Tips Membuat Makanan Sehat dengan Mengurangi Garam (Ilustrasi: Just For Kids)

Kalau kamu suka memasak, atau membantu Bunda di dapur, pasti familiar banget dengan yang namanya garam. Garam membuat cita rasa makanan menjadi lebih lezat. Tapi, sebenarnya, ada lho alternatif pengganti garam yang bikin makanan jadi lebih sehat..

Perlu kamu ketahui, Kids, bayi dan anak-anak di bawah usia 11 tahun seharusnya mengonsumsi garam lebih sedikit dari pada orang dewasa. Bayi yang baru mengenal makanan padat, membutuhkan garam dalam jumlah sangat sedikit, karena ginjal mereka terlalu muda untuk mencerna garam tambahan.

Sementara jumlah garam harian untuk anak-anak, disesuaikan dengan usianya. Menurut badan kesehatan resmi Inggris atau National Health Service,  anjuran konsumsi garam untuk anak adalah sebagai berikut:

1 – 3 tahun: 2 gram (setengah sendok teh) per hari

4 – 6 tahun: 3 gram (setengah sendok teh lebih sedikit) per hari

7 – 10 tahun: 5 gram (satu sendok teh) per hari

11 tahun dan diatasnya: 6 gram (satu setengah sendok teh) per hari

Jangan khawatir, Mama atau kamu masih bisa, kok, membuat makanan sehat yang lezat dengan mengurangi garam. Menurut Ibu Inta Heruwanto, pendiri Mamma Kanin; catering makanan padat pertama untuk bayi dan bekal untuk anak-anak, ada bahan alami pengganti garam dan gula.

Pendiri Mamma Kanin, Ibu Inta Heruwanto (kiri) bersama dr. Reisa Brotoasmoro (tengah) pada sesi masak di acara peluncuran generasi baru pengolah makanan bayi, Babycook Neo dari BEABA (Foto: dok. Mothercare)

“Kita bisa pakai bawang bombai dalam masakan sebagai pengganti gula. Ketika di-steam, bawang bombai mengalami proses karamelisasi jadi mengeluarkan rasa manis. Sementara untuk mendapatkan rasa asin, bisa didapat dari bawang putih. Rasa gurih dari bawang putih ini bisa sebagai pengganti bumbu penyedap tambahan (MSG) yang sering dimasukkan ibu-ibu dalam masakannya,” tutur Ibu Inta di sela-sela demo masak pada acara peluncuran salah satu produk BEABA, yakni Babycook® NEO yang diadakan oleh Mothercare beberapa waktu lalu.

Ia tak melarang memberikan garam di masakan, tapi sebaiknya, garam dikurangi. “Gak papa untuk anak SD pakai gula garam, tapi jangan banyak-banyak. Soalnya di sekolah, anak-anak suka ngemil dan sering juga dapat goodiebag kalau teman-nya ultah. Isinya snack gurih dengan banyak bumbu MSG. Jadi, alangkah baiknya kalau makanan yang tersedia di rumah, memakai garam yang minimal. Sehingga jumlah asupan garam untuk anak tidak berlebihan,” anjurnya.

Nah, sudah tahu kan sekarang kalau ada bahan alami pengganti gula garam dalam masakan? Kalau Mama-mu memasukkan bawang bombai dan bawang putih dalam masakan, jangan disingkirkan, ya? Bawang, bagus juga, lho, untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selamat memasak… (Ilustrasi: Novi Chrisna)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *