Menjaga pola hidup sehat merupakan hal yang penting, terutama di masa pandemi seperti ini. Kondisi tubuh sangat berpengaruh dalam meningkatkan imunitas. Namun kesibukan dalam bekerja kadang membuat banyak orang lalai untuk menjaga pola hidup sehat, padahal hal tersebut sangatlah penting karena berpengaruh pada kesehatan, termasuk performa kerja.

Mengingatkan akan pentingya menjaga imunitas tubuh agar dapat memberikan performa terbaik dalam menjalani aktivitas sehari-hari dalam bekerja, Ajinomoto bersama Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes berbagi tips dalam mengatur pola makan sehat bagi yang sibuk beraktivitas.

Menurut dokter Rita, penerapan gizi seimbang merupakan kunci pola makan yang sehat, baik itu zat gizi makro berupa karbohidrat, protein, lemak, dan air. Serta zat gizi mikro yang terdiri dari vitamin dan mineral. Meski demikian, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan sumber dari zat gizi tersebut. Dengan memilih karbohidrat kompleks dan berindeks glikemik rendah, protein, dan lemak yang baik

“Misalnya saja untuk karbohidrat kompleks dan indek glikemik rendah bisa dengan kentang, apalagi ada pula kandungan serat yang didapat. Untuk protein yang baik seperti ikan dan ayam tanpa kulit,” ungkap dokter Rita.

Tak kalah penting adalah dengan teknik mengolah makanan tersebut. Sangat disayangkan apabila sudah sumber gizinya baik tapi pengolahannya tidak tepat. Sebab, malah akan mengurangi atau bahkan menghilangkan zat gizinya lebih banyak dan meningkatkan lemak total. Teknik pengolahan yang baik adalah dengan kukus, pepes, pemanggang suhu sedang, rebus, tumis, oseng dan cah. Sebaiknya menghindari menggoreng, membakar, memanggang suhu tinggi, dan pemanasan berulang.

“Banyak yang beranggapan dengan membakarnya langsung merupakan cara yang sehat, seperti ayam bakar atau ikan bakar. Padahal Teknik ini juga sebaiknya dihindari. Mengingat pembakaran malah akan membuat terbentuk zat kimia lainnya yang berdampak pada Kesehatan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dokter Rita juga mengingatkan untuk menjaga jumlah asupan makanan tersebut. Dalam hal ini bisa diukur dengan menggunakan ‘Isi Piringku’ yang telah dikampanyekan oleh pemerintah. ‘Isi piringku’ menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Namun, lanjutnya, bagi yang ingin mengatasi kegemukan dan gangguan metabolik sebaiknya isi piringku terisi dari setengah sayuran, 2/3 dari setengah bagian piring diisi dengan lauk pauk lemak rendah, dan 1/3 bagian lainnya dengan makanan pokok yang lebih berserat dan berindeks glikemik lebih rendah.

dokter Rita juga mengingatkan untuk tidak mengkonsumsi garam dan gula dalam jumlah berlebih. Hal itu bisa mengurangi tambahan garam untuk memperkuat rasa makanan dapat dilakukan dengan menambahkan MSG, rempah dan sedikit gula. “Selain itu, untuk mengurangi efek negatif dari konsumsi garam (natrium) kita dapat mengonsumsi makanan tinggi garam dengan makanan tinggi kalium terutama yang berasal dari sayuran,” tutupnya.

(Foto : Ist)

 

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *