Oleh para Astronom, bentuk alam semesta kita diperkirakan berubah-ubah. Selama ini, dunia astronomi menggambarkan alam semesta berbentuk bola besar atau dataran luas yang di dalamnya terdapat bermacam-macam galaksi.

NASA dalam suatu program dan misinya untuk melihat kosmologi (suatu studi yang mempelajari sifat alam semesta) menemukan bentuk baru dari alam semesta dan mematahkan bentuk alam semesta terdahulu pasca Big Bang.

 

Bentuk Baru

Alat Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) membantu para Astronom menemukan bentuk baru dari alam semesta. Dalam penelitian yang dimulai enam tahun lalu, peneliti NASA Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, memperoleh kesimpulan yang sungguh mengejutkan.

Data yang tertangkap oleh alat WMAP berupa pola titik-titik panas dan dingin dari pengamatan Cosmic Microwave Background Radiation dan pengamatan Supernovae tipe Ia. Pengamatan ini menggambarkan bentuk alam semesta kita 380.000 tahun setelah Big Bang.

 

Bentuk Terompet

Big Bang sendiri adalah sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta. Alam semesta (universe) mengalami percepatan yang artinya terus mengembang sehingga jarak antara galaksi-galaksi (yang tidak berada dalam satu grup) rata-rata semakin menjauh satu sama lain.

Ketika alam semesta mengembang, maka alam semesta akan terulur panjang, bentuknya menyempit di awal  lalu akan semakin melebar menyerupai terompet.

Bagian menyempit dari bentuk alam semesta ini tidak bisa diamati (unobservable) namun bagian depan yang melebar dimana Bumi dan seluruh sistem tata surya berada adalah bagian yang masih mungkin dapat diamati (observable).

 

Kesimpulan

Bentuk alam semesta yang mengecil di awal lalu terulur panjang dan melebar ketika alam semesta berkembang, maka Tim NASA yang melakukan penelitian kosmologi tersebut menyimpulkan alam semesta berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak berbatas tetapi alam semesta dibatasi oleh ujung terompet dan alam semesta ada awal dan akhirnya.

 

Teks: JFK     Ilustrasi: JFK

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *