Tangisan Seekor Anjing

Hari sudah malam, namun Sisca masih saja bermain sepeda di area taman perumahan. Sisca tidak menghiraukan cuaca dingin malam itu. Ia masih penasaran berlatih free style jump dengan sepeda BMW miliknya. Meski keringat sudah membasahi bajunya, namun Sisca masih betah bermain sepeda. Malam pun semakin larut. Diliriknya BabyG yang melingkar di tangan kirinya. Jam menunjukkan pukul 23.30. “Aduh, aku harus segera pulang, nih. Mama pasti khawatir karena sudah malam,” batin Sisca.Bermain sepeda di malam hari memang hobi gadis yang duduk di bangku kelas 5 SD ini. Alasannya, kalau siang matahari terik dan taman ramai orang. Sehingga ia tidak bebas berlatih gaya free stlye favoritnya.

Di perjalanan pulang, Sisca mendengar suara anjing seperti menangis. “Auuuuuu…..auuuu…!!!” Sisca menghentikan sepedanya. Ia mencari sumber suara itu. Ternyata, suara tangisan anjing itu berasal dari rumah bercat hitam di ujung jalan dekat rumah Sisca. Perlahan dengan mengendap-endap, Sisca melihat ke arah rumah itu. Ia mencari anjing tersebut. Seekor anjing jenis Siberian Husky berwarna putih hitam menatapnya tajam. Dan yang membuat Sisca kaget sekaligus perlahan mundur adalah seorang nenek berambut putih menjuntai ke lantai. Dia duduk di kursi goyang di samping anjing tersebut. Sisca mulai ketakutan. Ia berbalik arah, memutar sepedanya dan mengayuhnya pelan. Namun suara tangisan anjing kembali terdengar. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri. Secepat kilat, Sisca mengayuh sepeda menuju rumahnya.

Nafasnya terengah-engah ketika Sisca mengendap masuk ke garasi rumah. Ia masih ketakutan dengan kejadian tadi. Ditambah dengan suara keras Mama yang tiba-tiba muncul, membuat Sisca kaget. “Kamu ke mana saja Sisca, ini sudah tengah malam. Kenapa baru pulang?” tanya Mama sedikit membentak. “Sisca keasyikan main sepeda di taman, Ma. Maafkan Sisca telah membuat Mama khawatir,” ujar Sisca tertunduk. “Lain kali jangan diulangi, ya? Bermain boleh, asal ingat waktu!” ujar Mama. “Iya, Ma. Oh iya, rumah bercat hitam di ujung jalan itu, ada penghuninya nggak, sih? Tadi Sisca mendengar suara tangisan anjing. Dan di rumah itu ada seekor anjing dengan seorang nenek berambut putih panjang. Siapa sih mereka, Ma?” tanya Sisca pada Mama. “Husst…ngawur kamu! Yang punya rumah itu sedang ke luar negeri. Dan mereka tidak punya anjing lagi setelah anjing terdahulunya mati beberapa tahun lalu,” jelas Mama. “Lalu, yang Sisca lihat tadi siapa, dong? Sisca melihatnya jelas sekali!” tambah Sisca. “Ah, itu cuma pikiran kamu saja. Makanya, kalau bermain itu jangan sampai tengah malam. Membuat orang tua bingung. Kasihan Mang Ujang mencari kamu sampai sekarang belum pulang,” kata Mama dengan nada sedikit marah. “Maaf, Ma. Aku lupa lihat jam,” ucap Sisca menyesal.

Tak berapa lama, Mang Ujang datang. “Neng Sisca sudah pulang, Nyonya?” tanya Mang Ujang. “Sudah, Mang,” ujar Mama. “Oh, syukurlah! Eh iya, Nyonya, kata orang-orang, rumah kosong bercat hitam yang ada di ujung jalan itu, ada penunggunya, ya? Tadi saya melihat seorang nenek dengan rambut putih panjang dan seekor anjing duduk di teras rumah itu,” cerita Mang Ujang. “Tuh, kan, Ma! Mang Ujang juga melihatnya!” ujar Sisca yang tiba-tiba muncul. “Iya Neng Sisca, anjingnya merintih terus. Kata emak saya dulu, kalau ada anjing merintih malam-malam, biasanya di sekitarnya ada makhluk halus,” kata Mang Ujang. “Eh, sudah sudah, hari sudah larut malam. Mang Ujang istirahat saja. Ayo, Sisca kamu juga tidur, besok kan sekolah,” kata Mama.

Keesokan harinya. Seperti biasa, Sisca pergi sekolah mengayuh sepedanya. Ia kembali melewati rumah bercat hitam itu. Dan rumah tersebut tampak kosong. Tidak ada siapa-siapa. Untuk meyakinkan hatinya, Sisca melempar kerikil kecil ke arah rumah tersebut sambil berlalu. “Guk!! Guk!! Guk!! Auuu…auuuu….auuu..!!!” suara lolongan anjing tiba-tiba terdengar. Sisca menoleh dan ia melihat anjing Husky yang semalam. Anjing itu menatapnya tajam dan marah, bola matanya merah menyala. Sisca pun langsung mengayuh sepeda sekencang-kencangnya! (Teks: Just For Kids/ Ilustrasi: Just For Kids)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *