Teman Aneh

Desi pintar menggambar. Ia selalu menyimpan gambar-gambarnya di Facebook. Lewat Facebook pula, Desi berkenalan dengan Lina. Kini, mereka menjadi teman dekat. Atas saran Lina, Desi menerima pesanan gambar dari teman-temannya di Facebook. “Desi, update Facebook-mu, dong! Aku kangen gambarmu,” minta Lina suatu hari. “Nih, ada satu gambar, pesanan dari Mila,” kata Desi. Mila adalah teman baru di Facebook. Lina membuka Facebook di tab miliknya. “Kok, gambar pohon beringin?” tanya Lina. “Habis, Mila mintanya pohon beringin,” jawab Desi. “Pohon beringin kan seram, kata orang, tempat tinggal hantu,” seru Lina. “Mungkin Mila suka yang seram-seram,” canda Desi.

Hari Sabtu, Mila memberikan komentar di Facebook Desi. ‘Terima kasih, Desi! Bagus sekali! Aku mau minta gambar lagi. Bisa selesai besok?’  “Sudah minta satu gambar, mau minta lagi? Dia juga mau mengaturku? Tidak mau! Lagipula aku mau jalan-jalan sama Lina,” pikir Desi marah. Desi tak membalas komentar Mila. Keesokannya, Desi melihat Facebook sambil menunggu Lina. “Ada komentar dari Mila,” seru Desi. Dia terkejut ketika membaca komentar Mila. ‘Desi, Lina keseleo kakinya, jadi tidak bisa pergi denganmu. Bagaimana kalau menggambar buatku saja? Aku mau gambar pohon kapas.’  “Ah, masa sih Lina keseleo?! Mila kan tidak kenal Lina,” gumam Desi penasaran. Kriiiing… Tiba-tiba, telepon berdering. Rupanya dari Lina. “Desi.. maaf aku tidak bisa jalan-jalan denganmu, kakiku keseleo.” Desi terdiam, jantungnya berdegup kencang. “Lina, aku ke rumahmu ya, ada yang ingin kubicarakan,” ucap Desi.

Desi bercerita tentang komentar Mila yang aneh. “Aku tidak pernah bilang sama Mila, kakiku keseleo. Bagaimana dia bisa tahu? Lagipula, Aku tidak berteman dengan dia di Facebook. Tiap aku ingin menambah Mila jadi teman di Facebook, pasti tab-ku mati,” ujar Lina. “Dia juga memintamu menggambar pohon kapas kan? Lagi-lagi pohon angker!” tambah Lina panik. “Aku akan menggambar pohon kapas untuk Mila, sekalian kita selidiki siapa dia,” ajak Desi. Akhirnya, gambar pohon kapas pun selesai. Desi mengunggahnya di Facebook dan menambahkan pesan untuk Mila; ‘Mila, kalau bercanda jangan keterlaluan! Masa bilang Lina keseleo? Dia keseleo beneran, lho!’  Satu jam kemudian, Mila berkomentar. ‘Desi, maaf ya… Aku benar-benar suka dengan gambarmu. Keinginanku sudah terpenuhi. Hari Kamis, aku harus pergi. Kalau mau, kau bisa menemuiku di rumah Jalan Hijau No. 6.’ “Mila ini siapa, sih?” gumam Desi. “Ayo, temui Mila, ternyata rumahnya juga di kompleks perumahan kita!” ajak Desi pada Lina yang sudah sembuh dari keseleo. Desi dan Lina bersepeda mencari rumah Mila.

Sesampainya di alamat rumah Mila, mereka berdua  kaget. Yang ada hanyalah reruntuhan rumah besar, bekas terbakar separuh. Tak jauh dari situ, ada pohon beringin dan kapas. Seorang satpam datang dan bercerita, “Sepuluh tahun lalu, rumah ini terbakar. Sejak itu, banyak yang melihat hantu anak perempuan seumur kalian. Hari Kamis nanti, reruntuhan ini akan dirubuhkan dan dibangun rumah baru.” Hari Kamis! Desi ingat tulisan Mila di Facebook. ‘Hari Kamis, aku harus pergi…’ Sejak hari Kamis, Mila tak pernah lagi muncul di Facebook. Desi dan Lina tak pernah tahu siapa Mila sampai sekarang!  (Cerita: Seruni/ Ilustrasi: Just For Kids)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *