Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris dalam Pembelajaran Digital, Cakap Luncurkan Cakap Teacher Academy

Pentingnya kemampuan mengajar dalam pembelajaran digital memiliki peran yang krusial dalam perkembangan pendidikan.  Peduli akan hal itu, Cakap, sebagai pelopor platform pembelajaran online di Indonesia, baru saja meluncurkan program pelatihan mengajar melalui platform online, Cakap Teacher Academy.

Program  ini  dirancang  sebagai  solusi  platform  digital secara menyeluruh untuk meningkatkan  kompetensi  guru  bahasa  Inggris dalam pembelajaran digital melalui pelatihan bersertifikat, pengembangan diri dan karir di ekosistem Cakap. Ini bertujuan untuk memberdayakan guru Indonesia untuk berkontribusi untuk pengembangan SDM di Indonesia. Program ini akan dimulai dengan pelatihan pengajaran bahasa Inggris dan berencana untuk mengembangkan pelatihan mengajar pada berbagai topik pembelajaran lainnya di masa depan.

“Kami melihat betapa pentingnya kemampuan bahasa asing sebagai paspor untuk menjadi masyarakat global saat ini dalam menghadapi dunia yang semakin digital. Dan kami percaya bahwa utamanya prinsip dari perbaikan pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, baik bagi murid maupun pengajar. Hari ini Cakap hadir membawa program Cakap Teacher Academy sebagai solusi percepatan kompetensi pengajar bahasa Inggris dengan pembelajaran digital, ”  ujar Tomy Yunus, selaku CEO dan Co-Founder Cakap pada acara peluncuran virtual, Kamis (12/08).

“Komitmen Cakap untuk meningkatkan kompetensi murid dan pengajar, juga dapat dilihat dari hasil pencapaian Cakap yang telah memberdayakan sekitar 1,5 juta murid dan lebih dari 1000 pengajar glocal (Global dan Local) dari berbagai topik pembelajaran. Para pengajar berasal dari Indonesia, Filipina, Taiwan, China, Jepang, Korea, Afrika Selatan, dan lainnya yang nantinya akan menjadi instruktur untuk peserta Cakap Teacher Academy,” tambahnya.

Para pembicara dalam acara peluncuran Cakap Teacher Academy, Kamis (12/08)

Dijelaskan oleh Billy Mambrasar, Staf Khusus untuk Presiden Republik Indonesia dan CEO dari Yayasan Kitong Bisa, yayasan yang bergerak pada pendidikan informal, saat ini Indonesia  sedang  menghadapi  berbagai  tantangan di sistem pendidikan, termasuk dalam ketersediaan guru dan juga transisi serta adaptasi pembelajaran digital. Hal ini juga dibuktikan pada statistik dari 2019 hingga 2020 yang melaporkan bahwa Indonesia memiliki 2,7 juta guru, jauh dibandingkan dengan jumlah muridnya yang berjumlah 45,5 juta orang. “Oleh karena itu, ini menjadi angin segar bagi Indonesia. Kami berharap Cakap Teacher Academy dapat menjadi wadah bagi guru   dan   pengajar   untuk   mematangkan   kemampuan   pembelajaran   secara   digital,” urainya.

Yoshua Yanottama selaku Senior Education Manager Cakap menjelaskan bahwa program tersebut akan membawakan 2 kompetensi utama, yakni teknik pengajaran komunikatif dan penggunaan teknologi melalui Cakap interactive self-paced learning. Kurikulum disusun berdasarkan dari pengalaman pembelajaran online selama lebih dari 6 tahun di Cakap yang dikombinasikan dengan praktik terbaik dalam pengajaran bahasa. “Dengan begitu, program ini akan relevan bagi mereka yang baru akan terjun ke dunia pengajaran maupun mereka yang telah berpengalaman namun ingin memperbaharui kemampuan mengajarnya,” katanya.

Lebih lanjut, Cakap Teacher Academy merupakan program beasiswa dan diperuntukkan bagi setiap masyarakat yang memiliki minat mengajar. Selain meningkatkan kompetensi guru, program ini juga akan memberikan dampak yang lebih luas, seperti akses pelatihan untuk mendapatkan peluang pekerjaan. Peserta pada program ini akan diberikan sertifikasi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di akhir program, lulusan dari Cakap Teacher Academy akan mendapatkan kesempatan untuk direkrut menjadi Mitra Cakap, juga memberikan kesempatan untuk komunitas lokal memperoleh pendapatan 3x lebih tinggi dari rata-rata pendapatan guru.

“Dengan adanya pelatihan bagi guru bahasa Inggris, maka kualitas serta kuantitas pengajar bahasa Inggris akan meningkat. Dan banyak pelaku sektor pariwisata UMKM, seperti tour guide, membutuhkan bimbingan bahasa Inggris yang baik,” imbuh Jemmy Alexander, S.E.,M.M.Par., selaku Kepala Subdirektorat Edukasi II Direktorat Pengembangan SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Pada acara peluncuran, turut hadir Marissa Anita, aktris, jurnalis, serta pecinta bahasa asing. Marissa berbagi kisahnya mengenai kecintaannya terhadap bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dan juga profesi yang ia tekuni tekuni sebagai guru bahasa Inggris sebelum berkarir di dunia hiburan. “Khusus ilmubahasa Inggris, dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang bisa berbahasa Inggris, semakin banyak pula individu indonesia yang bisa berkompetisi di kancah global. Semoga program ini dapat membantu meningkatkan kualitas pengajar di seluruh Indonesia secara merata. Ini PR banyak pihak, tapi saya senang mendengar Cakap menjadi bagian dari gerakan yang sangat baik dan mulia ini. Saya dari dulu, sekarang dan selamanya percaya. Ketika generasi muda kita mendapat ilmu dari pengajar yang berkualitas, maka generasi muda ini akan menjadi individu yang berkualitas juga, membuat keputusan-keputusan yang bijak yang berdampak baik bagi diri dan sekitarnya,” tambah Marissa.

Untuk merayakan kemerdekaan Indonesia, Cakap juga akan resmi membuka pendaftaran Cakap Teacher Academy pada tanggal 17 Agustus 2021. Pada angkatan pertama akan dibimbing, dilatih, dan disertifikasi di bulan Oktober 2021. Sebagai program berkelanjutan, proses rekrutmen akan berjalan seiring dengan proses pendaftaran angkatan baru.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *