Teman-teman pernah merasakan malas atau bosan ke sekolah? Wah, itu bisa jadi salah satu tanda stres lho.. Stres sendiri merupakan suatu gejala normal dalam kehidupan manusia. Ini merupakan respon tubuh karena keseimbangan antara fisik dan kejiwaannya terganggu. Ternyata, ada tiga penyebab stres pada anak Sekolah Dasar menurut ahli. Apa saja?


Stres pada anak Sekolah Dasar, menurut Dr. Guntara Hari, Sp. KJ, dari Eka Hospital BSD City, memiliki tiga penyebab yaitu: materi pelajaran, guru, dan teman. Penyebab pertama, “materi pelajaran” yang seharusnya belum diajarkan pada usia dini, sudah diajarkan sehingga menyebabkan anak stres karena belum bisa menangkap maksud abstrak dari pelajaran yang diberikan.

Stres seperti ini bisa membuat anak-anak mengalami penolakan terhadap sekolah seperti: anak yang tidak mau sekolah, anak yang tidak mau beraktivitas saat berada di sekolah, atau terganggu kesehatannya pada hari-hari tertentu,” terang Dr. Guntara.

Penyebab kedua, “guru”. Kadang kala proses belajar mengajar terkendala dengan guru yang kurang interaktif dengan anak didiknya. Guru yang cuek, pilih kasih, terlalu berlebihan bercanda, ataupun suka mengejek, menyebabkan stres pada anak sehingga anak menjadi minder dan tertutup,” ujar Dr. Guntara.

Sedangkan penyebab ketiga, “teman”. Teman di sekolah itu bisa menjadi madu dan racun. “Teman yang menjadi madu adalah teman yang bisa membuat temannya senang belajar dan bermain. Teman yang menjadi racun adalah teman yang kerap kali melakukan tekanan terhadap teman-temannya. Misal; suka jahil, suka memukul, dan lain sebagainya,” tambah Dr. Guntara.

Jika stres ini bisa diatasi, dijamin teman-teman akan semangat belajar dan semangat pergi ke sekolah! Nah, simak tips dari Dr. Guntara Hadi, Sp. KJ agar teman-teman bisa terhindar dari stres:
1. Teman-teman harus berani untuk berbicara semua masalah yang dihadapi di sekolah dengan orang tua.
2. Teman-teman harus berani mengungkapkan kesalahan yang dilakukan, apakah itu pada guru maupun orang tua.
3. Berteman dengan teman-teman sekolah adalah hal yang baik karena belajar menjadi makhluk sosial yang harus berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.
4. Komunikasi yang baik dengan orang tua, guru, dan teman akan mengurangi stres yang dialami.
5. Belajar menerima kenyataan kalau sekarang teman-teman bukan hanya bermain saja tetapi harus sudah mulai belajar mata pelajaran pokok yang akan terus berlanjut pada jenjang sekolah berikutnya.

Konsultan:

Dr. Guntara Hari, Sp. KJ

 

(Sumber dan Ilustrasi: Majalah Just For Kids)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *