Bu Epon begitu terharu saat menerima Wakaf Card dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebuah lembaga kemanusiaan. Bu Epon yang sudah 20 tahun tinggal di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat tersebut, sehari-harinya berjualan nasi uduk. Berjualan nasi uduk sebanyak 3 liter sehari, Bu Epon hanya bisa mengantongi keuntungan bersih Rp.50.000 saja. Di usianya yang sudah menginjak 67 tahun, ia masih harus menanggung biaya anak-anaknya yang masih bersekolah.

Seperti diketahui, saat ini ada sekitar 25.14 juta jiwa masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal itu pun rupanya menjadi perhatian tersendiri bagi ACT yang kemudian meluncurkan program kemanusiaan “Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI)”. “SKPI adalah program pemberian beras dan air minum secara gratis kepada keluarga-keluarga prasejahtera di kawasan Jakarta,” jelas Ahyudin, Ketua Dewan Pembina ACT.

Untuk itu, ACT membagikan wakaf card berupa kartu digital layaknya kartu ATM, yang dapat digunakan untuk mengambil beras maupun air minum. Ditargetkan sebanyak 10.000 KK yang akan menerima wakaf card tersebut. Adapun beras dan air minum yang dibagikan, berasal dari lumbung beras dan air minum wakaf yang pendanaannya berasal dari para donatur yang mewakafkan hartanya.

“Kami akan bagikan beras wakaf lima kilogram (kg), wakaf air mineral, dan wakaf card kepada 10 ribu masyarakat prasejahtera setiap bulannya. Sebagai langkah awal, program ini baru menjangkau wilayah Jakarta saja. Insyaa Allah ke depannya juga bisa menjangkau daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia,” tutup Sri Eddy Kuncoro, Direktur Philanthropy Distribution Center ACT.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *