“Aduuh gimana ini?” Nina menggaruk-garuk kepalanya.

“Ada apa, Nina?” tanya Giga teman Nina.

“Aku diajak pergi ke Villa Beringin di puncak sama paman bibiku. Aku nggak mau!” Nina merajuk.

“Lho, kenapa, kan asyik?” tanya Giga. “Villa-nya berhantu…,” kata Nina dengan mata membelalak. “Justru lebih asyik lagi!” seru Giga.

Karena Nina boleh mengajak teman, akhirnya dia mengajak Giga.

“Jangan takut, Nina, kalau nanti ada hantu, biar aku yang hadapin. Soalnya aku memang pingin ketemu! Jujur ya, aku nggak pernah ketemu hantu, hahaha!” kata Giga percaya diri.

Memang, di sekolah, Giga terkenal sebagai anak yang pemberani dan penyuka cerita seram.

Akhirnya mereka sampai di Villa Beringin. “Huuh, kok villa ini makin seram saja ya..,” keluh Nina. “Waah asyik banget villa-nya!” seru Giga.

Mereka disambut oleh pak Bubun, penjaga villa. Langsung saja Giga bertanya tempat mana saja di Villa Beringin yang seram-seram.

“Daerah yang paling seram di dekat danau… ada hantu putih!” kata pak Bubun.

Malamnya, Nina dipaksa Giga pergi melihat pepohonan dekat danau. Nina yang ketakutan memasang musik keras-keras di Ipod miliknya.

Sementara itu, Giga dengan wajah antusias, berjalan penuh semangat sambil membawa kameranya, siap memotret si hantu putih.

Tiba-tiba… syuuut! Sesuatu menyapu wajah Nina! “AAAAAAA!” jerit Nina ketakutan. Dia berbalik dan lari terbirit-birit.

Jepret! Jepret! Giga dengan gesit memotret si hantu putih. “Dapaat!” serunya.

Foto hantu putih Giga sudah dicetak. Paman dan bibi Nina, Nina, Giga, dan pak Bubun berkumpul di ruang tamu villa untuk melihatnya…

“Kuatkan hati kalian…,” kata Giga dengan suara bisikan yang dilebih-lebihkan. Foto dikeluarkan. Nina menutup matanya. Suasana sunyi…sampai Nina dapat mendengar tawa paman dan bibinya serta sorak senang pak Bubun.

“Aduh..ternyata taplak meja putih kesayanganku dicuri oleh kera peliharaan tetanggaku, bu Ibin!” kata pak Bubun tertawa.

“Taplak meja? Kera?” Nina melihat fotonya. Di foto itu Nina dapat melihat seekor kera membawa taplak meja putih yang melompat ke pepohonan.

Rupanya, yang menyapu wajah Nina adalah taplak meja putih pak Bubun yang dibawa oleh kera milik bu Ibin!

 

Cerita: Seruni   Ilustrasi: JFK

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *