Soya, Sumber Makanan Nabati Kaya Nutrisi [Ilustrasi: Novi Chrisna]

Kalau kalian termasuk penggemar produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe, pertahankan, ya! Sebab, di balik makanan sederhana tersebut, terkandung manfaat yang sangat besar, lho!

Dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia 2018 dengan tema #ZeroHunger, PT. Danone Indonesia menggelar bincang edukasi dengan tema “Mengenal Soya, Alternatif Protein yang Kaya Akan Nutrisi” di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Kacang kedelai, atau disebut juga soya, merupakan jenis polong-polongan yang memiliki berbagai kebaikan nutrisi yang bisa menjadi salah satu pangan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak-anak.

(Ki-Ka) Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, (Bapak Kedelai dan Tempe Indonesia), dr. Ida Gunawan M.S, Sp. GK-K (Ahli Gizi Klinis) dan Ibu Septiyana Dharawati (Perwakilan Danone Indonesia) dalam kegiatan Media Gathering The Journey of Soya [Foto: dok. Danone Indonesia]
Menurut Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, kedelai atau soya kaya akan protein (40%), lemak (22%), karbohidrat (25%), hingga serat (8%) dan mineral, sehingga bermanfaat bagi kesehatan.

Selain tinggi protein, soya juga kaya akan asam amino esensial. Ini membuat soya dapat menjadi alternatif sumber protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati). Banyak sekali ragam produk olahan soya yang bisa kita temukan, Kids. Misalnya, tahu, tempe, kecap, susu soya, tauco, dan sebagainya.

Ya, protein sangat dibutuhkan oleh anak dalam masa tumbuh kembang. Protein bertugas untuk membantu pertumbuhan, penyembuhan, serta penggantian jaringan dan sel tubuh yang mati atau rusak. Ia juga berperan dalam melawan penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta mengangkut lemak, mineral, oksigen dan vitamin ke seluruh tubuh.  Kalau anak-anak kekurangan protein, maka tumbuh kembangnya tidak akan optimal.

Hal ini ditegaskan oleh Dr. Ida Gunawan M.S., Sp.GK-K, Ahli Gizi Klinis, “Kecukupan nutrisi sangat penting di fase kritis tumbuh kembang anak, salah satunya adalah komponen protein hewani dan nabati. Namun, konsumsi soya pada anak-anak perlu disertai dengan konsumsi makronutrien dan mikronutrien yang seimbang.”

Ia menganjurkan agar menyisipkan komponen potein nabati dan hewani ke dalam menu sehari-hari, dengan perbandingan 1 banding 1. Bahkan, disarankan, dalam setiap kali makan, minimal disertakan produk olahan dari kedelai. Misalnya, kamu makan nasi, dilengkapi dengan sayur, daging, juga tahu/tempe, Kids.

Susu kedelai, dirancang sebagai alternatif pengganti susu sapi. Cocok dikonsumsi bagi keluarga yang vegetarian maupun anak-anak yang alergi protein susu sapi [Foto: Efa/JFK]
Kalau kalian bosan dengan tahu atau tempe, kalian bisa minta Mama untuk membuat variasi lain dari kedelai, misalnya, susu soya buatan rumahan (homemade), burger, puding, cake, nugget, yang terbuat dari kedelai. Enak, lho, Kids! Yuk, jangan malas makan kedelai, ya?

“Kami berharap dengan semakin tingginya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemenuhan nutrisi, salah satunya adalah protein hewani dan nabati, misi Hari Pangan Sedunia yaitu #ZeroHunger pada tahun 2030 bisa tercapai,” tutup Bapak Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia. (Ilustrasi: Novi Chrisna)

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *