Wow…amazing! Matahari terlihat memiliki banyak anak. Hmm..kira-kira bagaimana ya?

Fenomena ini sebenarnya adalah fenomena atmosferik yang telah dikenal dengan baik di dunia sains. Nama fenomena ini adalah Sun Dog. Kadang sering juga disebut dengan fenomena Matahari kembar. Dan biasanya disertai dengan Parhelic Circle.

Sun Dog memperlihatkan Matahari sedang bersinar dengan teriknya dan terlihat sebuah garis terang melingkar menembus Matahari di kedua sisinya. Tepat di garis melingkar itu terdapat “Matahari tambahan” sebanyak empat buah.

 

Matahari Tambahan

Mengapa fenomena ini disebut Sun Dog? “Matahari tambahan” itu terlihat seperti seekor anjing yang duduk manis di sebelah tuannya, sang Matahari. Fenomena ini hanya terjadi pada kondisi atmosferik yang sangat langka. Jadi, jika kalian bisa melihatnya, anggaplah diri kalian sebagai orang yang sangat beruntung. Hehehe..

Sun Dog terjadi ketika cahaya Matahari bersinar menembus kumpulan lempeng es kristal hexagonal yang tersusun secara horizontal di langit yang mengakibatkan cahaya itu dibelokkan dengan sudut minimum 22 derajat.  Proses ini bisa disamakan dengan proses terciptanya pelangi yang terbentuk karena cahaya Matahari yang menyinari tetesan air di angkasa.

 

Pernah Terlihat

Fenomena ini bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Namun, ia akan lebih mudah terlihat ketika Matahari berada pada posisi yang lebih rendah di horizon (saat terbit atau terbenam). Pada saat Matahari terbit, Matahari akan naik semakin tinggi, Sun Dog pun akan bergeser dari sudut 22 derajat. Ketika Matahari menjadi lebih tinggi lagi, Sun Dog pun lenyap.

Fenomena Sun Dog pernah terlihat di Kutub Selatan (11 Januari 1999), Minnesota (22 januari 2005), di atas Laut Mati (7 Maret 2007), Harbin City (14 November 2007), dan North Dakota (18 Februari 2009).

Mungkin nggak ya terlihat di Indonesia?

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *