Kila dan Widuri sangat bahagia dan bangga, karena akhirnya film “Buku Harianku” tayang! Ya, film yang sudah diproduksi sejak tahun 2018 itu, harus tertunda penayangannya karena adanya pandemi Covid-19. Tak hanya bahagia, mereka juga sangat bangga karena film yang mereka bintangi itu akan tayang di layanan streaming, Disney+Hotstar mulai Jumat, 27 November 2020. Film produksi Blue Sheep & Bro’s Studio ini diproduseri oleh Bobby Bosa dan Silvia Yunita, Sutradara: Angling Sagaran, dan Skenario: Alim Sudio.

Widuri dan Kila

“Saya bangga bisa tayang di Disney+Hotstar karena saya penggemar film-film Disney. Kalau tayang di Disney+Hotstar bisa kita ulang-ulang dan tonton kapan pun, tidak seperti di bioskop,” ujar Widuri yang memerankan tokoh Rintik. “Awalnya saya sedih karena tidak bisa tayang di bioskop, tapi pas tahu masuk Disney+Hotstar, saya senang banget. Fans Disney banyak yang suka dan nonton. Lagu saya di film ini bisa diingat banyak orang,” tambah Kila yang memerankan tokoh dengan nama yang sama yaitu Kila.

Dalam film musikal ini dikisahkan seorang anak bernama Kila (8 tahun) yang diperankan oleh Kila Putri Alam, hidup berdua dengan ibunya, Riska (diperankan penyanyi Widi Mulia), seorang single parent yang selalu sibuk bekerja. Almarhum ayah Kila (diperankan aktor Dwi Sasono), Kolonel Arya, dulu adalah seorang tentara yang gugur saat bertugas di Borneo. Karena kesibukannya, suatu hari Riska harus menitipkan Kila pada mertuanya, Kakek Prapto (diperankan aktor legendaris Slamet Rahardjo) , seorang veteran perang yang tinggal sendiri dan memiliki peternakan di Sukabumi.

Kakek Prapto merupakan pribadi tegas dan disiplin, yang menutupi kerapuhan hatinya dengan pembawaan yang keras, bukan tipikal yang dekat dengan cucunya. Apalagi dia juga menderita gejala awal Alzheimer (pikun). Untunglah di rumah tersebut, kakek memiliki sepasang pembantu yakni Ujang (diperankan Ence Bagus) dan Ropiah (diperankan Wina Marino) yang lucu dan baik. Mereka memiliki anak perempuan bernama Rintik (diperankan Widuri Sasono) yang bisu dan pemalu.

Tak butuh waktu lama untuk Kila menjalin persahabatan dengan Rintik yang membantunya untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang ada. Bahkan Rintik pun bisa keluar dari keterbatasannya dengan dukungan Kila, untuk lepas dari rasa malu dan rendah diri.

Pada akhirnya, segala hal yang nyaris membuat Kila pulang lebih awal ke kota, ternyata adalah hal yang selama ini hilang dari kehidupan Kila. Keluarga yang hangat, persahabatan yang tulus, serta petualangan baru yang tak hanya mengubah hidup Kila dan Rintik, namun juga warga desa sekitar tempat Kakek Prapto tinggal.

Widuri yang memerankan tokoh Rintik yang bisu, mengaku merasa sangat tertantang. Ia pun secara khusus belajar bahasa isyarat selama kurang lebih dua bulan. “Awal belajar bahasa isyarat, saya pikir susah. Ternyata, asal kita mau belajar, bisa juga. Di film ini saya dapat ilmu baru yaitu belajar bahasa isyarat,” cerita Widuri.

Lain halnya dengan Widuri, Kila mengaku adegan paling menantang adalah saat ia harus menyanyikan lagu Kupu-Kupu di kandang/lapangan kuda.  “Di situ ada kuda dan kelinci-kelinci juga dilepas. Saya takut nggak sengaja nginjek kelinci dan takut juga kelincinya ke-injek kuda,” ujarnya.

Sebagai aktor senior dan legendaris, Slamet Rahardjo menilai bahwa film “Buku Harianku” ini sangat cocok untuk ditonton seluruh keluarga. “Menurut saya, situasi kekeluargaan hari ini hampir tidak ada kehangatan. Film yang menceritakan hubungan kakek dengan cucunya ini, tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga keluarga dari beberapa generasi, sehingga perlu ditonton berbagai usia. Karena tidak ada namanya halangan antar generasi jika ada satu dasar yaitu cinta yang harus dikejar, dibentuk, dan dibangkitkan,” ucapnya.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *