Ini Beda Popok Generasi Baru vs Popok Konvensional, Moms!

Moms pasti setuju, merawat kebersihan dan kesehatan kulit bayi seringkali menjadi masalah bagi para orangtua, terlebih dengan karakteristik kulit bayi yang sensitif. Popok sekali pakai yang sering ditemukan di pasaran cenderung mudah menggumpal, tidak menyerap dengan merata, dan tebal. Tak hanya membuat popok berat dan tidak nyaman, hal ini juga dapat menimbulkan rasa panas, iritasi, dan ruam di kulit bayi.

Kini, tak perlu khawatir lagi. Setelah melalui perkembangan dan penelitian yang intensif, popok generasi baru dengan struktur inti Super Absorbent Polymers (SAP) telah hadir. Popok ini dirancang agar lebih nyaman dan anti iritasi untuk si buah hati. Lalu, apa yang membedakan popok generasi baru ini dengan popok konvensional?

  1. Ketebalan

Popok konvensional memiliki bahan dasar pulp kayu, dengan susunan tanpa stratifikasi dan partisi. Faktor ini membuat popok konvensional memiliki ukuran yang lebih tebal, mudah berubah bentuk, dan memiliki struktur yang lebih longgar. Jika dibandingkan, popok konvensional yang memiliki ketebalan antara 2,5 mm-4 mm, sedangkan popok generasi baru ini hanya 1,66 mm, sangat tipis. Ditambah dengan struktur desain permukaannya yang 3D, dapat mengurangi kontak dengan kulit sehingga mengurangi terjadinya ruam popok. Struktur 3D ini dapat meningkatkan sirkulasi udara sampai 60% sehingga popok tidak mudah lembab, karena sebagian besar ruam disebabkan oleh pantat bayi yang tidak cukup kering. Hal ini membuat si kecil dapat beraktivitas lebih nyaman dan dapat beristirahat di malam hari tanpa terganggu.

  1. Daya Serap

Daya serap popok sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit bayi, terutama di daerah selangkangan. Maka dari itu penting untuk mencari popok dengan daya serap maksimal. Popok pada umumnya hanya mampu menyerap 400 ml-500 ml, sedangkan popok generasi baru ini dapat menampung hingga 600 ml dan tidak meninggalkan sisa penyerapan. Penyerapan yang cepat ini pada akhirnya dapat mencegah bakteri berkembang biak dan mengurangi kemungkinan kulit bayi mengalami ruam popok.

  1. Struktur

Popok pada umumnya memiliki struktur yang tidak stabil. Hal ini dapat memperbesar gesekan pada kulit si kecil yang pada akhirnya akan mengakibatkan ruam. Pada popok generasi baru, strukturnya di desain 3D sehingga lebih stabil dan dapat mengurangi kontak langsung dengan kulit. Selain itu juga dapat mempercepat penyerapan dan meningkatkan sirkulasi udara hingga 60%.

“Ruam popok adalah salah satu permasalahan kulit yang umum terjadi pada si kecil, terutama yang berusia 0-3 tahun. Penyebab utamanya adalah penyerapan popok yang kurang maksimal, sehingga popok menjadi lembab, dan pada akhirnya menyebabkan ruam pada si kecil. Sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan produk dan layanan terbaik untuk ibu dan anak di Indonesia, Makuku meluncurkan Makuku Air Diapers tahun lalu, popok generasi baru dengan keunggulan anti-gumpal, super tipis, struktur stabil, dan berdaya tampung maksimal hingga 600 ml. Harapan kami dengan adanya Makuku Air Diapers dapat mengatasi masalah ruam popok di Indonesia,” ujar CEO Makuku Indonesia, Jason Lee.

Semua keunggulan popok generasi baru tersebut ada pada Makuku Air Diapers, solusi anti ruam popok pada anak. Setiap produk Makuku, termasuk Makuku Air Diapers, menggunakan bahan-bahan terbaik dari seluruh dunia, seperti Jepang, Jerman, dan Amerika. Sejak diluncurkan Desember 2021 lalu, Makuku Air Diapers telah terjual sebanyak 1.000 pcs, menjadikannya salah satu dari top 10 produk popok terlaris di ecommerce. Saat ini, Makuku Air Diapers sudah tersedia  di offline store Makuku di seluruh Indonesia dan juga dapat dibeli melalui Makuku Official Store di marketplace seperti, Tokopedia, Shopee, Lazada, Orami, TikTok Shop, JD.ID, dan Blibli. Mulai tahun ini, Makuku Air Diapers akan tersedia di pasar tradisional dan pasar modern di seluruh indonesia.

Sebagai bentuk komitmennya terhadap kesejahteraan ibu dan anak, Makuku juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan, Makuku Private Consultation. Bagi orang tua yang ingin berkonsultasi, dapat mendaftar melalui bit.ly/KonsultasiMakuku, selanjutnya tim Makuku akan menghubungi kembali  melalui WhatsApp untuk memastikan tanggal, waktu, dan spesialisasi dokter yang dipilih. Terakhir, orang tua akan terhubung dengan dokter dan berdiskusi melalui video call WhatsApp. Pembicaraan akan berlangsung hingga 15 menit untuk setiap pasien dan tersedia dalam empat sesi setiap minggu. Layanan Makuku Private Consultation ini didukung oleh dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak.

Foto: Ist

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *