Jauh di masa depan, perjalanan wisata ke luar angkasa sudah bisa dilakukan.  Karena teknologi yang sangat maju, pesawat luar angkasa  canggih dan mampu membawa banyak penumpang bisa dibuat banyak, dan semua orang bisa pergi ke luar angkasa. Ahli kimia bisa menemukan dan memroduksi bahan bakar pesawat luar angkasa dalam jumlah banyak sehingga perjalanan ke luar angkasa tidak mahal dan bisa dijangkau semua orang.

Tapi ada hal buruk yang terjadi dari semua kemajuan teknologi dan kebahagiaan  dari perjalanan ke luar angkasa. Begitu banyak perusahaan wisata ke luar angkasa sehingga mereka semua saling bersaing. Kadang, persaingan mereka sangat tidak sehat dan penuh kecurangan.

Nuna dan adik kembarnya Nina adalah pemilik perusahaan wisata luar angkasa termuda di dunia. Nama perusahaan wisata mereka adalah Wisata Bahagia. Mereka mewarisi perusahaan wisata ini dari kakek dan nenek mereka. Pada mulanya ayah dan ibu Nuna dan Nina tidak yakin mereka bisa memimpin perusahaan. “Kalian baru saja lulus Sekolah Dasar, memangnya bisa?” tanya ayah dan ibu Nuna. “Kami akan terus bekerja keras dan belajar, punya ide menarik, bertanggung jawab, disiplin, dan mau dikritik,” kata Nuna dan Nina. Dan ternyata Nuna dan Nina mampu memimpin Wisata Bahagia. “Nuna, belum ada perusahaan wisata khusus untuk anak-anak! Ayo kita jadikan Wisata Bahagia biro perjalanan untuk anak-anak,” kata Nina. “Ide bagus, Nina!” jawab Nuna.

Begitulah, Wisata Bahagia memperoleh untung banyak karena menjadi satu-satunya biro perjalanan untuk anak-anak. Tapi sayang sekali hal itu tidak berlangsung lama, karena perusahaan wisata luar angkasa lain mulai mengikuti apa yang dilakukan Nuna dan Nina. “Kita mulai merugi Nina, apa yang harus kita lakukan?” tanya Nuna. Nina mulai berpikir keras.

Suatu hari, Nina melihat sebuah pesawat luar angkasa yang rusak. Ternyata, mesin pesawat terkena sampah luar angkasa. Tiba-tiba, Nina mendapat ide. “Nuna, aku punya ide. Bagaimana kalau kita membuka usaha pembersihan sampah luar angkasa?” usul Nina. “Berarti kita harus meninggalkan usaha wisata kita,” kata Nuna. Nina mengangguk pelan. Apakah Nuna setuju? “Kita memang saudara kembar yang sehati, Nina. Aku sudah lama berpikir tentang dampak sampah luar angkasa bagi perjalanan wisata. Tidak ada perusahaan wisata  yang peduli akan dampak yang mereka timbulkan bagi lingkungan antariksa. Jujur saja, sewaktu kita menjalankan usaha wisata luar angkasa, kita juga tidak memikirkan sampah yang kita hasilkan! Ayo, kita tebus kesalahan kita. Aku yakin tidak ada perusahaan wisata yang mau menjalankan usaha pembersih sampah, hal itu tidak memberikan kebanggaan bagi mereka!” kata Nuna.

Nuna dan Nina mengubah pesawat-pesawat luar angkasa penumpang yang mereka miliki menjadi pesawat pembersih sampah luar angkasa. Mereka meraih keuntungan yang jauh lebih besar daripada waktu menjalankan usaha wisata, karena semua perusahaan wisata meminta Nuna dan Nina mengurus sampah luar angkasa yang mereka hasilkan.  “Ketika kita tidak mencari keuntungan, keuntungan datang pada kita,” kata Nuna. “Tapi bukan keuntungan yang kita cari, melainkan kepedulian terhadap luar angkasa,” tambah Nina. Perusahaan Wisata Bahagia milik Nuna dan Nina sudah tidak ada, tapi mereka memberikan kebahagiaan wisata dalam arti yang sesungguhnya, karena dengan tidak adanya sampah luar angkasa, keamanan dan kenyamanan akan terwujud.

 

 

 

 

Cerita: Seruni  Ilustrasi: Agung

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *