Moms yang sedang menjalani kehamilan, pasti juga ikut merasa khawatir akan tertular virus corona di masa pandemi ini. Belum lagi rasa was was terhadap kondisi janin, apakah bisa juga tertular? Sementara untuk melakukan pemeriksaan rutin ke pusat kesehatan pun, di masa pandemi ini agak sulit. Banyak anjuran agar menahan diri pergi ke pusat kesehatan jika tidak dalam kondisi yang mendesak.

Jangan khawatir, Moms. Johnson & Johnson, perusahaan yang bergerak di bidang Consumer, Medical Devices, Pharmaceutical, dan Vision, kembali menyelenggarakan Virtual Expert Class melalui Facebook Live guna mengedukasi para ibu hamil di Indonesia mengenai bagaimana menjalani kehamilan selama masa pandemi COVID-19. Di acara yang digelar pada Rabu, 6 Mei 2020 pukul 19.30-21.00 WIB itu menjawab segala permasalahan serta kekhawatiran para Bumil di masa pandemi ini.

“Ibu hamil hanya direkomendasikan untuk mengunjungi rumah sakit selama masa pandemi apabila terdapat kondisi darurat. Namun, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, rendah karbohidrat, tinggi protein, kaya serat, kaya vitamin C, D, E, Selenium, Zinc, menjalankan perilaku PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat), dan menjalankan aktivitas fisik ringan (olahraga ringan setiap hari selama 30 menit),” ucap artis Tasya Kamila yang menjadi host-nya.

Devy Yheanne, Country Leader of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, sebagai salah satu perusahaan kesehatan global di Indonesia, mereka sadar akan pentingnya untuk memberikan informasi yang positif dan bermanfaat selama masa pandemi. “Maka dari itu, kami memperkuat komitmen kami untuk terus mengedukasi masyarakat luas secara berkelanjutan. Melalui JOHNSON’S®, kami secara rutin mengadakan kegiatan edukasi virtual. Dan pada kesempatan kali ini kami ingin mengedukasi para ibu hamil di Indonesia agar tidak cemas dan khawatir selama masa kehamilan dan mengetahui apa yang harus dilakukan saat kehamilan selama masa pandemi. Selain itu, kami juga ingin memberikan panduan terbaru bagi para ibu hamil yang dikeluarkan oleh tenaga kesehatan,” tuturnya.

Hadir pula dr. M. Haekal, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RSAB Harapan Kita dan RSIA Brawijaya. “Selama masa pandemi COVID-19, ibu hamil dianjurkan untuk ke Rumah Sakit apabila terdapat keadaan darurat atau emergency. Hal ini dikarenakan kondisi ibu hamil yang lebih rentan jika terkena infeksi. Selama masa pandemi juga tidak dianjurkan untuk melahirkan di rumah dengan memanggil tenaga kesehatan ke rumah. Namun, ibu hamil tidak perlu cemas secara berlebihan karena hingga saat ini belum terdapat bukti klinis mengenai penularan infeksi COVID-19 dari ibu ke janin di dalam kandungan,” ujar dr. Haekal. “Selalu berpikiran positif, hindari berita-berita yang bisa membuat stres karena stres bisa menurunkan imun. Rajin cuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar, menerapkan etika batuk, hingga menggunakan masker saat berada di luar ruangan,” tambah dr. Haekal. “Pemeriksaan bisa dilakukan saat positif hamil untuk memastikan, lalu saat 11-13 minggu untuk cek lab dan memeriksa apakah kandungan berada di luar atau tidak. Kemudian di usia kehamilan 20-24 minggu untuk memeriksa struktur janin. Setelah itu sebulan sekali (28, 32, dan 36 minggu). Baru kemudian seminggu sekali,” saran dr. Haekal.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *