Menurut data Komnas Perempuan 2022, selama kurun waktu 10 tahun, pencatatan kasus kekerasan terhadap perempuan (2020-2021) di tahun 2021 tercatat sebagai tahun dengan jumlah kasus Kekerasan Berbasis Gender (KGB) tertinggi, yakni meningkat 50% dibanding tahun 2020 yaitu sebanyak 338.496 kasus.

Sebagai upaya menurunkan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, Suara Hati Perempuan Foundation bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia serta Angkasa Pura Il dan didukung oleh Komnas Perempuan, menggelar ajang bergengsi berjudul Seni & Tutur Perempuan ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’.

Suara Hati Perempuan Foundation merupakan yayasan yang menggunakan kekuatan seni dan budaya dalam memberdayakan perempuan. Menggelar Seni & Tutur Perempuan untuk memadukan pekerja seni dari berbagai bidang di Indonesia dengan beragam gagasan dan ekspresi dalam menyuarakan kegelisahan terkait isu-isu perempuan yang selama ini kerap berkembang di masyarakat.

Lebih dekat, Judul Seni & Tutur Perempuan ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’ ini bertujuan meningkatan kesadaran dalam hal suara perempuan dalam seni dan budaya dan pengaruhnya terhadap kesetaraan dan hak asasi manusia serta peningkatan peluang kebebasan berpendapat dan berekspresi melalui akses yang lebih besar terhadap sarana ekspresi budaya dan seni sekaligus menciptakan ruang aman bagi Perempuan.

Ajang berisi pameran, diskusi, dan screening di Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno Hatta ini merupakan satu dari lima rangkaian kegiatan roadshow Suara Hati Perempuan Foundation yang didukung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan Angkasa Pura II, Komnas Perempuan, Srikandi – Angkasa pura II, fotografer Nurulita dan Sutradara Riani Singgih – Seven10.

Kegiatan ini diinisiasi dan di created oleh Nova Eliza sebagai pendiri Suara Hati Perempuan Foundation sebagai upaya dari Suara Hati Foundation untuk menurunkan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Nova Eliza selaku Founder Suara Hati Perempuan Foundation, mengatakan, “Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan merupakan kampanye internasional, untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.”

“Kekerasan terhadap perempuan saat ini masih tinggi di Indonesia, oleh karena itu dengan adanya ajang Judul Seni & Tutur Perempuan ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’ ini, kami ingin adanya peningkatan kesadaran dalam hal suara perempuan dalam seni dan budaya dan pengaruhnya terhadap kesetaraan dan hak asasi manusia serta peningkatan peluang kebebasan berpendapat dan berekspresi melalui akses yang lebih besar terhadap sarana ekspresi budaya dan seni sekaligus menciptakan ruang aman bagi perempuan. Satu Perempuan berani Speak Up, akan menyelamatkan ribuan hingga jutaan calon korban lain dari tindak kekerasan. Kami berharap semua pihak perlu menjalin sinergi, kerjasama, dan bergandengan tangan antara Pemerintah dengan lembaga masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan lain-lain agar tindak kekerasan terhadap perempuan dapat teratasi di Indonesia,” ujar Nova.

Seni & Tutur Perempuan memadukan 16 pekerja seni Indonesia dengan beragam gagasan, ekspresi, menyuarakan kegelisahan terkait isu-isu perempuan yang selama ini kerap berkembang di masyarakat. Seni menyatukan orang yang berbeda dan membantu saling menghargai dengan keragamannya. Tidak saja mengungkapkan kegelisahan perempuan, namun juga berbagi pengetahuan satu sama lain, saling melindungi.

Terdapat 16 perempuan seniman yang akan bersuara. Para perempuan tersebut merupakan pelaku seni budaya mulai dari penulis, perupa, pendongeng, aktor, penari, pesuara, pemusik, pelukis, sutradara, dan sebagainya. Adapun 16 Perempuan yang terlibat di Judul Seni & Tutur Perempuan ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’ diantaranya Melly Goeslaw, Donna Agnesia, Hana Madness, Ayushita, Ussy Sulistiawaty, Melanie Subono, Ruth Marini, Leony VH, Amy Fitria S, Jihan Husein, Nia Dinata, Revina VT, Mian Tiara, Nia Gautama, Ningrum Syaukat, dan Rita Tila.

Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Fitra Arda menjelaskan, “Kami sangat senang dan antusias dapat bekerjasama dengan Suara Hati Perempuan Foundation dalam memeringati Hari International 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan dengan menggelar kegiatan Judul Seni & Tutur Perempuan ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’ ini.”

“Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan Negara, di Indonesia memiliki banyak tokoh perempuan seperti pejuang kemerdekaan, pejuang pendidikan, dan pejuang bagi keluarga. Namun, masih banyak data yang menunjukkan adanya kerentanan perempuan karena mengalami kekerasan, dampak dari kekerasan terhadap perempuan ini bisa sampai jangka panjang hingga permanen dan mempengaruhi masa depan perempuan khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini kekerasan terhadap perempuan di Indonesia semakin sedikit, dan perempuan di Indonesia harus berani dalam menyuarakan tindak kekerasan,” kata Fitra.

Sementara itu, PT Angkasa Pura II selaku pengelola 20 bandara termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menegaskan komitmen dalam mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Bahkan, AP II saat ini memiliki komunitas Srikandi Angkasa Pura II sebagai wadah menyampaikan aspirasi, ruang diskusi, serta empowerment bagi para karyawati.

“Kami menyambut positif atas langkah insiatif yang dilakukan oleh Suara Hati Perempuan Foundation, dan AP II bangga dapat terlibat dalam ajang ’16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan’ yang digelar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memeringati Kampanye internasional 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan,” ujar Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Dwi Ananda.

Dwi Ananda menambahkan, “Sebagai salah satu bagian dari BUMN, AP II ingin selalu turut berkontribusi sebagai agen pembangunan masyarakat, termasuk dalam hal pemberdayaan perempuan dan mendukung kampanye anti-kekerasan terhadap perempuan. Melalui peringatan kampanye hari anti-kekerasan terhadap perempuan, kita berharap upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan tetap lantang terdengar,” tutup Dwi Ananda.

Foto: Novi

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *