Di sekolahmu pasti ada peta dunia yang berbentuk bola. Peta yang biasa disebut dengan globe itu merupakan gambaran dari wilayah berbagai negara di dunia. Sosok penemu yang berjasa menciptakan globe adalah Syarif Al Idrisi.

Pria Muslim ini bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah Ibn Idris Ash Sharif. Ia dilahirkan di Ceuta, Spanyol tahun 1100 Masehi. Idris (sapaannya, red) menempuh pendidikannya di kota Cordoba, Spanyol. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Idris menjadi seorang ahli geografi terkenal di Eropa.

Untuk mendalami ilmu geografi (ilmu yang membahas tentang peta dan daerah di dunia), Idris sering bepergian. Dengan bepergian itulah, Idris mengumpulkan berbagai macam data letak benua dan pulau di seluruh dunia. Saat itu, berbagai peta dunia sudah dibuat oleh para ahli geografi lain. Tetapi, peta yang dibuat Idris termasuk peta dunia yang paling akurat.

Selama 15 Tahun

Hingga suatu ketika, keahlian Idris terdengar oleh Roger II, raja Norman dari Sicillia. Roger II mengundang Idris ke istananya. Sang raja meminta Idris membuatkan peta dunia berbentuk globe bagi dirinya. Roger II dan Idris sepakat melakukan kerjasama dalam pembuatan peta dunia selama 15 tahun.

Dua orang ini lantas mendirikan akademi geografer untuk mewujudkan pembuatan peta dunia. Idris dibantu oleh 12 sarjana di bidang geografi. Mereka melakukan penelitian dan wawancara dengan para pelaut yang sudah menjelajahi berbagai daerah di dunia.

Akhirnya, pada tahun 1154 Masehi, peta dunia berbentuk bola seberat 400 kilogram dapat diselesaikan. Pada globe itu, Idris menggambarkan enam benua, daratan, lautan, kota, dan pegunungan yang lengkap. Tak hanya itu saja, informasi mengenai jarak, panjang, dan tinggi dari setiap gambar pada globe itu sangat tepat.

Digunakan Columbus

Idris kemudian diberi hadiah berupa ratusan ribu keping perak dan sebuah kapal yang dipenuhi dengan cenderamata. Wow, bisa kamu bayangkan bagaimana kayanya Idris waktu itu?!

Berkat ketepatan peta buatan Idris-lah, Columbus mampu menemukan benua Amerika. Al-Idris meninggal pada tahun 1165 Masehi. Meski sudah tiada, jasanya di bidang geografi tetap tak tertandingi, lho! (JFK/Nov)

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *