Kenapa harus ada ujian? Lisa suka pergi ke sekolah. Dia suka belajar di kelas. Tapi dia benci sekali ujian! Begitu membaca pengumuman dari sekolah kalau sebentar lagi musim ujian tiba, Lisa langsung murung. Lalu, begitu mendengar imbauan dari Wali Kelas yang meminta Lisa dan teman-temannya untuk memusatkan perhatian, Lisa merasa bahwa hari-hari menyenangkan miliknya sudah berakhir!

“Ujian sangat menyebalkan…,” keluh Doni dan Rina, teman-teman sekelas Lisa. “Nah, ternyata yang berpikiran seperti itu bukan hanya aku! Kalian juga! Aku senang sekali!” kata Lisa memandang mereka dengan penuh rasa terima kasih.  “Siapa sih yang suka ujian? Coba lihat wajah teman-teman kita,” kata Doni menunjuk ke arah teman-teman sekelas yang berwajah lesu.

“Aku sih tidak keberatan ujian. Tapi hanya mata pelajaran yang aku sukai saja, matematika!” kata Rina. “Haaaah, jangan bikin kita tambah galau doong!” keluh Lisa dan Doni yang benci matematika. “Tapi asyik yah kalau ujian hanya satu mata pelajaran saja,” gumam Lisa. “Mana bisa seperti itu. Yang penting itu bagaimana caranya kita bisa sukses ujian tanpa susah payah belajar!” kata Doni. “Setuju,” angguk Lisa dan Rina dengan serius.

Sore harinya Lisa, Rina, dan Doni bertemu dengan Pak Den, pengemudi jemputan sekolah. “Wajah kalian seperti orang salah makan,” kata Pak Den. “Sudah mau ujian nih, Pak!” keluh Lisa. “Oh pantas saja…yah kalian tinggal cari kelelawar putih saja. Lihat dia terbang, pasti beres!” kata Pak Den sambil terkekeh dan berjalan pergi.

Lisa, Doni, dan Rina melongo bingung sambil berpandangan. Kelelawar putih? “Pak Den, kelawar putih apa?!” tanya Lisa sambil berlari mengejar Pak Den. “Kalian tidak tahu ya? Di sekolah ini ada kelelawar putih ajaib. Dulu ada murid yang selalu mendapat nilai jelek di ujian, setelah dia melihat kelelawar putih terbang, nilai ujiannya sempurna,” jelas Pak Den. “Beneran, Pak?” tanya Doni dan Rina. “Yah, buktikan saja sendiri,” kata Pak Den.

Seminggu kemudian, ada kejadian menarik di sekolah. Teman-teman sekelas Lisa tiba-tiba menunjukkan minat pada daerah hijau sekolah yang ditumbuhi berbagai macam pohon. Teman-teman Lisa melihat ke atas, seakan menanti sesuatu. “Jangan-jangan….,” kata Lisa bingung melihat mereka.

“Betul sekali, mereka berharap bisa melihat kelelawar putih supaya sukses dalam menghadapi ujian,” sambung Rina.  “Masa mereka benar-benar percaya sih?!” ucap Lisa geleng-geleng kepala. “Doni juga ada di sana,” tunjuk Rina.

Lisa menghela napas, sedih. Lisa juga ingin sekali melewatkan penderitaan belajar untuk ujian, tapi itu tidak mungkin. “Tidak ada pilihan, aku harus mempelajari semua bab di buku-buku pelajaran yang sudah diajarkan. Menghapal dan berlatih soal, untuk semua mata pelajaran!” kata Lisa sedih.

Tiga minggu kemudian, ujian pun dimulai. Doni mengeluh lehernya sakit karena terlalu banyak mencari kelelawar putih yang gagal ditemukannya. Walaupun kasihan pada Doni, tapi Lisa dan Rina tak bisa menahan tawa mereka.

Dua hari terakhir ujian tiba dan nasib buruk menimpa Lisa. Karena kecapaian, dia salah membaca jadwal. Hari ini ujian Bahasa Inggris, dan hari terakhir adalah Bahasa Indonesia. Lisa mempelajari Bahasa Indonesia dan sama sekali tidak belajar Bahasa Inggris!

Lisa menangis kesal tapi tidak ada lagi yang bisa dia lakukan. Dengan lemas dia berjalan menuju ruang kelas yang masih sepi karena hari masih pagi. Lisa menatap ke luar dari jendela ruang kelas dan saat itulah dia melihat kelelawar putih. Hewan itu terbang tepat di luar jendela, sejajar dengan mata Lisa. Lisa hanya bisa terdiam, sampai Doni dan Rina menyapanya.

Soal Bahasa Inggris dibagikan, dan Lisa terkejut. Dia mengenali soal ini! Lisa mulai mengerjakan soal ujian itu dengan perlahan. Lama kelamaan dia menjadi percaya diri dan ketika dia menulis jawaban untuk pertanyaan terakhir, Lisa tersenyum puas.

Dia tidak kesulitan walau tidak belajar sama sekali. Ketika hasil ujian Bahasa Inggris dibagikan, Lisa mendapat nilai tertinggi. Doni dan Rina memberikan selamat padanya. Lisa mengucapkan terima kasih, tapi memilih diam soal kelelawar putih.  Yang paling penting, ujian sudah selesai dan apa pun hasilnya, mereka siap menghadapinya!

 

 

 

 

 

 

 

Cerita: Seruni      Ilustrasi: Novi Chrisna

 

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *