Bosan terus menerus berada di rumah saja bisa memicu stres lho Kids! Yang biasanya bermain bersama teman, belajar di sekolah, jalan –jalan ke mall, berwisata, berkunjung ke rumah saudara, namun selama pandemi semua aktivitas dibatasi. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menekan angka penularan covid -19. Namun, rasa bosan dan juga cemas kapan pandemi akan berakhir ini bisa menjadi penyebab stres pada anak.

Menurut dr. Anggia Hapsari, Sp.KJ (K), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, sedikitnya ada 9 gejalanya yang bisa dikenali, diantaranya adalah;

  1. Sulit tidur dan makan. Saat stres, pola tidur jadi terganggu. Kalian lebih mungkin terbangun di malam hari. Selain itu, stres juga membuat pola makan berubah. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah rasa bosan dengan makanan di rumah yang itu-itu saja.
  2. Mimpi buruk. Seringkali mimpi buruk dihubungkan dengan pengalaman menakutkan saat siang hari. Namun, terkadang mimpi buruk bisa jadi bagian dari bentukan suasana hati yang buruk lho Kids.
  3. Menarik diri atau agresif. Pernah tidak kalian merasa enggan bersosialisasi dengan anggota keluarga atau teman. Alih-alih dengan orang yang dikenal, kalian lebih memilih berinteraksi dengan orang asing seperti teman di media sosial.
  4. Keluhan fisik tanpa penyebab yang jelas. Stres juga bisa termanifestasikan dalam sejumlah gejala fisik seperti sakit perut dan nyeri badan atau pegal-pegal.
  5. Takut ditinggal sendiri. Dalam kondisi stres, kalian akan merasa takut saat harus berada seorang diri. Saat Mama dan Papa harus berada di luar rumah, kalian akan terus menelepon dan rewel.
  6. Selalu ingin dekat orang tua. Saat stres, kalian juga punya kecenderungan untuk selalu ingin berada dekat dengan orang tua.
  7. Timbul ketakutan baru. Stres juga mungkin memicu ketakutan-ketakutan lain yang relatif baru. Misalnya saja lampu kamar yang dimatikan, membuat kalian tiba-tiba merasa takut dengan kegelapan.
  8. Kehilangan minat. Biasanya anak memiliki minat terhadap banyak hal. Jika minat-minat ini meredup, ini bisa menjadi salah satu gelaja.
  9. Sedih lebih lama. Dalam kondisi stres, anak jadi lebih mungkin merasa sedih atau menangis dalam waktu yang lebih lama. Bisa jadi hal tersebut merupakan letupan emosi tanpa penyebab yang jelas.

Jika kalian mengalami gejala di atas, sebaiknya bicarakan kepada Mama dan Papa ya Kids.

(Foto : Ist)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *