Ada pemandangan tidak biasa di siang hari Selasa, 19 April 2022 kemarin. Ya, terlihat puluhan anak bersama orangtua, guru, dan beberapa pejabat menjadi saksi diresmikannya Pekan Imunisasi Dunia 2022 di RS Mandaya, Banten. Dalam sambutannya, dr. Anastina Tahjoo, MARS, CEO Mandaya Hospital Group menyampaikan bahwa Provinsi Banten berhasil mencapai target vaksinasi COVID-19 tertinggi yaitu 94 persen. “Ini merupakan kabar yang sangat membahagiakan. Tentunya berkat kerja keras dan kerja sama dari berbagai pihak. Kami pun siap menjadi  sentra vaksinasi. Kami punya semua jenis vaksin secara lengkap,” sebut dr. Anastina.

dr. Anastina Tahjoo, MARS, CEO Mandaya Hospital Group

Pekan Imunisasi Dunia (PID) sendiri merupakan inisiatif global yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap minggu terakhir April (24-30 April). Bertujuan untuk mempromosikan penggunaan vaksin guna melindungi masyarakat segala usia dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti penyakit pneumonia dan penyakit-penyakit lainnya.

Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari UNICEF Indonesia yaitu Bapak Tubagus Arie Rukmantara selaku Chief of Java Field Office. Hadir pula Bapak H. Andika Hazrumy, S.Sos., M.A.P., Wakil Gubernur Provinsi Banten yang secara simbolis turut memberikan vaksin OPV pada bayi/baduta. “Saya sangat mengapresiasi kerja sama berbagai pihak karena kita bisa mencapai target vaksinasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Tidak hanya di kota-kota, kita juga lakukan jemput bola ke daerah-daerah pelosok sehingga kita bisa mencapai target vaksinasi COVID-19 tertinggi jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya yaitu 94 persen,” ucap Wagub Banten, Andika. “Saat ini kita sedang berupaya melakukan pemulihan ekonomi daerah, pelayanan kesehatan juga pendidikan karena sekolah sudah mulai tatap muka,” tambahnya.

Wagub Banten, Andika Bersama Isabel (9 tahun)

“Untuk itulah, bertepatan dengan momentum Pekan Imunisasi Dunia 2022, mari lengkapi segera jadwal imunisasi anak. UNICEF juga mendukung penuh inisiatif Pemerintah Indonesia dan Pemprov Banten untuk menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Agustus tahun ini di Pulau Jawa serta luar Jawa yang dimulai Mei 2022,” tandas Bapak Tubagus Arie.

Sebagai salah satu produsen vaksin, PT Pfizer Indonesia pun turut mendukung rangkaian kegiatan Gebyar Pekan Imunisasi Dunia di Indonesia tahun ini melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi. “Kegiatan-kegiatan ini untuk memberikan kontribusi nyata dan dorongan yang lebih kuat dalam upaya bersama menyehatkan dan memberikan perlindungan keluarga dalam melalui pandemi dengan imunisasi lengkap,” ucap Bapak Bambang Chriswanto, Policy & Public Affairs Director PT Pfizer Indonesia.

Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi dengan Imunisasi Lengkap

Pekan Imunisasi Dunia 2022 kali ini mengambil tema “Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi Dengan Imunisasi Lengkap”. Seperti kita ketahui, pandemi sudah memasuki tahun ke-3, kasus COVID-19 sudah lebih terkendali berkat disiplin prokes ketat dan cakupan vaksinasi yang tinggi. Pembelajaran baik dari semangat masyarakat untuk ikut serta dalam vaksinasi COVID-19 sebaiknya dapat diterapkan dalam imunisasi rutin. Hal itu dikarenakan vaksinasi COVID-19 terbukti melindungi dari kematian dan sakit berat. Oleh karena itu, imunisasi dasar rutin dan lengkap bisa lebih besar lagi dampaknya.

Lebih dari 100 tahun, anak-anak dan masyarakat dunia telah mendapatkan perlindungan maksimal dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Sayangnya, dua tahun pandemi telah membuat pos pelayanan imunisasi kurang maksimal berfungsi. Survei UNICEF di tahun 2020 menunjukkan lebih dari 80% tempat pelayanan imunisasi tidak berfungsi maksimal. Dan banyak orang tua serta anak mengurangi mobilitas. Maka dengan momentum Pekan Imunisasi Dunia 2022, lengkapi segera jadwal imunisasi anak. Gerakan yang sama juga dilakukan oleh seluruh negara di dunia secara serentak di bulan April ini.

Selain Pekan Imunisasi Dunia (World Immunization Week), UNICEF pun akan mendukung penuh inisiatif Pemerintah Indonesia dan Pemprov Banten dalam menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Agustus tahun ini di Pulau Jawa serta di luar Jawa yang akan dimulai bulan Mei. Dengan persiapan yang cukup baik, BIAN dapat membantu untuk mempercepat cakupan imunisasi anak untuk melengkapi status imunisasi balita seperti; Imunisasi Polio (tetes/OPV dan suntik/IPV), DPT-HB-HIB, dan imunisasi lainnya yang ada di jadwal. Dilakukan pula pelaksanaan perluasan dan introduksi vaksin baru seperti; PCV, HPV, Rotavirus, dan IPV2. Juga pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubella.

Imunisasi Ganda

Dijelaskan Bapak Tubagus Arie dari UNICEF Indonesia, pelaksanaan “Kejar Imunisasi” dasar rutin agar lengkap dapat dilaksanakan bersamaan dengan imunisasi rutin, sehingga dapat diberikan secara ganda atau dengan metode Multiple Injection (Pemberian Imunisasi Ganda).

Tubagus Arie Rukmantara, Chief of Java Field Office UNICEF Indonesia

Dalam survei (Rapid Assessment) kepada orang tua yang dilakukan UNICEF di awal 2022 mengenai imunisasi ganda ditemukan bahwa mayoritas orang tua memperbolehkan melakukan imunisasi ganda karena ingin anak mereka dapat terlindungi dari berbagai penyakit serta mempercayai informasi yang disampaikan oleh petugas kesehatan. Selain itu, mayoritas orang tua juga sedikit sekali yang merasa khawatir terhadap imunisasi ganda karena merasa sangat penting melindungi anak dari berbagai penyakit secara sekaligus dengan imunisasi ganda. Mereka pun merasa pemberian imunisasi ganda bagi anak cukup aman. Temuan-temuan UNICEF tersebut tentu sangat memudahkan para tenaga kesehatan (nakes) karena imunisasi ganda akan lebih mudah dilaksanakan.

Fakta Sejarah Keberhasilan Imunisasi

Ada beberapa peristiwa yang bisa kita jadikan sebagai dasar bahwa dengan imunisasi, berbagai penyakit bisa ditekan. Sebut saja; Eradikasi Cacar di tahun 1974, Bebas Polio sejak 2006, Eliminasi Maternal dan Neonatal Tetanus di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara di 2016, dan Campak menurun drastis sejak 2017.

UNICEF akan membantu Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah untuk menyukseskan semua inisiatif imunisasi pada anak dari mulai dukungan perencanaan yang matang (micro planning), peningkatan kapasitas (refresher training dan interpersonal communications skills), manajemen penyimpanan vaksin agar tetap berkualitas (cold chain management), advokasi, penggerakan masyarakat dan komunikasi publik, serta pendokumentasi praktik baik. “Terima kasih adik-adik, ibu bapak, kakak, nenek kakek, nakes, pemimpin daerah, dan media yang ikut memastikan anak Indonesia jauh lebih sehat dan siap menjadi Generasi Emas 2045,” tutup Bapak Tubagus Arie.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *