Indonesia Merosot di Peringkat ke-74 Dunia untuk Tingkat Kecakapan Bahasa Inggris ala EF EPI 2020

EF Education First kembali merilis EF English Proficiency Index (EF EPI) edisi tahun 2020. Untuk Moms dan Dads ketahui, ini merupakan survei global tahunan terhadap orang dewasa yang memperlihatkan tren kecakapan berbahasa Inggris di seluruh dunia. Kali ini, jumlah audiens survei yang terlibat paling banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Demikian dituturkan oleh Dr. Christopher McCormick, EF Executive Vice President for Academic Affairs pada jumpa pers virtual hari ini, Kamis (18/11).

EF EPI tahun ini menganalisis data 2,2 juta orang bukan penutur asli bahasa Inggris dari 100 negara dan wilayah. Untuk hasilnya, negara Eropa mendominasi posisi 5 besar, yakni Belanda tetap menduduki posisi pertama, sedangkan Denmark dan Finlandia menyusul di posisi kedua dan ketiga.

Peringkat kecakapan bahasa Inggris 100 negara dunia

Sementara bagaimana posisi Indonesia? Menurun dari hasil tahun 2019 yang berada di posisi 61, Indonesia kali ini menempati urutan ke-74, tergolong memiliki kefasihan berbahasa Inggris low (rendah), di bawah negara Asia lain seperti Singapura (10), Malaysia (30), Korea Selatan (32), China (38), India (50), Jepang (55), maupun Vietnam (65).

Hasil ini bisa dibilang sangat buruk. Sebab, Indonesia sendiri pernah berada di posisi moderate (sedang) pada tahun 2017 yakni berada di urutan 39. Namun, sayangnya, setelah itu tingkat kecakapan bahasa Inggris Indonesia terus mengalami penurunan, hingga kini.

Dr. Christopher McCormick, EF Executive Vice President for Academic Affairs

“Walaupun tahun 2020 dapat dianggap sebagai tahun yang penuh tantangan, situasi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan kerja sama lintas batas. Sebagai bahasa pengantar global, Bahasa Inggris terus menyatukan manusia dari berbagai negara, dan EF EPI memuat wawasan berharga bagi para pembuat kebijakan dalam mengevaluasi dan memperkuat kemampuan pembelajaran bahasa bagi organisasi maupun pemerintah mereka,” terang Dr. Christopher McCormick.

EF EPI menggunakan nilai tes dari EF Standard English Test (EF SET), tes Bahasa Inggris standar yang tersedia secara gratis pertama di dunia. EF SET telah digunakan di berbagai negara oleh ribuan sekolah, perusahaan, dan pemerintah untuk tes berskala besar.

Indonesia, Masih Punya Potensi

Meskipun Indonesia masih berada di posisi rendah, ia menerangkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi dan kesempatan besar untuk mengejar ketertinggalan, mengingat Indonesia adalah negara yang multilangual (memiliki berbagai jenis bahasa daerah).

Tingkat kefasihan bahasa Inggris penduduk Indonesia dibandingkan negara lain di Asia menurut EF EPI 2020

“Memang bila dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia, masih tertinggal jauh. Tetapi kedua negara itu memiliki sejarah yang sama, yakni pernah dikuasai (jajahan) negara Inggris, sementara Indonesia tidak. Jadi, kedua negara itu setidaknya memiliki basic bahasa Inggris yang lebih kuat. Selain itu, masyarakat Indonesia juga banyak yang menguasai lebih dari 1 bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa daerah, yang tidak dimiliki oleh Singapura atau Malaysia. Ini menunjukkan masyarakat Indonesia sebenarnya berpotensi belajar dan menguasai bahasa asing,” terang Dr. Christopher McCormick.

Bahasa Inggris di Kalangan Anak-anak

Meskipun belum ada data survei, di kalangan usia yang lebih muda yakni di bawah 18 tahun, khususnya usia anak-anak, Christopher Lloyd, Operation Director Kids & Teens menerangkan bahwa tingkat penguasaan bahasa Inggris di Indonesia cukup memuaskan. “Selama belasan tahun saya berkecimpung di EF, saya melihat perkembangan bahasa Inggris anak-anak Indonesia sangat baik,” ucapnya.

Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak, ia menganjurkan agar orangtua tetap terlibat dalam proses pembelajaran, bukan hanya melibatkan guru di tempat kursus ataupun sekolah. “Bila orangtua tidak fasih berbahasa Inggris, bisa memanfaatkan aneka media untuk membantu proses pembelajaran anak, seperti gadget, laptop atau tablet. Tetaplah mendampingi anak, dengan demikian orangtua juga mau tak mau akan ikut belajar dan otomatis akan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka juga,” imbuh Lloyd.

Di masa pandemi ini, banyak lembaga pendidikan akhirnya menerapkan sistem belajar online. Hal ini juga dilakukan oleh EF. Meskipun begitu, sistem pembelajaran online ini bukan hal baru bagi EF. Seperti yang diungkapkan oleh Pierre Edgcumbe, Academic Operation Manager EF Adults. “Sejak tahun 1990-an, EF juga sudah menerapkan sistem pengajaran online. Jadi hal ini tidak masalah sama sekali. Baik online ataupun offline, sama baiknya. Hal ini tergantung dari bagaimana sistem pengajaran, interaksi guru dan murid serta keinginan murid sendiri untuk berkembang,” katanya.

Eropa dan Afrika, Meningkat

Ya, bagaimanapun, menguasai bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional sangat besar manfaatnya. Semakin banyak orang yang bertutur dalam bahasa Inggris, maka semakin bermanfaat pula Bahasa Inggris bagi individu, bisnis, maupun negara untuk dapat mengakses sumber daya dan peluang.

Hasil laporan EF EPI 2020 juga mengungkapkan bahwa di seluruh dunia, orang-orang berusia 26–30 tahun memiliki kecakapan bahasa Inggris tertinggi, dan orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun justru memperoleh nilai lebih baik dibandingkan orang-orang berusia 18–20 tahun.

Selain itu, meskipun kecakapan bahasa Inggris negara-negara Eropa secara konsisten kuat, kecakapan 27 dari 33 negara di benua tersebut mengalami peningkatan sejak tahun lalu. Kecakapan bahasa Inggris Rusia telah membaik sehingga negara ini kembali masuk ke dalam kelompok kecakapan Sedang, setelah tahun lalu sempat merosot ke kelompok kecakapan Rendah.

Tak hanya Eropa, rata-rata keseluruhan Afrika meningkat secara signifikan, tetapi kesenjangan antara negara dengan kecakapan tinggi dan negara dengan kecakapan rendah tetap lebar. Sebagian besar negara di benua ini masih belum memiliki data tes Bahasa Inggris yang dapat dimasukkan ke dalam EF EPI.

Untuk mengetahui hasil laporan EF EPI secara lengkap, Moms dan Dads dapat mengunduhnya di http://www.ef.com/epi.

Foto: Efa

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *