Berapa lama waktu kalian menggosok gigi? Satu menit, dua menit atau tiga menit? Ya, idealnya menggosok gigi itu dua menit saja, Kids! Satu menit gigi bagian atas dan satu menit gigi bagian bawah. Tapi, terkadang karena dituntut untuk cepat, waktu kita untuk menggosok gigi tak sampai satu menit. Nah, sikat gigi yang singkat ini bila terus menerus dilakukan bisa sebabkan gigi sensitif, lho, Kids!

Menurut Drg Callista Argentina Wulansari, gigi sensitif merupakan gangguan klinis yang umum terjadi berupa ngilu, nyeri tajam yang muncul pada dentin gigi yang terbuka saat terkena rangsangan suhu panas dan dingin, atau kandungan kimiawi asam dan manis pada makanan dan minuman.

Penelitian terbaru menyebutkan 2 dari 5 pada usia 18 sampai 35 tahun mengalami gigi ngilu saat pemeriksaan gigi dan bahkan lebih dari 50 persen di antaranya belum pernah memeriksakan permasalahan gigi sensitif mereka kepada dokter gigi.

Gigi sensitif ini mengalami pergeseran, tadinya masalah ini baru ditemui pada usia di atas 40 tahun, tapi kini usia anak-anak pun sudah ada yang mengalaminya. Lebih lanjut Drg Callista menyebutkan sedikitnya tiga penyebab gigi sensitif, yaitu atrisi (hilangnya struktur gigi akibat gesekan dengan gigi yang berlawanan, disebabkan kebiasaan menggemeretakkan gigi dan mengatupkan dagu). Erosi (kerusakan kimia pada lapisan pelindung enamel yang disebabkan asam dalam makanan dan minuman serta gangguan refluks asam lambung). Abrasi (keausan mekanis gigi akibat menyikat gigi dengan tekanan yang terlalu kuat).

“Gaya hidup anak milenial yang serba cepat juga bisa jadi penyebab gigi sensitif. Misalnya saat menggosok gigi. Menyikat gigi terlalu cepat ini bisa sebabkan gusi turun. Nah, karena gusi turun ini bisa sebabkan gigi ngilu. Waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah dua menit. Satu menit gigi bagian atas dan satu menit gigi bagian bawah,” ujarnya.

(Dari Kanan ke Kiri) Febby Rastanty, (Publik Figur), Pawan Sud (President Director at GSK Indonesia), dan Callista Argentina Wulansari, SKG, Drg, CHt (Dokter Gigi) tengah mendiskusikan tren gaya hidup millennials yang sangat cepat sehingga mereka kerap mengabaikan perawatan gigi ngilu secara utuh.

Memahami hal tersebut Mr. Pawan Sud, President Director at GSK Indonesia menjelaskan secara global, kaum milenial Indonesia merupakan generasi yang sangat optimistis terhadap masa depannya. Sebagai generasi pemimpin masa depan, mereka haruslah secara sadar dan aktif memperhatikan kesehatan gigi dan merawat gigi sensitifnya sebagai bagian dari kesehatan paripurna. “Kami berkomitmen untuk menyediakan produk perawatan kesehatan gigi dan mulut serta terus mengadakan edukasi konsumen guna mewujudkan kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan edukasi,” ujarnya.

GSK Consumer Healthcare meyakini upaya edukasi yang berkelanjutan sangat penting dalam membantu milenial mengatasi permasalahan ini agar menikmati gaya hidupnya yang secara cepat. “Produk kami telah teruji secara klinis memberikan manfaat kepada 46 persen pasien yang mengalami pengurangan rasa ngilu pada gigi pada suhu panas saat pengolesan pasta gigi langsung dan berhasil mengurangi gigi ngilu pada 85 persen pasien. Kalian dapat mencegah gigi ngilu datang kembali dengan menyikat gigi secara rutin dua kali sehari dengan pasta gigi SENSODYNE® Rapid Relief. Kami akan terus membantu generasi muda mengatasi gigi sensitif sehingga mereka dapat menikmati gaya hidupnya yang cepat, menggapai mimpi-mimpi mereka, dan membantu generasi muda berbuat lebih banyak, merasa lebih baik, dan hidup lebih lama,” urainya.

 

 

You may also like
Latest Posts from Majalahjustforkids.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *