Saat ini, 1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami stunting, yakni kondisi gagal tumbuh kembang anak selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang berdampak permanen terhadap kecerdasan dan imunitas anak. Secara Nasional, tercatat NTT dan NTB merupakan provinsi penyumbang angka stunting terbesar yakni 43,82 persen dan 37,85 persen, sementara Provinsi D.I.Y sebesar 21,04 persen.

Untuk itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), bersama dengan organisasi non-profit, 1000 Days Fund, memfokuskan upaya penurunan stunting dengan melakukan penyuluhan dan mendistribusikan 2 juta poster tinggi badan pencegah stunting (Poster PenTing) terutama di 3 provinsi prioritas program: Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y).

“Keberhasilan upaya pencegahan stunting, selain  melalui berbagai kebijakan dan kerja sama, kami sangat memahami pentingnya inisiatif di penurunan stunting dengan melakukan berbagai intervensi di tingkat akar rumput,” kata Kepala BKKBN, Dokter Hasto.

Ia melanjutkan, fokus penurunan stunting di tiga provinsi tersebut dilakukan melalui edukasi ke ibu hamil, keluarga dengan bayi di bawah dua tahun dan pasangan yang akan menikah. Edukasi inilah yang dibantu oleh 1000 Days Fund menggunakan Poster PenTing untuk disebarkan dan disosialisasikan di 3 provinsi rawan stunting. “Program ini merupakan bagian dari upaya Percepatan Pencegahan Stunting sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo yang menargetkan stunting agar turun ke angka 14 persen pada tahun 2024,” katanya.

Poster PenTing sendiri merupakan solusi inovatif yang dikembangkan oleh 1000 Days Fund, untuk mendorong peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku target sasaran pencegahan stunting. Poster PenTing memuat pesan dan informasi mengenai 3 kunci penting tentang stunting: pemahaman mengenai apa itu stunting, bahaya stunting, serta 6 cara mencegah stunting. Selain itu, poster ini juga berfungsi sebagai alat deteksi dini potensi stunting pada anak di bawah dua tahun.

“Poster PenTing ini telah melalui berbagai penyesuaian, sesuai dengan hasil evaluasi kami di lapangan, guna memudahkan target sasaran dalam memahami 3 kunci pencegahan stunting,” ujar Communications Director 1000 Days Fund, Ibu Maritta Rastuti.

Bersama 1000 Days Fund, BKKBN telah memulai program pelatihan kepada Penyuluh Keluarga Berencana (Penyuluh KB) dan Kader Posyandu yang menjadi ujung tombak upaya penurunan stunting di daerah yang target sasaran program ini, termasuk Lombok dan Timor Tengah Selatan (TTS). Di TTS dan Lombok, Kader PKB dan Posyandu telah mendistribusikan lebih dari 3.000 poster dan melakukan penyuluhan langsung ke target sasaran di desa masing-masing dengan menggunakan Poster PenTing.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dari BKKBN untuk mencegah stunting melalui inisiatif di tingkat akar rumput. Angka stunting yang tinggi ini bukanlah sebuah misteri, pilot project 1000 Days Fund menunjukan bahwa intervensi di tingkat akar rumput merupakan kunci utama pencegahan stunting dan langkah penting dalam mewujudkan hak-hak kesehatan dasar bagi semua orang di Indonesia,” ujar Ibu Maritta.

Untuk menutup kesenjangan pelayanan kesehatan dasar demi menunjang 1000 Hari Pertama Kehidupan, menurut Maritta, diperlukan kesadaran nasional dan prioritas terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan pentingnya pemberdayaan wanita, terutama di pelosok. “Kerja yang dilakukan 1000 Days Fund, fokus dalam pelatihan dan intervensi yang berkelanjutan melalui pemberdayaan sosok-sosok di komunitas masing-masing, terutama Kader Posyandu, Kader Penyuluh KB dan Kader Pemberdayaan Manusia di masing-masing desa,” tambah Maritta.

Aktif sejak tahun 2019, dengan dukungan donor dan kerja sama lintas sektor, 1000 Days Fund telah berhasil mencegah 10.373 kasus stunting dengan mendistribusikan lebih dari 76.000 poster PenTing di 25 pulau, melatih lebih dari 1.000 kader kesehatan yang memainkan peranan kunci dalam upaya pencegahan stunting di pelosok Indonesia, serta menguji berbagai inovasi dalam intervensi stunting yang bisa dengan mudah dilakukan dan dipahami di tingkat desa.

Bentuk intervensi yang dilakukan 1000 Days Fund didasarkan pada pilot project pelatihan kader posyandu dan penyuluhan menggunakan poster pintar di tiga pulau, yakni Pulau Komodo, Messah dan Rinca, yang hasilnya menunjukan 65 persen pengasuh anak memahami mengapa pencegahan stunting penting untuk dilakukan, sebuah hasil signifikan dari survei awal  yang menunjukan stunting hanya dipahami sebesar 4 persen target sasaran di tiga desa tersebut.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *