WiME Bahas Isu Gender dalam Sektor Pertambangan dan Energi

Apakah kamu mengenal seseorang, 2 orang atau lebih, wanita yang bekerja di sektor pertambangan dan energi? Entah itu Bunda, Tante, kerabat, tetangga, dan sebagainya? Apa pandangan kamu terhadap mereka, takjub kah?

Menjadi pekerja tambang bagi seorang pria adalah hal biasa, ya teman-teman. Namun jika pekerja tambang adalah seorang perempuan, hmm, mungkin sebagian orang akan mengerutkan kening dan bertanya-tanya, “memang tidak ada pekerjaan lain, yang cewek banget gitu, loh…” Tapi, sebagian orang lain justru kebalikannya, kagum dan sangat menghormati status pekerjaan mereka.

Ya, industri tambang maupun energi identik dengan maskulinitas, dunianya laki-laki. Banyak yang masih beranggapan bahwa pekerjaan ‘berat’ ini tak cocok untuk dijalani perempuan yang seringkali dianggap lemah. Namun, di zaman sekarang ini, permasalahan kesetaraan gender dalam pekerjaan juga kian tinggi didengungkan. Kaum perempuan, juga bisa berkarya sama baiknya dengan laki-laki, apapun jenis pekerjaannya.

Namun, fakta di lapangan masih menunjukkan, bahwa isu gender masih sering ditemukan dalam industri pertambangan dan energi. Antara lain terkait dengan rendahnya tingkat partisipasi perempuan, perbedaan perlakuan yang diterima dan kurangnya manfaat yang didapatkan oleh tenaga kerja perempuan.

Hal itulah yang dibahas dalam workshop dan seminar yang diadakan oleh WiME (Women in Mining & Energy) yang bertempat di Jiexpo Kemayoran pada tanggal 18-19 September 2019 lalu. WiME sendiri merupakan sebuah kelompok kerja yang bertujuan menginisiasi kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta dan para pemangku kepentingan lainnya melalui pendidikan dan pengelolaan pengetahuan untuk mengadvokasi kesetaraan gender di sektor pertambangan dan energi.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap dua bulan sekali dan dikemas dalam bentuk diskusi Ruang XY. Di sini, peserta bebas mengeluarkan pendapat tentang topik yang diberikan. Ini merupakan kegiatan ke-5 dari total kegiatan yang telah dilakukan,”ujar Ibu Noormaya Muchlis selaku Executive Director dari WiME.

WiME (Women in Mining & Energy) mengadakan workshop dan seminar yang membahas isu gender yang sering ditemukan dalam industri pertambangan dan energi pada tanggal 18 – 19 September 2019 dalam bentuk diskusi Ruang XY di JIEXPO Kemayoran, Jakarta

Topik hari pertama membahas stereotip pekerja wanita sektor tambang dan energi dalam pandangan masyarakat. Salah satu pembicara, Ibu Meidawati, Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE) menceritakan bahwa keberhasilannya dalam karir di dunia pertambangan dan energi tidak lepas dari dukungan semua pihak organisasi, rekan kerja, serta peran keluarga yang selalu memotivasinya. Ia mengatakan bahwa profesionalisme dalam bekerja mutlak harus dijunjung tinggi tanpa membedakan gender ataupun latar belakangnya.

Sementara topik pada hari kedua seminar lebih fokus kepada wanita yang bekerja pada tambang artisanal (tambang rakyat tradisional). Pada kesempatan itu, Bapak Bardolf Paul selaku Technical Advisor dari Yayasan Tambuhak Sinta menceritakan para wanita di desa Tewang Pajangan diberikan edukasi mengenai tata cara penambangan tradisional dengan memberikan dampak yang minimum pada lingkungan dan kesehatan wanita dan anak.

Ibu Meri Geraldine, pendiri Garden of the Sun, sebuah perusahaan perhiasan berbasis di Bali, menanggapi permasalahan lingkungan dan kesehatan ini dengan ikut melakukan pembinaan para wanita penambang rakyat untuk tidak menggunakan merkuri – logam berbahaya – dalam kegiatan penambangan emas.

Selain Ibu Meidawati, Ibu Meri Geraldine dan Bapak Bardolf Paul, terdapat pula beberapa pembicara lain dalam workshop WiMe tersebut, yakni Ibu Febriany Eddy (Deputy CEO PT Vale Indonesia Tbk), Ibu Marjolijn Wajong (Executive Director Indonesian Petroleum Association), Bapak Tino Ardhanto (President Director Micromine Indonesia), Ibu Velisia Gunawan (Financial Director Orica Mining Service), Ibu Lana Sariah (Kasubdit Keselataman Pertambangan ESDM) dan Bapak Adrianus Maliala dari Ombusdman Indonesia.

“Kami akan berupaya terus melaksanaan kegiatan Ruang XY ini sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi para kaum perempuan Indonesia untuk terus berkarya terutama bagi mereka yang bekerja di sektor tambang dan energi yang merupakan dunia yang didominasi oleh pria,” tutup Ibu Noormaya.

Nah, bagi kalian yang juga perempuan, jangan pernah ragu mencapai apapun profesi impianmu kelak, ya! Meskipun itu adalah suatu pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh laki-laki.

Foto: Istimewa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *