Hanami atau melihat bunga sakura adalah kegiatan musim semi di Jepang yang sangat klasik. KAI sebuah penginapan onsen yang dioperasikan oleh Hoshino Resorts, menawarkan “Stylish Hanami Tour” di 14 resor mereka di seluruh Jepang.

KAI ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk menikmati tradisi menyambut kedatangan musim semi khas Jepang dengan menatap bunga-bunga indah sambil berjemur di bawah hangatnya sinar matahari, mulai 15 Maret – 31 Maret 2020. Berikut 14 Stylish Hanami Tour yang ditawarkan;

  1. KAI Izumo, mengendarai rickshaw dan menikmati warigo soba saat “Cherry Blossom Excursion”. KAI Izumo, sebuah onsen ryokan dengan pemandian terbuka di setiap kamar yang terletak di Tamatsukuri Onsen di Shimane. Warigo soba, yang diciptakan di Matsue, Prefektur Shimane, dikatakan terlahir saat seorang tuan feodal menaruh sobanya di kotak bertingkat dan memakannya di luar. Para tamu Wisata Bunga Sakura dapat duduk di bawah pohon sakura dan menikmati warigo soba seperti tuan dari jaman feodal Jepang dan mengakhiri dengan meminum kaldu soba yang lezat.
  2. KAI Tsugaru, menikmati tujuh pohon sakura menangis di “Weeping Cherry Tree Tour”. KAI Tsugaru, sebuah onsen ryokan yang terletak di Owani, Distrik Minamitsugaru, Prefektur Aomori, menawarkan “Tur Pohon Sakura Menangis”. Para tamu dapat mengalami budaya Tsugaru dengan bermain shamisen, minum cider, dan bersantai di bawah pohon sakura.
  3. KAI Aso, menikmati sparkling water di “Sparkling Hanami”. KAI Aso, onsen ryokan di Taman Nasional Aso-Kuju, akan menawarkan “Sparkling Hanami”. Tamu akan mengumpulkan air di mata air yang tercantum dalam 100 mata air terbaik pemerintah Jepang, dan menuju ke taman dimana mereka dapat sepenuhnya menikmati keindahan alam dengan lima puncak Gunung Aso di latar belakang. Di taman, mata air tersebut dapat dikarbonasi dan diminum, ditambahkan sirup, dan dinikmati sesuai selera masing-masing. Keranjang piknik hanami termasuk “buah karbonasi” berbuih yang dibuat dengan mengasinkan buah dalam air berkarbonasi.
  4. KAI Alps, Apple Hanami Menawan. Resor ini akan menempatkan kursi hanami khusus di kebun apel sehingga para tamu dapat melihat bunga-bunga pohon apel, serta memetik bunga tersebut dengan bantuan petani.
  5. KAI Matsumoto. Sejak zaman Prefektur Chikuma di Matsumoto, pendidikan adalah salah satu prinsip pendirian prefektur ini, dan pada periode Edo memiliki terakoya (sekolah kuil swasta) terbanyak dari semua prefektur di Jepang, itulah sebabnya Matsumoto dikenal sebagai “kota Pendidikan”. Mengambil inspirasi dari fakta ini, para tamu dalam tur ini akan berjalan di jalan setapak dengan bunga-bunga musim semi seperti bunga sakura, magnolia, dan Japanese dogwood, dari gedung sekolah Sekolah Kaichi lama, yang dikenal sebagai Harta Nasional Jepang, sampai ke Properti Budaya yang Penting dari Taman Agatanomori (sebelumnya SMA Matsumoto). Para tamu dapat menikmati pengalaman hanami “akademik” dengan melakukan aktivitas seperti menggunakan peta lama untuk membandingkan dan membedakan Matsumoto dari masa lalu dan sekarang, atau menuliskan isi pikiran mereka di buku catatan terakoya.
  6. KAI Nikko. Di Tamozawa Imperial Villa yang bersejarah, para tamu dapat melihat pohon sakura berusia 400 tahun sambil membuat puisi waka seperti bangsawan periode Edo ketika Nikko berada pada masa paling  makmur. Ini adalah kesempatan bagi pengunjung untuk melarikan diri dari kehidupan sehari-hari dan merenungkan diri mereka sendiri.
  7. KAI Kawaji. Para tamu akan bangun saat fajar dan belajar dari penduduk desa yang mulai bekerja di pagi hari dan membuat teh rumput liar menggunakan kincir air sebagai tugas pertama mereka hari itu. Dengan menggunakan alat-alat tradisional seperti mortar dan pemanggang teh keramik, para tamu akan mengubah rumput musim semi liar menjadi teh, dan meminumnya sembari melihat bunga sakura.
  8. KAI Kinugawa. Para tamu dapat menikmati bunga-bunga liar yang bermekaran di lembah sambil menyusuri Sungai Kinugawa dengan perahu. Pada periode Edo, orang akan mengangkut kayu dengan rakit apung di Sungai Kinugawa. Untuk mencegah bertabrakan dengan rakit-rakit lain, kapal penumpang dilarang dari musim dingin ke musim semi, sehingga hanya pedagang kayu saja yang dapat melihat bunga-bunga sambil menyusuri sungai. Hanami Sungai Folk-Art akan mereproduksi pengalaman tersebut. Sambil mengenakan pakaian tradisional pedagang kayu seperti mantel hanten dan topi kasa, para tamu dapat melakukan perjalanan menyusuri sungai Kinugawa yang mengalir deras.
  9. KAI Sengokuhara. Tidak hanya melihat 150 pohon sakura Yoshino di daerah Miyagino yang berbaris di tepi Sungai Haya di Hakone, tetapi para tamu juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengabadikannya dalam bentuk gambar. Anggota staf dengan pengetahuan di bidang seni akan bertindak sebagai art butler (pelayan seni), dan bepergian bersama pengunjung hanami serta membantu gambar lanskap mereka. Mereka dapat membantu dengan pemilihan alat untuk digunakan dan memberikan saran mengenai struktur objek atau cara mendapatkan warna bunga sakura yang tepat.
  10. KAI Hakone. Pada periode Edo, Hakone berkembang sebagai kota stasiun pos yang terletak di celah gunung. Periode hanami di Hakone berlangsung lama karena perbedaan ketinggian dan banyaknya varietas bunga sakura. Sambil mengenakan pakaian wisatawan tradisional, para tamu dapat mengalami hanami seperti seorang pelancong dari periode Edo seperti mengunjungi salah satu tempat melihat bunga di sekitar KAI Hakone seperti Gora Park, makan manisan dari piring yang dibuat dengan gaya Hakone yosegi, dan menulis haiku atau surat dengan menggunakan alat tulis yang dibuat dalam gaya Hakone yosegi.
  11. KAI Kaga. Di hutan pohon sakura yang indah dan terpencil di Kaga, para tamu dapat melihat bunga sambil menikmati teh yang disiapkan sendiri. Kebijakan budaya yang dipromosikan oleh klan Maeda, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang praktik budaya, terus mempengaruhi Prefektur Ishikawa selama 400 tahun terakhir. Mereka juga mempromosikan budaya upacara minum teh yang mereka pelajari dari Sen no Rikyu, dan populasi ahli teh mereka masih termasuk yang tertinggi di seluruh Jepang.
  12. KAI Enshu. Peserta dalam program ini akan menikmati rhododendron yang indah sambil duduk di bangku di Ladang Teh TSUMUGI, serta membuat teh / teh herbal favorit mereka yang dipilih dari jajaran penjual teh. Dari sebelum April hingga pertengahan Mei, dua jenis rhododendron akan mekar di Ladang Teh TSUMUGI.
  13. KAI Ito. Kuil Chouzenji, yang terletak di sebuah bukit di Usami, Ito, adalah tempat terpencil yang indah di mana pengunjung dapat menikmati bunga-bunga dari ke-empat musim. Melihat ke Teluk Sagami dari halaman terbuka, laut biru yang indah terlihat di luar bunga sakura merah muda.
  14. KAI Anjin. Tur ini dibentuk dengan memikirkan hanami yang akan dialami oleh pelaut Inggris Miura Anjin (lahir William Adams), yang menjadi nama resor ini. Sungai Matsukawa, salah satu dari Delapan Pemandangan Ito, mengalir melewati resor dan di musim semi, para tamu dapat menikmati bunga sakura yang bermekaran di tepi sungai sambil mendengarkan suara arus yang lembut. Diperkirakan bahwa kapal gaya barat pertama yang dibuat di Jepang dibangun oleh Anjin di dekat muara sungai ini. Para tamu akan berjalan di sepanjang Sungai Matsukawa bersama dengan staf KAI Anjin, dan belajar tentang sejarah Ito selagi menikmati bunga sakura di malam hari. Setelah berjalan-jalan, mereka dapat bersantai dengan set teh yang disediakan di kamar mereka dan menyaksikan pemandangan laut indah yang tenang di malam hari.
Keranjang Piknik Hanami KAI Sengokuhara; peralatan gambar (pensil warna, buku sketsa, pensil), barang penghangat (selimut, minuman hangat, manisan). Foto : Dok Hoshino Resorts

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *