Hari ini libur, tapi Desi bangun pagi. Dia bersemangat karena ada janji menonton film dengan kedua sahabatnya yaitu Ana dan Elisa. “Halo, Desi!” sapa Ana pada sahabatnya Desi. “Hai, Ana!” balas Desi. “Elisa belum datang, ya?” tanya Desi. Tepat pada saat itu gadget Desi berbunyi. “Desi..maaf ya aku nggak bisa ikut nonton..aku sakit lagi,” suara Elisa terdengar berat. “Tidak apa-apa Elisa, cepat sembuh ya, nanti aku dan Ana datang menjenguk,” kata Desi. “Elisa sakit lagi?” tanya Ana, wajahnya murung. “Iya,” jawab Desi sedih.  Akhirnya Desi dan Ana nonton film berdua saja, tapi mereka tak bisa berkonsentrasi  karena memikirkan  sahabat mereka. Desi dan Ana bertekad membantu Elisa.

Desi dan Ana mencari informasi di internet soal keadaan Elisa yang selalu sakit,  tapi informasi yang ditemukannya berlainan satu dengan yang lain. “Aku bingung,” keluh Desi pada Ana. “Malah ada yang bilang badan lemah itu penyakit keturunan!” kata Ana. “Harusnya kita tanya ke dokter, tapi kita kan nggak bisa bertanya langsung. Kita harus sakit dulu supaya bisa ketemu dokter…,” kata Ana. Tiba-tiba Desi mendapat ide, dan berkata dengan penuh semangat, “Ayo, kita tanyakan pada Ibu Mira!” Ibu Mira adalah guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di sekolah Desi, Ana, dan Elisa. Sepulang sekolah, Desi dan Ana menemui Ibu Mira. “Ibu juga prihatin dengan keadaan Elisa, dia sering sekali sakit. Tapi semua penyakit sebetulnya obatnya sama, yaitu badan yang sehat. Dengan olahraga badan kita menjadi sehat, dan tidak gampang sakit. Olahraga itu tidak harus berat. Di sekolah, kalian selalu duduk dan mendengarkan pelajaran. Nah, terlalu banyak duduk itu juga tidak baik. Badan kalian harus digerakkan,” jelas Bu Mira.

Setelah berbicara dengan Ibu Mira, Desi dan Ana jadi ingat, ada sifat Elisa yang menurut Mama Elisa menyebalkan, yaitu malas bergerak. Elisa lebih senang duduk. Entah itu duduk membaca atau duduk main game, atau gadget! “Sepertinya kita harus menasehati Elisa,” kata Desi pada Ana. Desi dan Ana menjenguk Elisa. “Halo Desi, Ana, ELisa sudah baikan, yuk masuk,” sapa Mama Elisa. “Hai, Desi, Ana, makasih ya sudah jenguk aku,” kata Elisa. “Sama-sama,” Desi dan Ana memeluk Elisa bergantian. “Ada salam dari Ibu guru Mira, lho!” kata Desi. “Bu guru bilang kamu harus rajin olahraga, dan olahraga itu tidak harus berat-berat. Bu Mira  bilang jalan kaki juga olahraga!” tambah Ana. “Nah, betul itu! Tante punya ide. Bagaimana kalau setiap hari Minggu pagi kalian jalan kaki bersama-sama?” usul Mama Elisa. “Setuju, Tante!” seru Desi dan Ana. “Aku mau!” kata Elisa antusias. Kini ketiga sahabat – Desi, Ana, dan Elisa – menghabiskan waktu bersama dengan berolahraga. Tidak terasa  beberapa bulan berlalu dan Elisa tidak lagi sering sakit. Pelajaran olahraga jadi salah satu pelajaran yang disukainya. Ibu guru Mira mengacungkan jempol pada tiga sahabat itu.

 

 

 

Cerita: Seruni    Ilustrasi: Agung

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *