Raru si monyet dan Giba si anjing, tinggal di kebun binatang Ama yang dimiliki oleh seorang kakek baik hati. Namun, sayang sekali si kakek meninggal. Setelah ditinggal sang kakek, kebun binatang Ama dimiliki oleh pengusaha kaya dan dijadikan toko besar tempat menjual mobil.

Binatang-binatang di kebun binatang Ama, terpaksa dititipkan ke tempat penampungan, sampai mendapatkan tempat baru. “Kami tidak ingin pindah, di sini tempat tinggal terbaik kami,” tangis binatang-binatang itu. “Untuk sementara bersabarlah. Aku pasti akan mendapatkan tempat tinggal yang baru untuk kita,” bujuk Raru. Giba mengangguk setuju.

Suatu hari, Raru dan Giba memikirkan sebuah rencana hebat. “Ayo, ganggu si pengusaha yang sudah merebut tempat tinggal kita. Dengan begitu, dia akan takut dan pergi dengan sendirinya,” ajak Giba. “Setuju, Giba. Aku tahu caranya. Si pengusaha punya mobil besar bernama Bobi yang selalu bersamanya. Kita ancam saja mobil itu,” jelas Raru. “Ide bagus!” kata Giba tertawa senang.

Suatu malam, Raru mengawasi tempat parkir di toko penjualan mobil milik si pengusaha.  “Bobi sedang parkir,” bisik Raru pada Giba. “Dan dia tertidur,” tambah Giba. Ia pun berjalan menghampiri Bobi, lalu membentaknya. “Bangun!” teriaknya.

Suara Giba membuat Bobi terbangun. “A..a..ada apa?” kata Bobi tergagap takut. “Tuanmu sudah mengambil tempat tinggal kami,” cerita Raru. “Katakan padanya untuk segera pergi dari sini. Kalau tidak, kami akan mengganggumu dan tuanmu terus menerus,” ancam Giba.

“Kalian salah paham!” suara wanita yang berwibawa mengejutkan Raru, Giba, dan Bobi. “Nona!” seru Bobi. Ternyata, dialah si pengusaha. “Kembalikan tempat tinggal kami!” seru Giba dan Raru. “Itu sudah tugasku karena aku adalah cucu kakek pemilik kebun binatang Ama,” tutur si pengusaha. “Apa?!” seru Giba dan Raru terkejut.

“Selama ini kalian tidak sadar. Kebun binatang Ama dikelilingi oleh bangunan tinggi. Air menjadi kotor dan udara tidak sehat. Tumbuhan hijau sulit tumbuh. Semua itu membuat kebun binatang Ama bukan tempat tinggal yang baik untuk kalian. Kakek dan aku ingin agar kalian pindah dari sini. Aku sudah menyiapkan tempat tinggal baru yang lebih layak untuk kalian,” jelas si pengusaha.

“Kami mohon maaf!” seru Giba dan Raru pada Bobi dan si pengusaha. Tidak lama kemudian, Giba, Raru, dan teman-teman kebun binatang Ama, pindah ke tempat tinggal baru yang lebih baik. Mereka semua menumpangi Bobi dan teman-teman mobilnya. “Wah, betapa indahnya tempat ini. Di sini memang tempat tinggal terbaik untuk kita para binatang,” tandas Raru dan Giba sambil memandang pegunungan dikelilingi pepohonan yang indah dan sejuk.

(Cerita: Seruni/ Ilustrasi: Fika)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *