Siapa sih yang mau giginya ompong atau tanggal? Selain mengganggu proses pengunyahan, secara estetika, gigi tanggal kurang sedap dipandang. Wajar jika hal ini dialami oleh anak-anak usia 5-6 tahun, dimana pada usia ini, gigi susu biasanya akan tanggal dan digantikan oleh gigi tetap atau gigi permanen.

Namun, masalah baru akan muncul jika yang tanggal atau ompong adalah gigi tetap kita. Sebab, gigi tetap ini tidak akan tumbuh lagi, dan ini akan menjadikan kita ompong seukur hidup. Memang, gigi yang tanggal bisa digantikan oleh gigi palsu. Namun, itu perlu biaya dan perawatan. Bagaimanapun, mempertahankan gigi asli lebih baik daripada gigi palsu. Apalagi bila kita kehilangan gigi karena kurang kurang menjaga kesehatan gigi dan mulut, bukan karena faktor lain misalnya kecelakaan, atau penyakit tertentu.

Ya, sayangnya masyarakat Indonesia masih sering mengabaikan kesehatan gigi dan mulutnya. Bahkan berdasarkan Riset Kesehatan dasar 2018,  data mencatat 94,9% masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Selain kurangnya kesadaran, persebaran dokter gigi yang belum merata serta faktor biaya juga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi.

drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc

Hal tersebut diungkapkan oleh drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Beauty and Personal Care Unilever Indonesia. “Akibatnya, dari 57% masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi – itu pun umumnya karena sudah merasa sangat kesakitan,” ujarnya dalam acara konferensi pers virtual Pepsodent Serukan “Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi” #KonsultasiGigiSekarang, Senin (23/03).

Padahal, menunda ke dokter gigi dapat menyebabkan masalah yang lebih besar. Tidak hanya dari sisi biaya yang pasti akan membengkak, permasalahan juga akan terus terekskalasi hingga risiko terburuk, yaitu gigi tanggal. drg. Ratu Mirah melanjutkan, “Tercatat rata-rata pada usia 35-44 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 2 giginya, jika tidak ada perubahan kebiasaan merawat gigi dan mulut dengan benar serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi, keadaan ini bisa semakin memprihatinkan. Faktanya, rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya.” Duh!

drg. Usman Sumantri, MSc

Dampak gigi ompong atau tanggal itu memang tidak enak. Hal ini ditegaskan oleh drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). “Kalau nggak punya gigi, fungsi pengunyahan terganggu sehingga pencernaan makanan pun menjadi berat. Akibatnya absorpsi (penyerapan) zat-zat makanan pun menjadi terganggu,” ujarnya. Belum lagi secara estetika, gigi tanggal bisa mempengaruhi kepercayaan diri orang tersebut, apalagi bila ia masih berusia muda.

“Jika sudah banyak gigi yang hilang maka otot-otot wajah pun akan turun dan mempercepat orang menjadi lebih tua dari umur sebenarnya. Selain itu akan menjadikan orang tidak percaya diri. Ini tentu bisa membuat kualitas hidupnya menjadi menurun,” katanya. Ia kembali menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. “Kalau bisa, di usia 65 tahun, belum ada gigi yang tanggal karena kesehatan gigi dan mulut terjaga sejak kecil,” katanya.

Lebih lanjut, drg. Usman menekankan untuk mencegah permasalahan gigi dan mulut termasuk gigi tanggal, dengan 2 langkah sederhana. Yakni menyikat gigi 2 kali sehari, pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur. Serta melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Seperti sudah disebutkan di atas, salah satu keengganan masyarakat Indonesia mengunjungi dokter gigi adalah persebaran dokter gigi yang belum merata. Terkait hal ini, drg. Usman menyebutkan saat ini jumlah dokter gigi di Indonesia masih belum ideal. “Jika dibandingkan dengan rekomendasi WHO yaitu 1 dokter gigi untuk 7.500 orang, di Indonesia faktanya 1 dokter gigi bertugas melayani 9.565 orang. Selain itu, keberadaan dokter gigi, terlebih dokter gigi spesialis, memang masih terpusat di perkotaan,” ujarnya.

Maudy Koesnaedi

Menyadari kebutuhan yang tinggi akan perawatan kesehatan gigi dan mulut, Pepsodent bersama PDGI memperluas akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi semua orang melalui layanan teledentistry gratis “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” (di nomor WhatsApp: 0878-8876-8880). Diluncurkan pada 2020, hingga kini tercatat 21.488 sesi layanan telah diberikan, dengan tingkat kepuasan yang sangat baik.

Dijelaskan oleh drg. Ratu Mirah, selama 1 April – 30 Juni 2022, konsultasi akan diberikan oleh ribuan dokter gigi dari 100 PDGI cabang. Secara khusus, 23 PDGI cabang juga akan memberikan edukasi dan tindakan perawatan kepada masyarakat. Selain itu, 300 orang “Pepsodentist”, yaitu relawan dokter gigi swasta di seluruh penjuru Indonesia yang akan ditampilkan dalam Dentist Locator di situs Tanya Pepsodent juga akan ikut berpartisipasi.

Layanan teledestistry gratis ini juga sangat disambut baik oleh Maudy Koesnaedi, selebritas dan ibu satu anak. “Pergi ke dokter gigi sudah menjadi sudah menjadi rutinitasku dan keluarga, sehingga aku dapat terhindar dari berbagai permasalahan gigi dan mulut, termasuk gigi tanggal. Namun memang masih banyak masyarakat yang belum melakukannya karena berbagai kendala. Layanan teledentistry ‘Tanya Dokter Gigi by Pepsodent’ menjadi solusi yang tepat, mudah, dan sangat bermanfaat bagi semua orang. Apalagi ada fitur video call yang membuat sesi konsultasinya jadi lebih efektif dan menyeluruh. Jangan tunda lagi, cegah sakit gigi dengan memanfaatkan kesempatan ini!” tutupnya.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *