TikTok Kerja Sama dengan Ikatan Guru Indonesia dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia Dukung Pendidikan Indonesia

“Guru favoritku itu Pak Syamsul, cara ngajarinnya keren, terus bikin mudah paham deh… Padahal aku awalnya nggak suka Matematika, tapi kok bisa jadi nyenengin gitu, ya?” Yups, suatu kebahagiaan bagi seorang guru bila materi yang ia sampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh muridnya.

Jujur deh, si buah hati pasti punya guru favorit di sekolah, bukan, Moms? Jangankan mereka, mungkin Moms dan Dads dulu juga punya guru atau dosen favorit. Yang hingga kini, sosok dan cara mengajarnya, masih melekat di ingatan. Atau sebaliknya, Moms dan Dads justru berprofesi sebagai guru, yang pasti memikirkan cara terbaik untuk menyampaikan materi pelajaran.

Ya, metode mengajar, menjadi sangat penting, terutama saat ini. Di mana sudah hampir 9 bulan lamanya, siswa-siswa melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) secara online. Menyimak penjelasan guru dari layar gadget, sudah menjadi santapan siswa sehari-hari. Durasi belajar berjam-jam, sangat mampu membuat jenuh. Apalagi kalau ditambah dengan penjelasan guru yang monoton, bertele-tele, tentu akan membuat siswa tak sungkan untuk meninggalkan tempat duduknya, meskipun terlihat ‘hadir’ secara online.

Metodologi Mengajar

Di sinilah, guru dituntut untuk kreatif dalam mengajar, agar siswa tetap semangat belajar. Seperti yang diungkapkan Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum, Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI). “Kurikulum memang penting, aspek pedagogi juga penting, tapi metodologi mengajar juga tak kalah penting. Sebagus apapun kurikulumnya, selengkap apapun fasilitas sekolahnya, kalau cara mengajar guru tidak bagus, maka semua akan percuma,” katanya pada acara diskusi media yang digelar TikTok dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Selasa (24/11).

Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum, Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI)

Untuk itulah, pengadopsian teknologi dalam dunia pendidikan saat ini merupakan suatu keniscayaan. “Para guru perlu selalu belajar mengikuti perkembangan teknologi, agar dapat terus menyampaikan materi pengajaran yang efektif kepada para pelajar,” katanya.

Salah satu teknologi yang kini banyak dimanfaatkan untuk konten pendidikan adalah aplikasi TikTok. Lewat tagar #SamaSamaBelajar yang sudah ditonton lebih dari 35 miliar kali, TikTok berhasil menelurkan tren pendidikan. Di sini, siapapun bisa belajar atau membagikan ilmu dan skill masing-masing melalui konten edukatif, informatif, dan bermanfaat.

Konten Edukasi dalam Video Pendek

Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia mengatakan bahwa konten video singkat bertema pendidikan seperti cara belajar cepat, sangat banyak peminatnya. Ia mencontohnya hasil unggahan beberapa kreator, mulai dari yang mengajarkan cara cepat hafal kosakata dalam bahasa Inggris, cara cepat berhitung akar pangkat 3, dan sebagainya.

“Meskipun dikemas dalam video pendek berdurasi 1 menit, tapi pesan yang disampaikan ngena. Awalnya banyak yang meragukan, masa bisa sih cuma 30 – 60 detik, tapi nyatanya bisa. Konten-konten seperti itu sangat digemari dan bisa mendukung cara belajar siswa. Yang melihat juga banyak, mungkin karena setelah menonton, pengguna TikTok juga menyebarkan info praktis itu di WA grup atau media sosial mereka, ” ujarnya.

Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia

Singkat, padat, mudah dimengerti dan fun, memang sangat dibutuhkan siswa saat ini. Ramli mengatakan, siswa sekarang beda dengan siswa zaman dulu. “Mereka itu nggak suka cara jelasin yang panjang lebar, durasi lama, tapi sukanya yang langsung ke intinya,” imbuhnya. Memanfaatkan medium teknologi bermodalkan smartphone untuk berbagi konten pendidikan dengan cara menyenangkan seperti TikTok, bisa jadi solusi untuk hal ini.

Webinar untuk Guru

Sayangnya, berdasarkan hasil survei dari Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan Wahana Visi Indonesia, disebutkan bahwa lebih dari sebagian guru membutuhkan pelatihan digital tingkat lanjut.

Nah, untuk mendukung kebutuhan para guru ini, TikTok Indonesia, bersama dengan IGI dan JSDI, akan mengadakan webinar bertajuk “Memaksimalkan Video Pendek untuk Pendidikan” di 10 kota di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh, Makassar, hingga Maluku. Webinar ini akan memberikan pengenalan tentang TikTok, kreasi konten, keamanan digital, dan pemanfaatan platform tersebut untuk mendukung kegiatan belajar mengajar para guru. Diselenggarakan mulai bulan Desember 2020, webinar ini diharapkan dapat menjangkau lebih dari 1000 guru.

“Kami berharap melalui kerjasama ini, kami dapat mendukung para guru, dosen dan pelaku pendidikan lainnya untuk dapat memaksimalkan penggunaan video singkat sebagai wadah alternatif yang kreatif dan mudah dipahami oleh generasi muda Indonesia,” ucap Angga.

Peserta webinar tidak dibatasi hanya anggota IGI ataupun JSDI, melainkan terbuka untuk semua guru di seluruh Indonesia. “Harapannya, guru tidak berhenti untuk belajar. Perubahan terus menerus terjadi, termasuk perubahan di bidang pendidikan maupun teknologi. Jangan sampai siswa sudah di zaman milenial, guru masih di zaman ‘kompeni’. Guru perlu beradaptasi dengan perubahan dan memahami teknologi dengan baik untuk memaksimalkan kompetensi mereka,” imbuh Ramli.

Lewat kerja sama dengan IGI dan JSDI lewat penyelenggaraan webinar, Angga berharap para guru mau berbagi konten dengan anak bimbingnya di TikTok. “Di TikTok, siapa saja bisa menjadi kreator, termasuk guru. Apalagi guru sudah memiliki konten dan terbiasa mengajar. Semoga fitur di TikTok bisa dimanfaatkan oleh Guru untuk berbagi konten pendidikan, sehingga hiburan dan edukasi bisa bersatu di sebuah konten video singkat,” tutup Angga.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *