Kalbe berkomitmen mendukung upaya pemerintah menanggulangi COVID-19 di era new normal, melalui inovasi obat herbal untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh.

“Melalui produk H2 Cordyceps militaris kami melakukan inovasi untuk perkembangbiakan jamur yaitu melalui metode kultur jaringan. Dengan metode ini, jamur dapat lebih cepat dipanen (hanya 2 bulan sementara jamur liar bisa mencapai 12 bulan atau lebih) namun stabilitas kandungan bahan aktif dan hieginitas produk tetap terjamin serta bebas kontaminasi. Akibatnya harga produk ini lebih bisa terjangkau masyarakat. Selain itu produk H2 Cordyceps juga dapat menjadi imunomodulator yang menjaga keseimbangan sel imun karena mengandung imunostimulan (untuk memperkuat sistem imun) dan sekaligus mengandung imunosupresi (untuk menekan reaksi sistem imun yang berlebih). Itulah sebabnya H2 Cordyceps militaris menjadi salah satu produk unggulan kami di era new normal ini,” terang dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk.

“Di era new normal ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa ancaman tertular virus COVID-19 masih ada, hal ini disebabkan karena mereka abai untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu kesadaran untuk memperkuat diri dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga masih rendah,” ujar dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI). “Kita harus memastikan daya tahan tubuh kita kuat sebelum kita keluar rumah, dengan cara konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan jika diperlukan konsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh,” lanjut dr. Adib.

“Dalam kajian yang saya lakukan, Jamur Cordyceps militaris merupakan salah satu bahan natural terbaik untuk memperkuat imunitas tubuh karena mengandung cordycepin, adenosin dan polisakarida,” ujar Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Malang. “Ketiga kandungan tersebut menjadi paket komplit yang membuat jamur Cordyceps militaris berpotensi sebagai antivirus dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien COVID-19. Selain itu, beberapa referensi juga menyebutkan karena kandungan adenosinenya, jamur Cordyceps memiliki potensi untuk mengurangi gejala sesak atau ganguan pernapasan,” tambah Prof. Widodo.

“Saat ini kami sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk terus melengkapi data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps. Selain bukti-bukti empiris dan penelitian yang sudah dilakukan terhadap jamur Cordyceps di luar negeri, kami juga sudah melakukan uji preklinik dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini dengan universitas di Surabaya dan analisis Bioinformatika dengan Prof. Widodo dari Universitas Brawijaya. Tidak berhenti disitu, saat ini sedang dilakukan uji klinik untuk lebih melengkapi data ilmiahnya. Data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini akan terus kami lengkapi,” tambah dr. Helmin.

(Foto : Ist)

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *