Tahun ini Mira pindah sekolah dan dia mendapatkan kenalan baru, namanya Alda. Suatu hari, Mira melihat Alda bermain dengan kucing liar dan memberinya makan. “Alda, kau suka binatang, ya?” tanya Mira. “Iya,” jawab Alda sambil tersenyum. Ternyata, Mira dan Alda punya kesamaan yaitu menyukai binatang. Sejak itu mereka berdua berteman baik. Hebatnya, rumah mereka ternyata dekat!

Seminggu kemudian, Alda tampak sedih. Mira bertanya ada apa. “Mira, maukah kau menolongku?” tanya Alda menggenggam tangan Mira. “Tentu saja, kita teman!” kata Mira. Alda mengajak Mira ke sebuah rumah kosong dekat rumah mereka berdua. Pagar rumah kosong itu tidak terkunci, dan Alda menggandeng Mira masuk. Terdengar suara gonggongan dari dalam rumah, dan Alda membuka pintu masuk rumah yang juga tidak terkunci. Seekor anjing berlari menyambut mereka berdua. “Aku memelihara Roksi diam-diam karena tidak diizinkan Papa dan Mama. Maukah kau membantuku memberi makan Roksi?” tanya Alda pada Mira. “Tentu saja mau Mira, tapi…,” Alda tak melanjutkan jawabannya. “Tapi apa?” tanya Alda dengan wajah kecewa. “Tidak apa-apa, kok. Kau akan kubantu,” kata Mira.

Ternyata, membantu Alda memelihara Roksi tidak gampang. Mira sering lupa memberikan uang untuk membeli makanan Roksi, sehingga Alda terpaksa menggunakan uang sakunya sendiri. Alda juga jarang mengunjungi Roksi lagi semenjak ada Mira. Lalu suatu siang Pak penjaga keamanan melihat Mira masuk rumah kosong. Mira terpaksa berterus terang. “Wah, kalau seperti itu kasihan anjingnya,” kata si Bapak. Mira terdiam. Dia juga merasa seperti itu, tapi tentu saja dia tidak berani berterus terang pada Alda, takut dia marah.

Akhirnya, Mira bercerita pada Mama. “Mama mengerti kamu mau membantu Alda, tapi lama kelamaan kamu yang repot, kasihan Roksi, dan Pak penjaga juga jadi susah, kan?” nasihat Mama. “Iya Ma, tapi bagaimana kalau Alda marah?” tanya Mira. “Tidak apa-apa. Alda harus diberi nasihat, jangan takut. Ini demi kebaikannya juga,” kata Mama sambil mengelus rambut Mira. Mira mengangguk setuju.

Hari Senin, terjadi hal mengejutkan. Hari itu ada pelajaran Kesenian, dan Mira kaget karena kotak pensil warnanya tak ada di tas! “Gawat! Aku menjatuhkannya waktu memberi makan Roksi di rumah kosong!” seru Mira panik. Alda yang bersama Mira menjadi pucat karena tidak enak. Tiba-tiba, terdengar gonggongan anjing. Mira dan Alda terkejut. “Roksi!” seru mereka berdua. Roksi menggoyangkan ekornya. Di dekat kaki depannya, ada kotak pensil warna Mira! “Roksi, kau mengejarku sampai ke sekolah? Kau luar biasa!” ucap Mira memeluk Roksi terharu. “Mira, melihat ini aku jadi sadar kalau memelihara binatang itu harus sungguh-sungguh. Kau harus menganggap mereka sebagai keluarga sendiri. Kaulah yang lebih cocok memelihara Roksi. Maafkan aku sudah membuatmu repot,” kata Alda menyesal. “Tidak apa-apa, aku jadi punya teman-teman baru yang berharga!” kata Mira pada Alda.

Akhirnya, Mira memelihara Roksi di rumahnya. “Aku masih tidak boleh memelihara binatang, tapi tidak apa-apa. Papa dan Mama tahu aku harus belajar bertanggung jawab dulu. Jadi, aku akan sering-sering main ke rumahmu untuk melihat Roksi,” kata Alda pada Mira. “Aku senang kalau kau datang terus!” ucap Mira tersenyum lebar pada temannya.

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Agung

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *