Suatu hari, Gega dan si kurcaci mencuri mahkota berlian. Tapi, mereka ketahuan, dan si kurcaci meninggalkan Gega sendirian untuk ditangkap. Gega pun dipenjara di Pulau Hitam. Setelah hukumannya berakhir, Gega kembali ke Negeri Salu. Dia berhenti mencuri dan mencari teman. Tapi, tak ada yang mau berteman dengannya. Ia terpaksa tinggal sendirian di tepi hutan.

Pada suatu hari, Gega yang sedang menangis sedih, dikejutkan oleh kedatangan peri cantik bernama Alina. “Suara tangismu menggangguku!” seru Peri Alina. “Maaf, aku menangis karena tak ada yang mau jadi temanku. Aku dulu mencuri, tapi sekarang tidak. Mengapa tak ada yang percaya?” keluh Gega. “Kau harus berbuat baik supaya orang mau jadi temanmu,” saran Peri Alina.

Suatu hari, terjadi banjir besar di Pulau Hitam. Penguasa Pulau Hitam yang jahat, Raksasa Kelam, bangun dari tidurnya. Gega ketakutan, tapi dia teringat nasihat Peri Alina. “Ini saatnya aku berbuat baik,” pikir Gega.

Ketika Raksasa Kelam melahap Bulan dan Bintang, Gega melihat serpihan-serpihan Bulan dan Bintang jatuh ke Bumi. Dengan paruhnya, Gega mengumpulkan serpihan-serpihan itu. “Aku hanya bisa menyelamatkan serpihan Bulan dan Bintang,” ucap Gega pada Peri Alina. “Ini cukup. Dengan sihirku, kita bisa membuat Bulan dan Bintang yang baru,” ujar Peri Alina senang.

Gega pun menyusun serpihan Bulan dan Bintang dengan paruhnya. Lalu, Peri Alina menyihir serpihan-serpihan itu menjadi Bulan dan Bintang baru. Penduduk Negeri Salu yang mengetahui jasa Gega, kini mau berteman dengannya. (Seruni/Ares/Ilustrasi: Putri)

, , , , , ,
You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *