Anita melihat lingkaran merah di angka tanggalan kamarnya. Ujian tinggal beberapa minggu lagi! “Aku mau mengalahkan Yeni,” tekad Anita. Di kelas 5-A, Anita dan Yeni dikenal sebagai murid-murid paling pintar. Anita selalu serius  dan takut menghadapi ujian, sedangkan Yeni, anak yang selalu ceria ketika menghadapi ujian.

Suatu hari sepulang sekolah, Anita melihat Yeni sengaja meninggalkan kertas ujiannya yang bernilai bagus. “Yeni, kenapa hasil ujianmu tak dibawa pulang?” tanya Anita. “Nggak apa-apa, itu cuma hasil ujian,” kata Yeni. Yeni juga menganggap ujian remeh! Anita kesal dan berniat mengalahkan Yeni.

Hari Sabtu, Anita belajar seharian. Malam hari, Mama dan Papa masuk ke kamar Anita, menengoknya. “Anita belum tidur?” tanya Mama. Anita melihat jam di kamarnya. Sudah pukul 12 malam! “Kan sudah mau ujian, Ma, Anita harus dapat nilai bagus,” jawab Anita. “Kalau capek, jangan dipaksa,” nasihat Papa. “Iya, Pa,” kata Anita. Tapi, Anita tak menuruti nasihat Papa dan Mama. Diam-diam, dia belajar terus tanpa istirahat.

Beberapa hari sebelum ujian, Anita merasa tak enak badan, dan akhirnya di hari kedua ujian, dia sakit.  Mama dan Papa mengantar Anita ke dokter, dan dokter menyuruh Anita istirahat. Anita sakit karena kecapaian belajar, dan terpaksa harus ikut ujian susulan! “Maaf ya Ma, Pa, Anita terus belajar tanpa istirahat,” sesal Anita. “Tak apa, yang penting kamu sudah tahu itu salah, sekarang,” kata Papa dan Mama.

Di hari kedua Anita beristirahat, ada kejutan. Yeni datang menengoknya! “Anita bagaimana keadaanmu, maaf cuma bisa bawa ini,” kata Yeni sambil menyerahkan bungkusan berisi sandwich. “Enak! Kau buat sendiri?” tanya Anita. “Iya,” jawab Yeni malu-malu. Anita terharu, Yeni baik sekali! “Aku sakit karena terlalu keras belajar supaya bisa mengalahkanmu. Kau selalu ceria saat ujian, aku iri padamu Yeni, maaf ya,” kata Anita. “Aku selalu ceria karena  menganggap ujian menarik. Ujian tidak perlu ditakuti karena ujian sebetulnya hasil belajar kita sendiri selama di sekolah,” kata Yeni.

Yeni menemani Anita menghadapi ujian susulan. Yeni membuat belajar sangat menarik, khususnya dalam menghafal, yang cukup sulit bagi Anita. Selama ini, Anita berusaha menghafal semirip mungkin dengan buku. Tapi, Yeni menghafal intinya saja. “Yang penting, kita mengerti apa yang dihafalkan, dengan begitu, jadi mudah,” katanya. Anita berhasil mengikuti ujian susulan dan mendapatkan nilai sempurna. Dia berhasil mengalahkan Yeni! “Selamat, Anita!” kata Yeni dengan ceria. “Aku gembira Yeni, bukan karena aku menang darimu, tapi karena aku jadi teman baikmu sekarang,” kata Anita sambil tersenyum bahagia.

 

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *