Siapa di antara kalian yang hafal lagu daerah? Berapa banyak lagu daerah yang kalian hafal? Ternyata, tidak semua teman-teman kalian, hafal dan tahu lagu-lagu daerah Indonesia, lho! Bahkan berdasarkan survei, 95% anak-anak Indonesia tak mengenal lagu daerah. Wah, sayang, ya, Kids? Padahal, lagu daerah Indonesia itu sangat banyak dan sarat makna, lho.

Melihat fenomena itu, beberapa orang yang peduli terhadap lagu-lagu daerah Indonesia, sepakat untuk melakukan gerakan melestarikan lagu daerah. Salah satunya adalah dengan menggelar acara “Suara  Anak Indonesia-Upaya Bersama Lestarikan Lagu Daerah” pada Rabu, 12 Desember 2018 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Andrew Darmoko, Produser Musik yang memproduksi album bertajuk “Suara Anak Indonesia”, Ibu Tika Bisono, Psikolog perkembangan anak yang juga dikenal sebagai penyanyi di era tahun 80-90-an, dan Ibu Lolita Malaihollo, General Manager VIP Talent Management. Hadir pula Clarice (12 tahun), penyanyi yang turut menyumbangkan lagu dalam album “Suara Anak Indonesia”. Clarice tampil membawakan sejumlah lagu daerah seperti; Rasa Sayange, Anging Mamiri, Buka Pintu, dan lain sebagainya. Hadir pula penyanyi cilik Tara Cherrino Pasaribu (6 tahun) yang turut menyumbangkan lagu Gundul Gundul Pacul dan Suwe Ora Jamu.

Diakui Bapak Andrew yang juga Ayahnya Clarice, dirinya tergerak untuk mengenalkan lagu-lagu daerah, bermula saat menghadiri undangan ulangtahun Bapak Guruh Soekarnoputra. Kala itu Clarice diminta untuk menyanyikan lagu daerah, namun hanya dua lagu daerah yang dia hafal yaitu Suwe Ora Jamu dan Gundul Gundul Pacul. Mengetahui hal itu, Bapak Guruh sangat menyayangkan anak-anak zaman sekarang semakin sedikit yang mengenal lagu daerah.

Bapak Andrew pun kemudian melakukan survei untuk mengetahui apa yang menyebabkan lagu daerah kurang dikenal dan kurang disukai oleh anak-anak Indonesia. Salah satunya karena mereka menganggap lagu daerah itu jadul alias lagunya Nenek mereka. Hehe…

Oleh karena itu, Bapak Andrew  dan team, bekerja sama dengan Gema Nada Pertiwi yang konsen dengan lagu anak-anak dan lagu daerah, kemudian memproduksi album lagu daerah yang aransemen musiknya lebih modern dan dinyanyikan oleh anak-anak zaman sekarang sebut saja di antaranya; Clarice, Tara Cherrino, dan Zara Leola. “Setelah menyanyikan lagu daerah, saya jadi ingin banyak tahu tentang daerah tersebut. Seperti bahasanya, kulinernya, dan lain sebagainya. Saya juga jadi suka lagu daerah karena nadanya enak, dialeknya juga unik,” ungkap Clarice yang kini jadi jatuh cinta dengan nasi liwet, makanan khas Jawa Tengah.

Album “Suara Anak Indonesia” ini akan disebarkan secara digital melalui HP, itunes, joox, dan berbagai digital platform yang ada lainnya. “Karena lagu daerah biasanya liriknya hanya sedikit, jadi kita buat medley. Misalnya, Suwe Ora Jamu dan Gundul Gundul Pacul, Anging Mamiri dan Buka Pintu, Soleram dan Rasa Sayange, dan ada juga yang lainnya. Total ada 11 lagu,” jelas Bapak Andrew.

Dengan aransemen yang kekinian dan dinyanyikan anak-anak zaman sekarang, diharapkan lagu daerah akan mulai didengarkan, disukai, dan anak-anak mulai menyanyikan lagu daerah kembali.

“Banyaknya lagu daerah sebenarnya merupakan peluang besar untuk menjadi bahan pengajaran kesenian di sekolah. Dan karena dibarengi dengan aneka  gerak dan tari, maka akan mendorong anak-anak bergerak sehingga terasah kecerdasan motorik kasar dan halusnya. Belum lagi nilai-nilai yang terkandung dalam lagu daerah tersebut, bisa menjadi sumber pengembangan etika, moral, dan kearifan lokal,” dukung Ibu Tika Bisono. “Lewat lagu daerah, diharapkan kita juga bisa membangun identitas diri dan bisa membanggakan diri. Diharapkan orangtua juga mau menyanyikan lagu daerah bersama anak. Lagu daerah filosofinya luar biasa, bisa melukiskan sejarah bangsa karena lagu tersebut sudah diciptakan lama sekali,” tambahnya.

“Melalui lagu daerah, anak-anak diajarkan keragaman, cinta tanah air, juga keindahan nusantara. Ini nilai-nilai positif yang harus terus ditanamkan,” timpal Ibu Lolita Malaihollo.

Nah, Kids, begitu banyak manfaat yang bisa kalian dapatkan lewat lagu daerah. Kalian juga harus bangga dengan lagu daerah dan jangan malu untuk menyanyikannya. Yuk, kita sebarkan hashtag, #savelaguanakindonesia, #pedulilaguanakindonesia, #pedulilagudaerahindonesia.

Foto: Novi

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *