah tata kelola, akreditasi program studi, meningkatkan penelitian, publikasi, hingga membangun sinergi yang lebih erat di lingkungan internal maupun eksternal dengan jaringan nasional maupun internasional merupakan harapan capaian kedepannya dengan menerapkan nilai-nilai Paramadina yang inklusif, nilai-nilai moral dan budaya bangsa,” ujar Bapak Hendro Martowardojo.

Bapak Hendro Martowardojo berharap Prof. Didik J. Rachbini mampu mengemban tugas dengan baik dan sanggup mempertanggung jawabkan amanah yang diberikan. “Pada kesempatan ini pula, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dr. Dra. Prima Naomi, M.T., selaku Pejabat Rektor sebelumnya, atas dedikasi dan suri tauladan yang baik selama memimpin Universitas Paramadina pada rentang waktu pergantian Rektor,” ujar Bapak Hendro Martowardojo.

Yayasan Wakaf Paramadina (YWP) mempunyai visi menatap masa depan dengan kesadaran kebhinekaan sosial (pluralisme) dalam satu wadah tatanan politik yang adil, terbuka, dan demokratis. Hal ini terumuskan melalui integrasi keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan; mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia; penghormatan pada harkat dan martabat manusia.  Adapun misi YWP adalah mewujudkan pusat keunggulan kajian Islam, sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosial-politik dan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi; mengembangkan dan menerapkan metode-metode pengembangan cara berpikir efektif sehingga tumbuh perilaku warga Muslim Indonesia yang berperadaban, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok masyarakat; membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan sumber daya manusia yang dihadapi oleh sektor-sektor pembangunan nasional yang strategis; mengembangkan Paramadina sebagai institusi yang berkemampuan tinggi.

(Foto : Ist)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *