Yayasan Ruangguru dan Google Ajak Siswa dan Guru Cerdas Berinternet

Di era digital saat ini, internet sudah menjadi kebutuhan, ya, teman-teman. Segala informasi apapun bisa kita dapatkan dengan mudah lewat internet, baik konten positif maupun negatif. Nah, bila kita tak bijak menggunakannya, bisa-bisa internet menjerumuskan penggunanya pada hal-hal yang tak diinginkan.

Yups, data menunjukkan, meskipun  1 dari 3 anak terkoneksi dengan internet, mereka tidak dibekali dengan kemampuan dan literasi internet yang memadai. Hal itu disampaikan oleh Kak Melania Niken Larasati, Manajer Yayasan Ruangguru pada acara bincang media, beberapa waktu lalu.

Media sosial, adalah salah satu yang paling banyak diakses orang di internet. Rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan 3 jam 23menit di media sosial. Kak Melania pun memaparkan fakta-fakta yang cukup memiriskan, antara lain  masih banyak sekali ditemukan cyberbullying alias penindasan dunia maya pada anak atau remaja.  Bahkan, berdasarkan data, 40 persen anak korban bullying di Indonesia memutuskan bunuh diri. Ironis sekali, bukan?

Selain cyberbullying, dampak negatif  lain akibat penggunaan internet yang tak bijak adalah timbulnya intoleransi. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh UIN (Universitas Islam Negeri) di Jakarta tahun 2018, ditemukan bahwa 50,89% anak usia sekolah belajar agama dari internet. Dan, 50,95% dari mereka menyetujui pandangan ekstremisme. Tentu saja hal ini perlu diwaspadai.

Nah, guna membangun ketahanan digital terhadap radikalisme dan intimidasi, dan meningkatkan literasi digital siswa dan guru di seluruh Indonesia, Yayasan Ruangguru berkolaborasi dengan Google.org meluncurkan sejumlah konten video edukatif dalam program Yuk Cerdas Berinternet!

Kini, 27 materi yang mencakup tema Bersikap di Internet, Berpikir Kritis di Internet, dan Mengelola Diri di Internet bisa diakses oleh siswa SMP dan SMA sederajat di seluruh Indonesia secara gratis dalam aplikasi Ruangguru, di bawah topik Yuk Cerdas Berinternet!

“Kami berharap Yuk Cerdas Berinternet! mampu meningkatkan pemahaman guru-guru dan siswa terhadap konsumsi informasi digital dan penggunaan internet yang produktif dan bertanggung jawab, mengingat banyaknya konten negatif di dunia maya dan tingginya paparan konten tersebut pada pelajar di Indonesia,” tutur Kak Melania.

Yuk Cerdas Berinternet! Terdiri dari 3 tema besar. Lalu dikerucutkan lagi menjadi 10 sub-topik yang spesifik, di antaranya Cerdas Berinternet, Interaksi Digital yang Baik, Menemukan Informasi yang Valid, Kenali Kesalahan Berpikir, dan lainnya.

Selain menyediakan konten edukatif, Yayasan Ruangguru juga sudah memberikan pelatihan awal materi Yuk Cerdas Berinternet! kepada 300 guru di Tabanan, Palembang, Samarinda, Cilacap, dan Bandung agar guru dapat mengaplikasikan materi digital ini di pembelajaran kelas.

“Lewat Yuk Cerdas Berinternet! Kami membagi informasi-informasi yang belum tercakup di sekolah, seperti isu-isu sosial misalnya mengatasi ujaran kebencian, dan sebagainya. Sehingga diharapkan siswa punya ketahanan digital, lebih bijaksana dalam mengambil keputusan yang ke depannya akan membantu mereka dalam bekerja maupun bersosialisasi,” ungkap Kak Ryan Rahardjo, Public Policy & Government Affair Manager Google Indonesia yang mewakili Google.org.

Ia berharap, kurikulum yang telah dikembangkan di bawah program Yuk Cerdas Berinternet! dapat membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dan cerdas dalam memanfaatkan internet secara positif di era industri 4.0.

Program Yuk Cerdas Berinternet! adalah salah satu dari tiga program di bawah payung Indonesia Spirit Rejuvenation (Inspire) Project persembahan Google.org. Inspire Project menggabungkan empat organisasi sosial lainnya untuk meningkatkan literasi digital bagi seluruh pengguna internet di Indonesia, yaitu Maarif Institute, Cameo Project, Peacegen, dan Love Frankie.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *