Singa raja hutan sudah lama sakit dan menunjuk Pa si jerapah sebagai wakil yang menggantikannya. Banyak yang tak suka pada Pa karena ia adalah seekor jerapah bukan bangsa singa. Tapi, Pa tak patah semangat dan terus bekerja dengan baik.

Suatu hari, para petinggi kerajaan memberikan tugas pada Pa. “Para penghuni Hutan Barat gelisah karena wabah hitam. Kami minta tolong padamu untuk mencari jalan keluarnya,” kata salah satu dari mereka. “Serahkan padaku,” jawab Pa. Wabah hitam adalah wabah misterius yang membuat bulu binatang yang tak hitam, menjadi hitam. Tak ada yang tahu apa penyebabnya.

Pa pulang ke rumahnya dan duduk lemas. “Jujur, aku bingung. Aku tak tahu penyebab wabah hitam yang menyerang binatang-binatang Hutan Barat,” gumamnya. “Hehehe,” terdengar suara terkekeh dan “Byur!”. Sesuatu jatuh ke dalam air. Rupanya, ada seekor binatang yang bersembunyi di pohon dan ia sekarang tercebur ke kolam kecil di rumah Pa. “Toloong!” teriaknya. Pa segera menolong binatang itu. “Seekor tupai? Mengapa kau menertawakanku?”  tanya Pa. “Maaf, tuan Pa, Anda selalu terlihat penuh wibawa di depan umum. Ternyata, Anda bisa bingung juga. Namaku Tu,” jelas si tupai. Pa tertawa senang. “Kau jujur sekali. Aku ingin berteman denganmu,” tutur Pa. Tu pun sangat gembira. “Aku datang untuk melapor soal wabah hitam. Aku tahu penyebabnya,” ujar Tu. Pa terkejut. “Kalau begitu, tolong beritahu aku,” pintanya.

Keesokan harinya, Pa dan Tu berjalan jauh. Mereka pergi ke Hutan Barat dan sampai di sebuah danau dengan air yang berwarna hitam. “Ini danau hitam. Binatang-binatang yang terkena wabah, mandi di sini dan menjadi hitam,” cerita Tu. “Mengapa mereka mandi di danau ini? Apa yang terjadi dengan Danau Barat yang luas tempat mereka biasa mandi?” tanya Pa bingung. Tiba-tiba, ia ingat taman pribadi Soki si serigala. Soki mendirikan taman di sebelah Danau Barat dan ia menjadikan danau itu miliknya.

Lantas, Pa pun menemui Soki. “Soki, wabah hitam terjadi karena kau menguasai Danau Barat. Binatang-binatang lain terpaksa mandi di danau hitam yang kotor,” jelas Pa. Soki minta maaf dan menyerahkan Danau Barat untuk tempat mandi binatang lainnya. Dia juga memperindah danau itu sehingga binatang lain bisa mandi dengan gembira.

Tak lama kemudian, Singa sang raja sembuh dari sakitnya. “Aku dengar tentang wabah hitam dan penyelesaiannya yang sempurna. Terima kasih, Pa,” tutur Raja. “Aku dibantu oleh seekor tupai baik bernama Tu, Yang Mulia,” jawab Pa. Mendengar itu, sang raja menjadikan Tu sebagai penasihat Pa. Berdua mereka menjadi binatang kepercayaan raja. (Teks: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *