Setiap awal bulan, biasanya Mama pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan satu bulan ke depan. Mama pun mengingatkan Kiara kalau besok akan ke supermarket. Biasanya, Mama tidak mengajak Kiara karena pasti minta banyak jajanan. Akhirnya, Mama hanya menanyakan 3 jenis jajanan yang diinginkan Kiara, tanpa mengajaknya.

“Ki, besok waktunya Mama ke supermarket, nih, kamu mau dibelikan apa?” tanya Mama. “Hmm, apa, ya? Kiara bingung kalau tidak lihat barangnya,” jawabnya. “Ya sudah, berarti nggak mau dibelikan apa-apa, nih?” tanya Mama lagi. “Kiara, ikut saja, deh, Ma. Boleh, ya?” ucapnya memohon. Mama berpikir sejenak. “Baiklah, tapi ingat, jangan minta banyak-banyak. Kita harus berhemat,” pesan Mama. “Siap, Bos!” jawab Kiara senang.

Esok harinya, Mama menjemput Kiara dari sekolah dan langsung menuju ke supermarket langganan. Sebelum turun dari mobil, Mama kembali mengingatkan Kiara, “Ingat pesan Mama kemarin, kan?” Kiara pura-pura berpikir. “Hayo, pasti lupa!” sergah Mama. “Tenang, Ma. Ingat, kok, nggak boleh jajan banyak-banyak, kan?” kata Kiara sambil tersenyum jahil.

Sebelum mulai belanja, Mama membuka catatan belanjanya, kemudian memilih barang yang sesuai dengan yang dicatat. Kiara yang mulai tergoda dengan rak tinggi yang berisi berbagai jajanan, tak terasa telah berjalan menjauhi sang Mama.

“Ki, masih belum tahu mau beli apa?” tanya Mama sambil menengok ke sebelahnya, di mana seharusnya Kiara berdiri mengikutinya. Namun, Mama tak melihat anak dengan dua pita merah di rambutnya itu.

Sementara itu, Kiara telah menemukan 3 barang yang ia inginkan dan memasukkannya ke trolley yang ada di sampingnya. Namun, ketika melihat pemilik trolley tersebut, Kiara kaget karena ternyata bukan sang Mama, melainkan perempuan asing yang tak ia kenal. “Maaf, Tante. Aku kira trolley Mamaku,” kata Kiara sambil mengambil barangnya dan bergegas pergi. Ia kebingungan, karena setelah melihat sekelilingnya, tak menemukan sang Mama.

Kiara berusaha mencari di setiap lorong yang tersekat rak tinggi berisi berbagai macam kebutuhan rumah tangga itu. Ia pun mulai panik dan membayangkan bahwa Mamanya sudah pulang bersama belanjaan, meninggalkannya sendiri di supermarket yang besar itu. Tak lama, ia melihat seorang petugas yang sedang berbicara di depan mikrofon untuk mengumumkan harga barang yang sedang diskon. Kiara menghampiri petugas tersebut dan meminta tolong untuk memanggilkan Mamanya.

“Kepada Ibu Sarah dari Bekasi, ditunggu anaknya bernama Kiara di pusat informasi. Terima kasih,” pengumuman dari petugas tersebut pun terdengar di segala penjuru supermarket. Mama yang mendengar pengumuman itu merasa lega bahwa anaknya dalam keadaan baik-baik saja, dan menuju pusat informasi.

“Mama!” teriak Kiara saat melihat Mamanya dari jauh. “Duh, kamu pakai hilang segala, jadi merepotkan orang, kan?” tegur Mama. “Nggak apa, Bu. Anaknya pintar, bisa ke pusat informasi sendiri untuk memanggil Mamanya. Biasanya anak kecil akan kebingungan dan menangis,” kata si petugas memuji Kiara. “Terima kasih, ya, Mbak, sudah membantu anak saya,” ucap Mama. Setelah itu, mereka mengantre untuk membayar belanjaan dan bergegas pulang.

 

Cerita: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *