Angga Aldi Yunanda, aktor muda Indonesia berusia 21 tahun ini, terpilih menjadi Brand Ambassador Ruangguru. Angga merasa bersemangat karena bersama Ruangguru, ia dapat ikut serta membangun pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, seperti apa yang ia harapkan selama ini. Menariknya, Angga adalah salah satu figur publik yang menomorsatukan pendidikan dan merupakan siswa berprestasi saat sekolah dulu.

Angga lahir dan tumbuh di keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan

Ayah dari Angga adalah seorang guru sekaligus kepala sekolah di salah satu sekolah di Lombok. Ibunya pun juga berprofesi sebagai seorang guru. Hal inilah yang membuat kedua orang tua Angga memberikan dukungan penuh kepadanya dalam belajar.  Bahkan sewaktu Angga masih kecil, ia sering kali diajak orangtuanya saat mengajar.

Selalu mendapat juara 10 besar dari SD hingga SMA

Dukungan dari orangtua dan kebiasaan belajar dari sejak ia kecil, membuat Angga menjadi sosok yang memiliki rasa keingintahuan tinggi akan hal-hal baru dan membuatnya senang dengan kegiatan belajar. Karenanya, Angga menjadi siswa yang berprestasi dan selalu mendapat juara 10 besar. Tidak hanya dalam bidang akademik, Angga juga unggul di bidang non-akademik. Ia sering kali memenangkan lomba-lomba ekstrakurikuler yang diikutinya.

Dulu, Angga sempat ingin melanjutkan SMA di Jakarta dan bahkan sudah diterima di salah satu SMA Negeri. Namun karena tidak ada keluarga yang dapat menemaninya di Ibu Kota, kandaslah keinginan Angga untuk bersekolah di Jakarta dan ia kembali ke kota asalnya, Lombok. Dikarenakan banyak pendaftaran sekolah-sekolah di Lombok yang sudah tutup, membuat Angga harus menunggu selama 2 bulan untuk memulai belajar di SMA-nya. Meskipun tertinggal pembelajaran, Angga tetap berhasil mendapatkan juara 1 di kelas.

Merasakan sendiri perbedaan fasilitas belajar di daerah dengan di kota-kota besar

Sebagai siswa yang berprestasi, Angga juga sadar akan permasalahan pendidikan di daerahnya. Lahir dan tumbuh di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan fasilitas pendidikan yang belum sebaik di kota-kota besar lain, membuat ia sadar akan ketimpangan hasil belajar dan pengembangan siswa di daerah dengan siswa di kota besar. Oleh karena itu, ia sangat bersemangat bergabung dengan Ruangguru dalam upaya pemerataan pendidikan, sehingga siswa-siswa di daerah bisa mendapatkan akses belajar dan ilmu pengetahuan yang sama baiknya.

Tetap kuliah di tengah kesibukannya berkarir

Sebagai seseorang yang berprestasi dan memiliki kepedulian akan pendidikan di Indonesia, membuat Angga menjadi figur publik yang tetap memprioritaskan pendidikannya. Hal itu terbukti karena Angga sempat menolak 4 tawaran produser untuk memainkan sebuah peran dan lebih memilih untuk fokus belajar. Walaupun menurutnya itu adalah keputusan yang sulit, ia yakin bahwa kewajibannya dalam belajar tetaplah nomor satu.

Dari kisah Angga, kita dapat melihat bahwa dukungan orangtua dalam belajar adalah hal utama yang mendukung proses pencapaian prestasi anak. Pembiasaan kegiatan belajar sedari kecil juga dapat menumbuhkan antusias seorang anak ke depannya dalam belajar, sehingga ilmu yang diserap menjadi lebih maksimal. Juga, penanaman prinsip yang kuat tentang pentingnya menuntut ilmu kepada anak akan “dibawa” sampai ia dewasa, seperti Angga yang terus mendahulukan pendidikan di urutan teratas prioritasnya. Prinsip tersebut juga dapat memunculkan kepedulian seorang anak terhadap isu-isu pendidikan di sekitarnya, seperti rasa kepedulian yang Angga miliki terhadap ketimpangan akses dan fasilitas belajar di daerah.

Aktor muda yang sempat memenangkan Indonesian Movie Actors Awards 2020 ini merasa bersemangat dan bangga, dapat turut serta mendukung Ruangguru Squad yang tengah memperjuangkan mimpi mereka. Ia berharap, hadirnya teknologi yang dikembangkan Ruangguru, akan memberi kesempatan yang sama kepada siswa-siswi di seluruh Indonesia untuk mewujudkan harapan-harapan mereka.

Angga berpesan kepada siapapun yang sedang berjuang, untuk terus mengejar mimpi, meskipun mimpi itu terasa sangat jauh. Kita harus selalu berusaha dan optimis dalam belajar, karena menurut Angga, belajar adalah hal yang tidak akan ada habisnya dan tidak ada batas usia untuk melakukannya.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *