HSBC Premier Next Gen, Solusi Keuangan Bagi Pelajar Indonesia yang Menempuh Pendidikan di Luar Negeri

Siapa yang bercita-cita selepas lulus SMA nanti, melanjutkan sekolah di luar negeri? Atau, jangan-jangan, Kakak kamu sedang mempersiapkan segala sesuatunya, nih.

Ternyata, jumlah pelajar Indonesia yang memilih menempuh pendidikan di luar negeri semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pihak Commercial Service Amerika Serikat (AS) menyebutkan lebih dari 69.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di luar negeri pada tahun 2018/19 dengan 9.130 di antaranya berada di AS.

Alasan Pelajar Pilih Kuliah di Luar Negeri

Setidaknya ada 3 alasan utama para pelajar Indonesia memilih untuk kuliah di luar negeri, seperti yang diungkapkan oleh Ibu Fransisca Kallista Arnan, Head of Marketing Retail Banking & Wealth Management, PT Bank HSBC Indonesia.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan, ada 3 alasan utama mengapa mereka pilih kuliah di luar negeri. Pertama, 85% responden (pelajar) mengganggap dengan kuliah di luar negeri, maka pola pikir mereka akan berubah, alias lebih global dan open minded,” katanya saat ditemui di acara diskusi interaktif di kawasan Senayan, Jakarta Selatan (18/09/19).

Lalu yang kedua, keterampilan atau keahlian mereka akan bertambah dengan melanjutkan sekolah di luar negeri (85% responden) dan yang terakhir, para pelajar percaya, dengan kuliah di luar negeri yang nota bene jauh dari tanah air, orangtua maupun sanak saudara, akan membuat mereka tumbuh menjadi manusia yang lebih kuat alias mandiri (84% responden).

Sementara itu, merujuk pada penelitian yang dilakukan HSBC Group dengan responden global bertajuk International Education, ada beberapa faktor yang mendorong pelajar memilih berkuliah di negara lain adalah karena pertimbangan kualitas pengajaran yang lebih baik (88%), peluang pekerjaan di masa depan (85%), biaya kuliah (83%), rekomendasi (82%), peringkat perguruan tinggi secara global (82%), lokasi (81%) serta dukungan jejaring di luar negeri (81%).

Kendala Perbankan di Luar Negeri

Nah, tentu saja ketika berada di negara asing, para pelajar tersebut dihadapkan pada tantangan untuk mampu mengelola keuangan dengan cermat dan pintar. Namun, memperoleh layanan perbankan seperti kartu kredit, pinjaman dan lain-lain, sering terkendala dengan susahnya mendapat persetujuan dari bank di negara yang mereka tempati.

“Bisa dibayangkan betapa repot dan tidak nyamannya orangtua saat anak-anak membutuhkan dana secara mendesak, namun pengurusan layanan perbankan belum terselesaikan secara tuntas. Atau, kendala lain, anak yang rutin menarik uang di ATM Bank negara lain akan terkena biaya penarikan,”  ujarnya.

Itu baru sedikit kendala yang akan dialami oleh para pelajar dari sisi finansial. “Selain itu, penelitian HSBC juga menunjukkan, selepas kuliah, anak-anak ini memiliki ambisi untuk memiliki rumah,mobil, dan sebagainya. Ini pun memerlukan dukungan untuk meraihnya,” terang Ibu Fransisca yang akrab disapa Chika.

HSBC Premier Next Gen

Memahami tantangan-tantangan ini, HSBC Indonesia memperkenalkan layanan baru mereka bernama HSBC Premier Next Gen. Ini merupakan layanan yang tersedia bagi para putra-putri nasabah HSBC Premier yang berusia 18 hingga 28 tahun. “Anak bisa mulai investasinya dari Rp. 500 ribu, yang bisa diakses dan dikelola dengan mudah melalui HSBC internet banking,”  kata Ibu Chika.

Nah, kalau Moms dan Dads adalah nasabah HSBC Premier, maka putra-putri mereka yang menjadi nasabah HSBC Premier Next Gen otomatis pula mendapatkan layanan istimewa yang dinikmati oleh orangtuanya. Nantinya, nasabah HSBC Premier Next Gen mendapatkan layanan perbankan di cabang-cabang HSBC di seluruh dunia, kemudahan transaksi di lebih dari 1 juta ATM VISA/Plus di seluruh dunia serta akses hingga ke 7 rekening tabungan HSBC dalam satu kartu.

“Selain itu, terdapat fasilitas bebas biaya penarikan mata uang asing di 6.500 ATM di seluruh dunia, bebas biaya transfer secara real time, fasilitas darurat tunai hingga US$10.000 setiap 48 jam bila alami kehilangan ataupun kecurian di luar negeri,” tutup Ibu Dewi Tuegeh, Head of Customer Value Management, PT. Bank HSBC Indonesia.

Foto: Efa

You may also like
Latest Posts from

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *