Wow, Pocari Sweat Run Virtual 2020 Bakal Obati Kerinduan Runners, Nih!

Moms dan Dads pehobi olahraga lari? Pasti sudah kangen berat ya ikut ajang lomba lari. Misalnya family run bersama keluarga, hingga lari jarak jauh atau maraton.

Seperti yang dialami oleh Mom Farida (32). Wanita yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah SMA swasta di Jakarta ini, penggemar berat olahraga lari. Berawal dari ingin mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, ia memilih lari yang merupakan olahraga murah dan mudah. Ujung-ujungnya, ia jatuh cinta pada lari hingga detik ini. Lari di pagi hari pada Sabtu dan Minggu, adalah makanan  kesehariannya. Ia sanggup menyelesaikan rute lari 5 km tanpa masalah, bahkan lebih daripada itu.

Beberapa ajang lari pun pernah ia ikuti. Selain untuk mengukur kemampuan larinya, bertemu dan berinteraksi dengan sesama komunitas pecinta lari dalam ajang tersebut, merupakan kebahagiaan tersendiri. Tapi, pandemi Covid-19 merusak segalanya. Sejak menyerang Indonesia pada Maret 2020 lalu, banyak event lari ditiadakan, mulai dari skala kecil hingga besar. Rindu berat, itu yang ia rasakan. Suasana keramaian, mulai berlari dari garis ‘Start’, berpeluh, tertawa berbagi kebahagiaan bersama pelari lain saat berhasil mencapai garis Finish, hingga mendapat kalungan medali apresiasi, kerap ia bayangkan.

Lari Virtual

Farida tak sendiri, ribuan bahkan ratusan ribu pecinta lari, merasakan hal serupa. Walau kini kita sudah memasuki masa normal baru, event lari yang mengharuskan adanya kerumunan banyak orang, belum bisa direalisasikan karena Covid-19 belum usai. Entah sampai kapan hal ini akan berlangsung.

Namun, Moms, Dads maupun para runners di seluruh Indonesia tak perlu berkecil hati.  Ada kabar gembira nih dari POCARI SWEAT, minuman isotonik pengganti cairan tubuh. Pada hari Senin (13/07) kemarin, melalui virtual konferensi pers di Jakarta, mereka mengumumkan akan menggelar event lari akbar yaitu Pocari Sweat Run VIRTUAL 2020 pada tanggal 16 Agustus 2020 serentak di seluruh Indonesia. Tentu, ajang yang ditunggu-tunggu ini akan menjawab kerinduan para pecinta lari di manapun berada. Ada 2 kategori lari yang bisa dipilih peserta, yakni 5K dan 10K.

Ya, sejak Pocari Sweat Run mulai digelar pada tahun 2014 lalu, animo masyarakat sangat tinggi. Sebagai gambaran saja, pada event terakhir tahun lalu (2019), kapasitas peserta langsung terisi tak sampai sejam sejak pendaftaran dibuka. “Tahun 2019 lalu, Pocari Sweat Run digelar di Bandung. Terjual 10.000 tiket dalam waktu 45 menit. Animo di tahun 2020 juga tak kalah besar yang tadinya rencana digelar di Bandung dan Solo. Telah terjual 11.000 tiket di Bandung dalam 29 menit, dan 10.000 tiket di Solo dalam waktu 25 menit. Namun, karena pandemi Covid-19, event Pocari Sweat Run 2020 di Bandung dan Solo terpaksa dibatalkan,” ujar Melanie Putria, artis sekaligus pelari yang menjadi MC acara konferensi pers virtual.

Euforia Offline ke Online

Nah, sebagai penggantinya, Pocari Sweat menghadirkan inovasi Pocari Sweat Run VIRTUAL 2020. Ajang lari virtual ini merupakan adaptasi Pocari di era new normal untuk terus mengajak masyarakat bergerak aktif dan menjalankan hidup sehat. Bagaimanapun, olahraga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit, termasuk  virus Corona. Tentu saja, dalam pelaksanaannya, tetap harus dibarengi dengan protokol kesehatan yang memadai.

(kiri – kanan) Melanie Putria (Host dan Selebrity Runner), Puspita Winawati (Marketing Director PT. Amerta Indah Otsuka), Sahila Hisyam (Selebrity Runner) dan Agus Prayogo (Atlet Lari Nasional Indonesia) pada acara virtual press launch, Senin (13/07)

Jujur saja, virtual run bukanlah ajang baru di Indonesia. Beberapa kegiatan serupa pernah digelar.  Lantas, apa yang membedakan Pocari Sweat Virtual Run 2020 dengan yang lain? Sambil tersenyum, Puspita Winawati selaku Marketing Director PT. Amerta Indah Otsuka menegaskan, pengalaman berlari virtual di ajang ini akan sangat mendekati interaksi di event lari regular. “Selama ini, virtual run yang digelar berlangsung satu arah, tidak ada interaksi. Jadi hanya antara kamu (peserta) dan gadget saja. Setelah selesai berlari, submit (kirim) data lari semisal jarak, waktu tempuh, dan sebagainya. Sementara di event ini, kami mencoba konsep baru, berusaha memindahkan euforia lari offline ke online,” katanya.

Ia melanjutkan, sama halnya dengan event offline, peserta juga akan diajak untuk menikmati rangkaian acara mulai dari stretching (peregangan), real time flag-off ceremony, live streaming hingga host-interactions. “Ada interaksi antara host yang nantinya dibawakan oleh Daniel Mananta dengan peserta, sehingga peserta tidak hanya berlari sendirian tetapi dapat saling berinteraksi meskipun melalui virtual, ada pula hiburan (online entertainment) setelah peserta selesai berlari,” katanya menjanjikan.

Untuk ajang lari virtual ini, Pocari Sweat menggandeng Run ID dan JOOX sebagai partner pelaksana event dan live streaming, serta didukung oleh Sony, Asics, Alfamart, Soyjoy, Garmin, Oakley, dan SPPOI Eminence. Para peserta juga akan dihibur oleh penampilan dari Diskopantera setelah sampai di garis finish.

Bebas Berlari di Mana Saja

Sesuai namanya, virtual run, para pecinta lari bisa ikut merasakan keseruan berlari dan mendapatkan medali seperti halnya event lari konvensional. Bedanya, pelari tak perlu berkumpul di lokasi event secara bersamaan, melainkan bebas memilih berlari di manapun berada. Entah itu di dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor) dengan rute yang ditentukan sendiri. Aktivitas bisa dilakukan dalam bentuk lari, joging atau menggunakan kursi roda bagi penyandang disabilitas. Lokasi bisa dilakukan di jalanan, jogging track, di jalur trail, di taman sekitar rumah, atau berlari di atas treadmill di dalam ruangan. “Bisa di mana saja sesuai kenyamanan, tapi waktunya dilakukan berbarengan dengan peserta lainnya, di jam yang sama,” ujar Wina.

Atlet Lari Nasional Indonesia, Agus Prayogo, sangat menyambut baik kegiatan ini. Agus, yang masih rutin latihan setiap hari di Bandung mengaku kalau semangat lari-nya sempat kendur akibat adanya pandemi. Namun, dengan adanya ajang lari virtual, diharapkan bisa mencambuk motivasi para runners, termasuk dirinya. “Ini pertama kalinya saya ikut lari virtual, pengalaman baru yang pastinya menyenangkan,” ujarnya.

Di acara Pocari Sweat Run Virtual 2020 nanti, Agus akan mengambil jarak tempuh 10K dan akan lari secara live. “Udah kebayang banget gimana keren-nya acara ini. Semoga event ini bisa mengobati kerinduan para runners dan mengobarkan kembali semangat berlari mereka,” katanya.

Hal senada dirasakan oleh Sahila Hisyam, Selebrity Runner yang juga hadir. Wanita cantik berusia 28 tahun ini mengaku bahwa semangat untuk olahraga lari agak menurun selama pandemi. Kalaupun lari, ia hanya menempuh jarak pendek sekitar 2-3 km saja. “Sekarang setelah tahu bakal ada event lari lagi, langsung semangat. Nanti aku mau lari di daerah dekat rumah saja, di Bogor. Di sana kan udaranya masih segar, hehe…” janjinya.

Terapkan Protokol Kesehatan dan Jaga Cairan Tubuh

Walau dilakukan secara virtual, para peserta tidak boleh melupakan protokol kesehatan. Disarankan oleh Agus, jika peserta memilih berlari di luar ruangan, misalnya di jalanan, tetap harus membawa masker. “Berlari di masa pandemi ini tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Lebih baik lakukan solo run atau lari mandiri, cari tempat yang sepi untuk berlari, nggak perlu ramai-ramai dan bergerombol. Ketika melakukan aktivitas lari, maskernya dilepas. Tapi jika di tengah aktivitas lari bertemu dengan kerumunan orang, pakai lagi maskernya,” anjurnya.

Saat beraktivitas lari, jangan lupa untuk tetap menghidrasi tubuh setiap menempuh jarak 1,5 – 2,5 km untuk mengganti cairan dan ion tubuh yang hilang

Selain itu ia mengingatkan agar pelari tetap terhidrasi agar tidak kekurangan cairan tubuh. Hal ini juga ditegaskan oleh Wina. “Dengan tetap mengedepankan #SafeRunning, Pocari Sweat mengajak para pelari untuk mengikuti protokol kesehatan. Pastikan kamu mengikuti panduan otoritas kesehatan mengenai aktivitas luar ruang. Kami juga mengingatkan para pelari untuk tetap menghidrasi tubuhnya di setiap 1,5 – 2,5 km,” katanya.

Pada kesempatan itu, Daniel Mananta menyampaikan antusiasme-nya untuk membawakan acara Pocari Sweat Virtual Run 2020.  “Acara ini akan mirip dengan event lari regular di offline. Saya akan berinteraksi dengan para peserta dan terus menyemangati mereka selama mereka berlari nanti. Udah nggak sabar, nih…” katanya.

Bukan Ajang Adu Cepat

Untuk diketahui, tujuan ajang lari ini bukan mencari pemenang yang berlari paling cepat, melainkan untuk bergerak sehat sambil bersenang-senang dan menjawab kerinduan akan event lari. “Ini bukan merupakan ajang kompetisi atau ajang cepat-cepatan. Tujuan event ini adalah untuk mengajak masyarakat tetap berolahraga aktif, terutama lari walaupun di tengah pandemi. Dengan cara bersenang-senang sambil dihibur. Mungkin pemenangnya nanti terdiri dari beberapa kategori, misalnya saja ‘best costume’, cerita pengalaman lari virtual terbaik, dan sebagainya,” katanya.

Wah, seru juga ya Moms dan Dads!  Yuk, ikut Pocari Sweat Run Virtual 2020. Pendaftaran akan dibuka mulai hari Rabu, tanggal 15 Juli 2020 pukul 13:00 WIB melalui website www.pocarisweat.id, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 175.000. Jangan sampai ketinggalan, sebab hanya tersedia 4000 slot saja untuk 2 kategori, yakni 5 K dan 10K.

“Nanti peserta akan mendapatkan masker dan finisher medal (medali). Dengan ikut serta, setiap pelari juga sekaligus telah menyumbangkan 3 buah masker yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutup Wina.

Pocari Sweat Run Virtual 2020 akan dilangsungkan secara serentak di seluruh Indonesia sehari sebelum HUT RI ke-75, yakni pada hari Minggu, 16 Agustus 2020 pukul 06.00 – 08.00 WIB. Untuk mencari tahu informasi registrasi lebih lanjut, bisa mengunjungi Instagram @pocarisportid.

Moms and Dads, sudah siap untuk berlari?

(Foto: Istimewa)

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *