Tanya : Halo namaku Sakha, usiaku 10 tahun. Setiap telat makan, perutku jadi sakit. Kata Mama, aku terkena maag, benarkah telat makan bisa sebabkan maag? Apakah jika aku makan secara teratur, maag-ku bisa sembuh? Terima kasih. Sakha, Kelas 4 SD – Jogjakarta

Jawaban dokter Matheus:
Hai Sakha, sakit maag atau dispepsia adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala akibat gangguan pada lambung. Tak hanya pada orang dewasa, dispepsia ini juga dapat terjadi pada anak. Umumnya, terjadi di atas usia 4 tahun dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengurangi nafsu makan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala yang terjadi biasanya tidak jauh berbeda dengan maag pada orang dewasa yakni; mudah kenyang meski baru makan sedikit, perut terasa sangat penuh setelah makan, nyeri atau perih di bagian ulu hati, perut terasa kembung, tidak nafsu makan, sering sendawa, mual, muntah. Penyebab maag umumnya disebabkan oleh fungsi saluran pencernaan yang terganggu atau peradangan. Kerap mengonsumsi makanan tinggi lemak, pedas, juga dapat memicu terjadinya maag.

Walaupun jarang, maag pada anak juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri helicobacter pylori. Hal ini diakibatkan karena mengonsumsi makanan yang tidak higienis dan kebiasaan tidak mencuci tangan setelah dari kamar mandi atau sebelum makan. Jika gejala maag Sakha tidak kunjung membaik atau justru semakin memburuk, segeralah bilang Papa Mama untuk ajak Sakha ke dokter spesialis anak ya.

Konsultan:

Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A
Dokter Spesialis Anak
RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

(Ilustrasi : Agung)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *