Rumah yang bersih adalah rumah yang sehat. Mungkin lantai rumah-mu, perabotan, dapur, kamar mandi, sering dibersihkan. Tapi, pernahkah orangtua terpikir untuk membersihkan dinding? Rasanya tidak.

Padahal, kebanyakan anak-anak menghabiskan 8-20 jam setiap harinya di dalam ruangan. Mereka melakukan aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan dinding. Entah itu bermain, bersandar, mencorat-coret, bahkan sebagai pegangan bagi balita yang sedang belajar jalan.

“Ada banyak tempat tumbuhnya kuman di rumah. Seperti toilet, bak cuci piring, spons cuci, bak mandi, pegangan keran dan pintu, perabot, hingga permukaan yang luas seperti lantai dan dinding,” ungkap  dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A pada diskusi kampanye Rumah Sehat Nippon Paint bertajuk “Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah” di Indonesia Maternity Baby & Kids Expo (IMBEX), Minggu (02/12) di Jakarta Convention Center.

Tahukah kamu, jamur dan bakteri dapat tumbuh 24-48 jam sejak timbulnya kelembapan di dinding atau lantai. Kuman tersebut bisa masuk ke tubuh kita, melalui udara atau kontak dengan kulit. Mungkin lantai sering dipel 2 kali sehari, tapi dinding?

dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A menjelaskan bahwa rumah merupakan lingkungan utama untuk anak sehingga keamanannya harus dipastikan secara menyeluruh

Jarang orangtua sadar untuk membersihkan permukaan dinding. Padahal, dinding merupakan permukaan luas yang termasuk paling banyak dihuni kuman di area rumah. Dan, bakteri-bakteri tersebut bisa bertahan di permukaan dinding dari harian hingga mingguan, lho!

“Tembok dapat menjadi media penularan bakteri seperti infeksi E-coli, MRSA dan Staphylococcus aureus. Anak-anak berusia di bawah 5 tahun yang paling rentan terhadap infeksi tersebut,” ungkap dr. Caessar.

Penyakit-penyakit yang ditimbulkan kuman di atas antara lain infeksi pencernaan, pernapasan dan saluran kemih, pilek, sakit tenggorokan, ruam atau gatal-gatal, infeksi kulit hingga menyebabkan keracunan pada makanan yang terkontaminasi. Duh!

Agar terhindar dari hal itu, anak-anak butuh lingkungan rumah yang sehat. Menjawab kebutuhan itu, Nippon Paint menghadirkan Nippon Spot-less Plus dengan Silver-Ion yang efektif membasmi bakteri E-coli, MRSA dan Staphylococcus aureus pada dinding, sehingga anak-anak aman menyentuh permukaan dinding rumah.

Dilengkapi pula dengan Stain-Guard agar noda pada dinding mudah dibersihkan, serta tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compund), zat yang berbahaya bagi kesehatan sehingga tidak menimbulkan bau.

(kiri – kanan) dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A dan Bapak Mark Liew pada acara diskusi kampanye Rumah Sehat Nippon Paint bertajuk “Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah” di Indonesia Maternity Baby & Kids Expo (IMBEX), Minggu (02/12) di Jakarta Convention Center.

Nippon Spot-less Plus telah lebih dulu diterapkan pada dinding-dinding rumah sakit yang membutuhkan ruangan yang steril, lantas dikembangkan untuk diterapkan pula pada rumah keluarga.

“Selama cat masih utuh dan terawat, dalam  jangka waktu 3 – 5 tahun masih mampu dan efektif membasmi bakteri, jamur dan lumut di permukaan dinding,” ungkap Bapak Mark Liew, Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia.

Untuk mewujudkan rumah sehat untuk keluarga Indonesia, Nippon Paint bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Klik Dokter dan Indonesia Montessori.Com (IMC). “Semoga lebih banyak lagi asosiasi atau organisasi yang mendukung kampanye rumah sehat ini demi menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk keluarga Indonesia,” tutupnya. (Foto: dok. Nippon Paint)

 

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *