Siapa yang tidak kenal Tokopedia. Situs jual beli online tersebut sudah cukup familiar di telinga masyarakat. Tapi, siapa sangka kalau di balik kesuksesannya, terselip cerita yang sangat menginspirasi dari sang pendiri.

Ya, William Tanuwijaya, pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara, 11 November 1981 ini sebelumnya pun tidak pernah menyangka kalau usaha yang dirintisnya dengan susah payah itu, akan berbuah kesuksesan seperti saat ini.

Sedikit menengok ke belakang, kisah bermula kala William lulus SMA dan merantau ke Jakarta di tahun 1999. William yang berasal dari keluarga sederhana itu, menuruti keinginan sang Ayah dan sang Paman yang menginginkan dirinya agar bisa memperoleh pendidikan yang lebih baik di Jakarta. Sayang di tahun ke-dua perkuliahannya, sang Ayah jatuh sakit sehingga William harus mencari kerja sampingan agar bisa terus melanjutkan kuliahnya.

Karena Kepepet

Bermula dari “kepepet” begitulah kata William, ia pun terpaksa harus mencari kerja sampingan. Saat itulah William kemudian bekerja sebagai penjaga warnet di dekat kampusnya (Universitas Bina Nusantara). Selama 3 tahun lamanya, ia menjaga warnet setiap malam (mulai pukul 09.00 malam hingga pukul 09.00 pagi) demi untuk bisa membiayai kuliahnya. Bekerja di warnet membuat William bisa menggunakan internet secara gratis setiap hari yang membuatnya jatuh cinta pada dunia internet (digital).

Lulus kuliah di tahun 2003, berlatarbelakang kecintaan terhadap dunia digital membuat William pun bercita-cita ingin bekerja di perusahaan internet seperti Google dan Facebook. Sayangnya dua perusahaan internet raksasa tersebut tidak memiliki kantor di Jakarta. Akhirnya William bekerja sebagai pengembang game di Bolehnet. Tahun 2006 bekerja sebagai IT & Business Development Manager di Indocom Mediatama, lalu bekerja di beberapa perusahaan pengembang peranti lunak seperti TelkomSigma dan Sqiva Sistem. Dari situlah William bermimpi untuk punya perusahaan internet sendiri.

Gagal Berkali-kali

Tepatnya tahun 2007, William memiliki ide untuk mendirikan Tokopedia, sebuah startup jual beli online yang dapat menghubungkan pembeli dan penjual dari seluruh Indonesia secara gratis. Karena tidak memiliki modal, William pun memberanikan diri untuk mencari pemodal. Terbilang sulit karena ia harus menerima banyak penolakan. “Waktu itu saya tidak bisa berbahasa Inggris, jadi tidak bisa mempresentasikan ide saya dengan baik. Setelah selesai, investor itu bilang bahwa saya sudah membuang-buang waktu mereka,” cerita William mengingat salah satu bentuk penolakan yang harus diterimanya. “Ada pula yang memberikan alasan, industri internet belum ada yang berhasil di Indonesia. Ditambah lagi, saya juga dibilang tidak memiliki pengalaman di industri ini,” ujarnya.

Sejatinya, dalam kegagalan, kita justru bisa belajar banyak hal. Momen tersebut semakin meningkatkan semangat William untuk bisa mewujudkan mimpinya. Ia pun membuat janji untuk dirinya sendiri, apapun yang terjadi, ia harus bisa membangun Tokopedia agar masyarakat punya kesempatan yang sama untuk memulai segala sesuatu. Dan ia bersyukur memulai semuanya di usia yang relatif masih muda. “Sebagai generasi muda, kita  harus kreatif, berani mencoba hal baru, dan berani menghadapi kegagalan,” ucapnya.

Perjuangan Dua Tahun

Selama dua tahun, William terus berusaha tak kenal menyerah. Sang Ayah yang divonis penyakit kanker kronis, membuat William pun dituntut menjadi tulang punggung keluarga. Membuat semangatnya terus bergelora untuk berusaha meyakinkan orang-orang tentang potensi sebuah perusahaan internet. Maka pada tahun 2009, Tokopedia akhirnya dapat dijalankan setelah mendapat kepercayaan dari salah seorang pemodal. Ia mengumpulkan talenta-talenta terbaik negeri untuk bergabung di Tokopedia, meyakinkan para mahasiswa di berbagai universitas terkemuka.

Tepatnya 17 Agustus 2009, Tokopedia mulai meluncur ke publik. Memiliki misi pemerataan ekonomi melalui teknologi. Keberhasilan Tokopedia mengantarkan William sebagai salah satu pengusaha muda sukses tanah air. Setidaknya selama 9 tahun terakhir, William memperoleh berbagai penghargaan, salah satunya adalah Young Global Leaders pada tahun 2016, sebagai salah seorang pemimpin muda yang berpengaruh di dunia.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *