Sikat Gigi Pertama Kali Diciptakan di Dalam Penjara

Sebenarnya, kebiasaan membersihkan gigi dan mulut sudah lama dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu. Pada tahun 3500 SM (Sebelum Masehi), bangsa Babilonia kuno telah menggunakan Chewingstick (sejenis rempah yang dikunyah) untuk membersihkan gigi mereka. Orang Asia dan Afrika pun sering menggunakan ranting, akar atau bagian pohon lainnya untuk dikunyah. Repot juga, ya? Hehe..

Apalagi, pada tahun 1400-an, bangsa Cina justru menggunakan bulu landak yang ditancapkan di sebuah tongkat kayu seukuran pensil. Seram, kan?! Di Indonesia, nenek moyang kita biasanya menggunakan bata merah yang sudah ditumbuk dan kemudian digosok-gosokkan ke permukaan gigi. Sebagian lagi menggunakan sabut kelapa untuk membersihkan gigi mereka. Tanya saja, nenek atau kakekmu, pasti mereka tahu soal cara membersihkan gigi zaman dulu.

William Addis

Sikat gigi modern yang biasa kita gunakan sekarang, pertama kali diciptakan oleh seorang napi di dalam penjara, lho. Pria bernama William Addis ini tak sengaja menciptakan sikat gigi saat berada di penjara Inggris pada tahun 1770. Saat masih berada di dalam penjara, Addis kebingungan akan bekerja apa bila nanti sudah keluar dari penjara.

Suatu pagi, seperti biasa, Addis membersihkan giginya dengan menggunakan kain lap. Tiba-tiba, Addis mendapatkan ide cemerlang. Sepotong tulang ayam yang baru saja disantapnya memberikan ide baginya untuk menciptakan sikat gigi. Ia pun memasang bulu hewan di ujung tulang yang telah dilubangi sebelumnya. Bulu hewan tersebut ditempel dengan menggunakan lem. Jadilah penemuan sikat gigi sederhana pada saat itu.

Keluar Penjara

Setelah dibebaskan dari penjara, Addis mulai menjalankan bisnis pembuatan sikat gigi yang diciptakannya di dalam penjara. Ternyata, sikat gigi buatannya laris manis. Ia pun menjadi kaya raya dengan bisnis sikat giginya tersebut. William Addis tercatat sebagai orang pertama yang menciptakan sikat gigi dalam jumlah yang banyak pada tahun 1780. Addis juga mampu mempekerjakan banyak orang di perusahaan miliknya.

Kemudian pada tahun 1850, seorang pria bernama H.N. Wadsworth di Amerika mulai mematenkan sikat gigi pertama kali. Hingga tahun 1930-an, bahan sikat gigi masih terbuat dari sepotong tulang dan bulu yang berasal dari babi hutan. Seiring berjalannya waktu, sikat gigi sederhana ini dianggap kurang bersih dan sering merepotkan penggunanya. Apalagi bulu sikatnya yang mudah terlepas dan masuk ke dalam mulut.

Apalagi saat perang dunia kedua, sebagian besar prajurit diwajibkan untuk membersihkan giginya setiap hari. Kebiasaan yang dilakukan di medan perang ini lantas dibawa pulang ke rumah. Semakin lama, semakin banyak orang yang mementingkan kebiasaan membersihkan gigi. Peran sikat gigi pun mulai dianggap penting.

Bulu Sintetis

Bahan bulu sikat yang awalnya terbuat dari bulu binatang kemudian diganti dengan bulu sintetis. Bahan nilon dipilih karena cukup aman bagi gigi kita. Pada tahun 1938, perusahaan bernama Duront mulai memroduksi sikat gigi berbahan nilon. Setahun kemudian, sikat gigi elektrik mulai diciptakan. Namun, baru pada tahun 1960, sikat gigi yang menggunakan listrik ini dipasarkan dengan nama Broxodent. Pada tahun 1987, sikat gigi terus berkembang dengan kemunculan sikat gigi rotary (berputar) yang menggunakan mesin. Sikat gigi ini diperkenalkan dengan nama Interplak. Kemampuan sikat gigi Interplak dapat membersihkan plak dan mencegah gusi berlubang.

Segala jenis sikat gigi itu memiliki kegunaan utama untuk membersihkan gigi dari kotoran. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari sakit gigi. Makanya, rajin-rajin menggosok gigi, ya, Kids!

(Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *